EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

POTRET#10

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Pesta miras siang bolong

SEBAR UANG SAMBIL GOYANG

Oleh : Noer

Meski sebatas minuman keras (Miras) berkadar alkohol ringan, namun dalam kapasitas banyak dan  diselenggarakan di areal wisata secara terbuka, agaknya ada sesuatu yang salah.

Pukul sembilan pagi, suasana sepanjang jalan Kampung Cicurug, Sukabumi, nampak lengang. Namun ketika matahari mulai meninggi, suasananya mendadak berubah. Jalanan beraspal selebar lima meter itu  mulai dipenuhi kendaraan lalu lalang.

Rata-rata mobil berplat nomor Jakarta, Bogor dan sekitarnya itu diketahui sama-sama menuju ke Cimelati -- tempat wisata yang menawarkan beragam ‘menu’—murah meriah sesuai selera kaum bawah.

Untuk dapat mencapai lokasinya tidak terlalu sulit. Dari jalan Raya Cicurug, sebuah papan nama lumayan besar bertuliskan tempat wisata Cimelati telah terpampang di pojok pertigaan jalan. Selebihnya, hanya ada satu jalur menuju kawasan tersebut.

Sementara untuk bisa masuk ke lokasi wisata, tiap pengunjung dikenakan tiket masuk tiga ribu rupiah. Namun bagi mereka yang datang dengan menggunakan rombongan, diberlakukan kelonggaran biaya masuk, yakni untuk bus besar dihitung borongan sebesar Rp. 150 ribu dan bis kecil sebesar Rp. 100 ribu.

Dari nilai itu, para pengunjung bebas menikmati fasilitas yang tersedia. Mulai dari kolam renang, areal bersantai ria hingga panggung pertunjukan.

Apa yang tersaji, agaknya tak membuat kawasan wisata tersebut diburu dan diminati. Beragam upaya dijalani. Diantaranya menyediakan semacam vila yang disewakan dengan beragam tarif. Mulai seharga Rp. 75-200 ribu. Bahkan untuk lebih menarik minat pengunjung untuk datang ke tempat wisata Cimelati,  beberapa fasilitas ‘lebih’ ditawarkan.

Sebuah restoran yang dilengkapi dengan fasilitas karaoke dan sebuah panggung hiburan dangdut, khusus disiapkan untuk menemani pengunjung tiap hari libur, seperti hari Minggu atau hari-hari libur nasional.

Daya tarik itu cukup jitu. Terbukti, sejak terselenggaranya acara rutin itu, kawasan wisata Cimelati makin padat dikunjungi. Tidak hanya mereka yang ingin melepas kepenatan, berwisata bersama keluarga, namun para pecandu miras, berlomba-lomba datang ke areal wisata tersebut.

Belum lagi artis-artis dangdut yang rata-rata cantik, muda, bahenol dan ‘menggiurkan’, makin membuat mereka ‘semangat’. Sebuah tempat, tak jauh dari panggung pertunjukan, sepertinya sengaja didisain sebagai warung ‘penyedia’ miras. Di warung lumayan teduh itulah, botol demi botol miras mengalir ke kerongkongan mereka. Perputaran uangnya praktis tidak sedikit, mengingat harga miras lumayan mahal.

Gawatnya, tidak hanya lelaki yang terlibat ‘pesta’ miras tersebut. Wanita-wanita muda, terkadang larut di dalamnya. Ketika alkohol mulai merasuki otak pecandu miras tersebut, beragam kejadian atraktif nampak terlihat.

Mereka yang suka joget, akan berjoget ria di depan panggung pertunjukan. Tidak hanya lelaki, namun wanita-wanita hanyut di dalamnya. Bercampur baur berdesakan memenuhi tanah lapang yang beralaskan rumput tersebut.

Tertawa lepas seakan tanpa beban. Mungkin pengaruh alkohol salah satunya yang membawa mereka tanpa malu meliuk-liukkan tubuhnya di tempat terbuka, disiang bolong hingga sore hari.

BUDAYA SAWERAN--Tidak lengkap jika dalam pertunjukan dangdut tidak dibarengi dengan saweran (uang tips untuk penyanyinya -red). Lagi-lagi, mungkin lantaran pengaruh alkohol itu yang turut mengendalikan mereka. Entah berapa banyak duit yang keluar dari kocek pengunjung dan ‘mampir’ ke ‘kantong para penyanyi yang kabarnya didatangkan dari ibukota.

Yanto (40), misalnya. Kepada Exo yang menemuinya Minggu tiga pekan lalu, lelaki asal kota hujan ini mengaku paling sedikit merogoh kocek tak kurang dari Rp. 500 ribu untung nyawer dan minum di areal wisat tersebut.

“Selain harga minuman di sini mahal, saya sudah tercatat sebagai pelanggan. Jadi mau tidak mau harus nyawer,” tandas lelaki yang hampir tiap minggu menyempatkan diri mampir ke lokasi tersebut.

Ditambahkan bahwa angka yang dikeluarkan dari koceknya kadang bisa meningkat, ketika ia ketemu pasangan. “Disini cari cewek agak mudah, sebab yang datang kebanyakan bukan muda mudi yang berpasangan, layaknya di banyak tempat wisata,” lanjut Yanto.

Bahkan jika cewek pasangannya mau dikencani, tentu nilai angka dari koceknya makin membengkak. Yanto sendiri mengaku beberapa kali mengencani cewek yang didapat dari tempat wisata tersebut. Sementara tempat kencannya, ia tak terlalu pusing, lantaran dalam satu lokasi wisata tersebut tersedia banyak kamar yang maupun rumah yang disewakan.

Lain Yanto, lain pula Budianto (37), pengunjung yang juga rajin datang ke lokasi tersebut. Berbeda dengan Yanto yang berkocek tebal, Budianto ditemui Exo, sedang menuang minuman yang dikemasnya dalam sebuah plastik hitam.

“Biar ngirit bang, bawa minuman dari luar. Disini tinggal joget dan kalau ada duit sesekali nyawer,” paparnya sambil menyeruput minuman yang belakangna diketahui adalah sebuah miras jenis anggur hitam.

Ketika ditanya apakah tidak takut petugas, sambil ngengir Budinato berucap. “Ngga ada bedanya Mas. Disana juga pada minum (sambil menunjuk warung disamping panggung pertunjukan). Bedanya hanya mereka banyak duit, minumnya mahal dan kita cuma begini,” jawab Budianto.

Bahkan pengunjung lain yang melakukan hal seperti Budianto ternyata tidak sedikit. Baik terang-terangan atau sembunyi-sembunyi sambil mencari tempat berteduh di bawah pohon-pohon yang betebaran, dengan menggelar tikar yang bisa disewa di tempat tersebut. Intinya sama.

Menghabiskan hari libur dengan lantunan musik dangdut, bergoyang bersama artis yang meliuk-liuk menggoda iman, disertai pesta miras disiang bolong.

Uniknya, pihak pengelola sedikitpun tak terusik. Bahkan kabarnya dengan adanya panggung pertunjukkan tersebut, pengunjung makin ramai. Pedagang makin laris, termasuk para pedagang miras.*

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1