EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS#10

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Perdalam ilmu pelet butuh 12 istri

PARANORMAL PERKOSA GADIS BAHENOL

Oleh : Budi

Untuk memperdalam ilmu pelet kelas tinggi, Didin Suherman harus memiliki 12 istri. Ketika proses menyunting istri ke-11 dia kesandung masalah lantaran  dituding melakukan penculikan, penipuan, dan perkosaan.

Jika melihat tampang dari lelaki ini, memang tidak mencirikan sebagai wajah kriminal. Tutur sapanya begitu sopan, sehingga setiap orang yang ditemuinya akan terhanyut. Namun siapa sangka dibalik wajah lugu, dan tutur katanya, justru terselip akal bulus.

Awalnya tidak ada yang menaruh curiga dengan Didin Suherman, lelaki berusia 55 tahun yang pernah tinggal di Kampung Cimanggu Kecil RT 2/12, Ciwaringin, Bogor Tengah. Karena dia dikenal warga sebagai suami yang setia pada istri, orangnya juga baik dan tidak sombong. Sehingga banyak wanita muda yang datang untuk minta ‘wejangan’ agar tetap bisa langgeng  dengan pasangannya.

Meskipun banyak tetangga dan warga dari kampung lain datang minta ‘nasehat’ plus jampi-jampi, namun Didin pantang menyebut dirinya sebagai paranormal. Meski demikian, keahliannya ‘merapatkan’ kembali hubungan suami istri yang kurang harmonis telah melahirkan, Didin adalah dukun pelet.

Adalah Desi (nama disamarkan), satu dari sekian banyak gadis yang sering datang ke rumah Didin. Gadis berusia 18 tahun itu ingin segera dapat jodoh seorang pria mapan sehingga bisa mengangkatnya dari kemiskinan. Selain bicara soal jodoh, Desi lebih sering mengeluhkan kemampuan orang tuanya memenuhi kebutuhan keluarga. Maklum, Juna (56) –sebut saja begitu--, ayah Desi hanya berprofesi sebagai tukang becak di Pasar Anyar, Bogor.

Seperti warga lain, Juna pun tidak memiliki prasangka buruk terhadap Didin, sehingga dia tidak melarang putrinya sering datang ke rumah pria beristri itu. Pertengahan Desember tahun lalu, Didin sudah memberi tahu para tetangga bahwa dia dan istrinya akan pindah dan tinggal di kampung asalnya, Sukabumi.

Beberapa hari sebelum pindah rumah, Didin kedatangan tamu yang tak lain adalah Desi. Seperti biasa, gadis itu curhat dan persoalan yang dibahas tidak beranjak dari masalah jodoh dan duit. Tiba-tiba terbersit dalam benak Didin mengajak gadis itu ikut pindah ke Sukabumi.

Semula Desi sempat ragu. Melihat kebimbangan itu, Didin mulai menggunakan  ilmu peletnya, plus rayuan gombal.  “Kalau kamu tinggal di sini, hidup kamu tidak akan berubah. Bapak kamu cuma tukang becak. Lebih baik ikut saya, nanti saya kasih satu kotak perhiasan,” kira-kira demikian bujuk Didin yang membuat luluh hati Desi.

Desi  sudah mantap ingin mengubah hidup di Sukabumi. Persoalannya lain muncul ketika gadis itu dimaki-maki dan tidak dapat restu dari orang tuanya. “Pokoknya kamu tidak boleh pergi. Kalau kamu nekat juga, terserah, saya tidak mau tanggung jawab lagi,” ujar ayahnya ketika gadis itu minta ijin ikut dengan pasangan Didin dan Ina tinggal di Sukabumi.

Entah karena pengaruh pelet atau keinginan Desi yang besar untuk merubah nasib, nyatanya, larangan ayahnya tidak dia gubris. Ternyata niat Didin juga ditentang istrinya. Dengan alasan akan menjadikan Desi sebagai anak angkat, Didin berusaha meyakinkan istrinya. Ina tetap keberatan.  Selain Desi sudah besar, Ina takut tidak mampu merawat dan memelihara gadis itu. Tetapi, karena Didin kepala keluarga, Ina akhirnya menurut.

Menurut Ina, dia tidak mampu mencegah keinginan suaminya lantaran dirinya takut dicerai. Wanita ini sudah sebelas tahun menikah dengan Didin tetapi belum juga dikarunai anak. Ina mengaku pernah dengar desas-desus kalau suaminya doyan kawin, tetapi karena tidak ada bukti, dirinya tidak ambil pusing. “Dari pada diceraikan, lebih baik nurut saja,” ungkap Ina.

DIANGGAP ANAK--Sejak saat itu Ina menganggap Desi sebagai anak kandungnya sendiri. Apa yang dirasakan Ina tidak serupa dengan yang ada di benak Didin. Sejak tinggal serumah, Didin mengaku sering tergida melihat kemontokan gadis itu. Dalam otaknya kerap muncul rencana-rencana jahat. Terlebih dirinya sudah memiliki ilmu pelet meskipun belum mumpuni. Ibarat kata, sekali tiup, Desi pasti jatuh dalam pelukannya.

Niat busuk itu akhirnya dilakoni juga. Suatu ketika, setelah kurang lebih dua bulan tinggal serumah, Didin mendapat kesempatan. Pagi itu, istrinya sedang ke pasar, sementara  Desi sedang bernyanyi kecil sambil mandi. Hanya dengan sedikit rayuan, pagi  itu kegadisan Desi dilahap bandot tua dukun pelet itu. Diakhir ‘perkosaan’ itu, Didin berjanji akan menikahi korban. “Saya mau dijadikan istri ke sebelasnya,” papar Desi kepada petugas yang memeriksanya.

Di hadapan polisi, Didin tetap membatah melakukan perkosaan. “Berani sumpah, saya melakukan itu gak pake ancaman. Dia ngaku sama saya juga udah pernah dinodai sama pacarnya, makanya waktu saya ajak begitu dia mau saja asal saya mau bertanggung jawab,” ujar Didin. Sejak saat itu, setiap ada kesempatan Didin terus menggarap tubuh molek Desi. Sampai berbulan-bulan hubungan gelap itu terus berlanjut tanpa sepengetahuan istrinya.

Akibat sering digauli, gadis itu terus menuntut untuk segera dinikahi. Tapi dengan catatan Didin harus menceraikan istrinya. Mendapat desakan seperti itu Didin jadi bingung. Akhirnya sekitar sebulan lalu dia memutuskan mengajak Desi dan istrinya pindah ke Gunung Batu, Bogor. Rencananya, di tempat itu Didin akan menikahi Desi tanpa sepengetahuan Ina.

MINTA DIGEREBEK--Ketika Didin pindah ke Sukabumi membawa Desi, ayah gadis itu mengaku kelabakan sesaat setelah tahu putri satu-satunya itu dibawa kabur Didin. Lelaki setengah baya itu akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian tepatnya tanggal 4 Januari 2003. Setalah usaha mencari Desi tak kunjung menemukan titik cerah.

Sedangkan Kanitreskrim Polsek Bogor Tengah, Iptu Widiyanto, mengaku kesulitan mencari informasi keberadaan Didin sejak mendapat laporan dari Juna. Menurutnya kesulitan itu karena Didin selalu berpindah-pindah tempat tinggal.

Akhirnya pada Rabu malam (22/10),  seorang tetangga Juna melihat keberadaan Desi dan Didin di suatu rumah kontrakan di kawasan Gunung Batu, Bogor. Segera saja temuannya itu dilaporkan pada pihak kepolisian.

Tanpa kesulitan, malam itu juga Didin diringkus. Setelah dilakukan pemeriksaan, menurut Widiyanto, tersangka memang kerap melakukan aksi-aksinya dengan semacam ilmu pelet yang dimilikinya. Dengan jampi-jampi itu, Didin berhasil menggarap 11 gadis, dari 12 gadis yang dibutuhkan sebagai syarat untuk ilmu yang sedang di pelajarinya. “Rencananya Desi akan dijadikan istri yang ke 11-nya,” kata Widiyanto ketika ditemui Exo di ruang kerjanya pada Senin siang (27/10) lalu.

Menurut Widiyanto, modus yang digunakan Didin cukup unik. Setelah mendapatkan mangsanya yang telah berhasil dipengaruhi, Didin membayar orang untuk menggerebek dirinya. Dengan strategi itu dia bisa menikahi korbannya tanpa harus minta ijin dari istrinya. “Beruntung aksinya bisa dihentikan,” tambah Widiyanto.

Setelah berhasil meringkus tersangka, pihaknya juga langsung membawa Desi ke rumah sakit PMI Bogor, untuk divisum. Dugaan petugas, Desi hamil. Kini akibat perbuatannya tersebut, Didin bersalah karena telah melarikan wanita dan dikenakan pasal 332 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Ketika ditemui di ruang tahanan Polsek Bogor Tengah, Didin terlihat lemah. Kemudian kepada Exo dia menjelaskan tentang ilmu yang dituntutnya itu adalah bohong belaka. Menurutnya dia tidak sedang mempelajari suatu ilmu yang menyesatkan itu. “Untuk apa saya mempelajari ilmu itu,” katanya.

Menyinggung soal Desi, dia mengaku tak pernah menggunakan ilmu pelet. Menurutnya, tanpa di pelet pun Desi memang sudah mau. “Dia sebelumnya pernah cerita sama saya, kalau dirinya sudah nggak perawan. Makanya waktu saya ajak bersetubuh dia tak menolaknya, dan saya juga nggak perlu maksa, dia yang sudah mau,” ujarnya.

Saat ini, dia mengaku akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. Dan setelah selesai masa tahanannya, dia akan siap mengawini Desi. “Kalo dia mau dan bersedia untuk dikawin setelah saya keluar penjara, dia akan saya kawini,” tambahnya.*

*** 

Budi Suherman (41), Ketua RT

TUKANG TIPU

Oleh : Budi

Menurut pengakuan Pegawai Negeri Sipil ini, dirinya sempat tertipu dengan tersangka yang mempunyai tiga buah Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Saat pertama kali datang kesini melapor, dia juga mengaku namanya bukan Didin,” kata Budi.

Warga Kampung Cimanggis Kecil, khusunya RT2/12, banyak yang tertipu oleh bualan-bualan Didin. Tidak sedikit warga yang meminjamkan uangnya kepada Didin dan hingga kini belum juga dikembalikan.

“Cara bicaranya lihai, ditambah wajahnya yang begitu lugu hingga orang yang belum tahu pasti akan terhanyut dan akan termakan tipu dayanya. Warga sini aja ada yang tertipu hingga Rp.800 ribu,” kata Budi. “Bukan hanya uang, perabot rumah tangga milik tetangga pun menjadi incarannya, seperti kasur dan alat memasak,” tambahnya.

Budi juga menambahkan, ketika dirinya bersama beberapa warga lainnya menelusuri keberadaan Didin, dia mendapatkan informasi yang tidak mengenakan juga di daerah-daerah yang pernah ditinggali Didin.

“Seperti di Cianjur dan Sukabumi, ternyata dia berprilaku sama seperti di sini. Kalau ada dia sudah kami cincang,” tambahnya sambil menirukan warga Cianjur yang juga merasa geram dengan Didin.* 

>>>Baca Juga: PEMABUK HAMILI PUTRI KANDUNG...
>>>BAca Juga: MAHASISWI TEWAS ABORSI...

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1