EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS#10

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Bayi malang itu akhirnya tewas

PEMABUK HAMILI PUTRI KANDUNG

Oleh : Zul

 

Setahun lalu, Eni (13) –nama disamarkan—diperkosa Hasan (32), ayah kandungnya. Peristiwa itu bermula ketika Hasan yang tengah mabuk mendapati Eni sendirian di rumah istri keduanya. Darah dagingnya itu dibekap dan diperkosa. Merasa enak, Hasan mengulang dan mengulang lagi perbuatannya hingga Eni hamil dan melahirkan bayi cacat yang akhirnya meninggal dunia.

Kalau saja bayi itu hidup dan dewasa, sudah pasti akan bingung harus menyapa ayah atau kakek kepada Hasan warga Kalimanggis, RT 06/02 No 13, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kisah duka dan tragis itu berawal dari retaknya rumah tangga pasangan Hasan dan Nuryati (30), orang tua Eni.

Tahun 1990, saat usia Eni delapan bulan, ibunya yang tidak becus mengurus bayi memilih tinggal di rumah Sulastri (54), ibunya di Kampung Batakal, Batu Tulis, Bogor. “Saya minta bantuan ibu mengurus Eni waktu itu,” terang Nuryati.

Dua bulan kemudian, Nuryati menemui suaminya di Cimanggis, Depok.  Wanita itu terkejut setelah tahu rumah yang mereka beli telah dijual suaminya. Karena kesal, Nuryati minta cerai dan kembali tinggal bersama ibunya di Bogor sambil membesarkan Eni.

“Eni pernah sekolah sampai kelas empat di SD Batu Tulis V Bogor. Di rajin bantu saya jualan bakso,” kata Nuryati. Begitu naik ke kelas lima, Hasan datang dan meminta Eni tinggal bersamanya di Cimanggis, Depok. Nuryati sempat keberatan karena takut Eni diperlakukan tidak baik oleh ibu tirinya. “Setelah cerai dia kawin  lagi,” cerita Nuryati.

Nuryati termakan ucapan Hasan yang berjanji akan mengurus dan menyekolahkan Eni sampai SMU. Meskipun selama dua tahun tidak ada kabar tentang putrinya, Nuryati tidak menaruh curiga. Wanita yang telah menikah lagi itu malah berpikir kehidupan Eni akan lebih baik jika hidup bersama ayahnya.

Ternyata Hasan memperlakukan Eni tidak seperti yang dibayangkan Nuryati. Bocah itu bukan saja tidak disekolahkan, bahkan dia diperlakukan layaknya seorang pembantu rumah tangga. Awal April lalu, tiba-tiba Eni pulang ke Bogor dan mengaku diusir oleh Tesi (28), ibu tirinya.

Saat itu Eni telah berubah. Dia terlihat lebih dewasa, tidak sebanding dengan usianya yang baru 13 tahun. Sebenarnya, saat itu Eni tengah mengandung tiga bulan benih dari Hasan. Kepada ibunya, dia mengaku diusir lantaran Hasan terlibat kasus penggelapan motor milik tetangga.

Terbongkarnya kasus perkosaan itu berawal dari kecurigaan Sulastri yang melihat kondisi cucunya yang tidak normal. Selain perutnya buncit, Eni sering mual dan muntah-muntah. Suatu malam di pertengahan Oktober lalu, Sulastri memaksa cucunya menceritakan pengalamannya selama tinggal di rumah Hasan. Karena tidak mau buka mulut, wanita itu sempat berang dan mencubit cucunya.

Cubitan itu mampu membuat Eni buka mulut dan memaparkan kisah pilunya. Soal siksaan sudah dianggap biasa, tetapi setelah tahu cucunya hamil oleh mantan menantunya, Sulastri  nyaris semaput. Setelah rembukan, kasus itu dilaporkan ke Polsek Bogor Selatan, kemudian ditindak lanjuti oleh Polres Depok. Begitu akan ditangkap, Hasan sudah raib.

LAHIR CACAT--Meskipun usia kandungannya sudah tua, namun Eni tidak bisa melahirkan secara normal lantaran usianya masih sangat muda.  Tim dokter RSU PMI Bogor akhirnya melakukan operasi cesar. Bayi malang yang lahir hari Rabu (28/10) itu lahir dalam kondisi kaki dan tangannya cacat, penisnya bengkak, dan bentuk telinganya tidak normal. Sehari kemudian bayi itu meninggal dunia.

Di Ruangan Seruni,  RSU PMI Bogor tempatnya dirawat, Eni duduk ditemani Sulastri, neneknya. Dia belum bisa lepas dari trauma. Kadang-kadang termenung dengan pandangan kosong, setelah itu menangis tanpa sebab.

Menurut  korban, saat awal tinggal dengan ayahnya dia diperlakukan  baik. Dia disekolahkan di  SD Maja Mukti II Cimanggis, Depok. Namun tak sampai satu tahun, Hasan menyuruhnya berhenti sekolah dan menyuruhnya  membantu ibu tirinya mengurus di rumah.

‘Tugas’ itu dilakoninya selama dua tahun. Kesehariannya disibukkan dengan mencuci dan memasak serta membantu ibu tirinya. Perkosaan itu dialaminya sekitar Desember tahun lalu. Siang itu, Eni selesai mengerjakan tugas-tugas rumah.

Tesi, ibu tirinya kebetulan tidak ada di rumah, begitupun dengan adik dan kaka tirinya. Tak lama kemudian  Siang itu Hasan datang dalam keadaan mabuk berat. Tiba-tiba Hasan mengambil kain dan membekap mulut putri kandungnya. Kaki dan tangan bocah itu diikat. Dengan leluasa dia menodai darah dagingnya sendiri.

“Karena sering, saya lupa berapa kali bapak memperkosa saya,” kata Eni. Terakhir ketika Hasan memperkosanya, perbuatan itu dipergoki ibu tirinya. Setelah bertengkar dengan istrinya, Hasan marah besar dan melampiaskan kekesalanya dengan cara menghajar Eni. “Saya waktu itu, digebuki bapak,” kata Eni sambil menangis.

Setelah tahu putri tirinya hamil, Tesi sering memberinya jamu dan obat untuk menggugurkan kandungan. Namun, upaya itu gagal. Janin itu tidak mati, malah tumbuh cacat akibat obat dan jamu ‘peluntur’ janin.

Jenazah bayi laki-laki yang belum sempat diberi nama itu dimakamkan di pemakaman umum Batu Tulis, Bogor. Saat pemakaman tidak banyak warga yang datang. Saat itu hanya terlihat enam orang saja.  Mereka mengikuti pemakaman sampai selesai. Keluarga Hasan tidak terlihat di pemakaman.

Menurut, Didin (35) ayah tiri Eni, keluarga Hasan datang sekitar tanggal 15 Oktober 2003 lalu. Mereka minta agar Nuryati dan keluarga mencabut laporannya kepada  pihak berwajib. Namun, permohonan itu ditolak.

“Kasus ini sudah ditangani Mapolres Depok, “ kata Didin.  Kanit III Iptu Imelda Yani ketika di hubungi Exo di Mapolres Depok pada Kamis pekan, Imelda membenarkan adanya laporan pemerkosaan tersebut. Saat ini, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi termasuk ibu tiri korban yang mengetahui perbuatan suaminya. Sedangkan Hasan sampai saat ini masih dalam buruan petugas.

Kabar lain menyebutkan, setelah tahu putrinya hamil, Hasan berusaha kabur dengan modal uang dari hasil menjual motor milik tetangga.*

*** 

Sulastri (54), nenek korban

MENOLAK CERAI

Oleh : Zul

Perbuatan Hasan kepada anak kandungnya kemungkinan besar karena faktor dendam terhadap mantan isterinya Nuryati. Saat itu kata Sulastri, Hasan pernah mengungkit-ungkit perceraianya dengan anaknya. Dia datang sambil tolak pinggang dan marah-marah. Tapi waktu  itu keluarganya menasehati Nuryati agar tidak menanggapi apa yang dikatakan Hasan.

Dulu kata, Sulasteri anaknya minta cerai karana Hasan sering mabuk. Dia juga tipe kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab. Tapi anaknya waktu itu tetap tabah. Dia mencoba mengikuti kemauan Hasan. Dia juga menyarankan agar Nuryati sabar dan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangganya.

Setelah melahirkan Eni, sepertinya Hasan tidak berubah. Saat Nuryati tinggal di rumahnya mengasuh Eni, malah dia menjual rumah yang baru saja dibeli. Apalagi saat itu Hasan tidak  kompromi dengan isterinya. Namun, Nuryati tetap  tabah.

Dia terus mengikuti petualangan suaminya. Namun, Hasan tetap tidak berubah. Dia tetap meneruskan kebiasaan buruknya.  Karena tak tahan Nuryati minta cerai. Saat itu Hasan tidak bersedia menceraikan. Namun, Nuryati bersikeras sehingga Hasan tidak bisa menolak lagi.

Melalui proses panjang akhirnya Hasan menceraikan Nuryati. Namun, Hasan terlihat berat ‘berpisah’ dengan Eni  .  Dia kerap mendatangi anaknya itu setelah perceraian terjadi. Hasan datang dengan alasan mau melihat anak kandungnya.  Hasan juga sepertinya menyalahkan  keluarganya dengan alasan telah mempengaruhi  Nuryati. “Padahal saat itu yang bersikeras minta cerai adalah Nuryati. Kami tidak pernah mempengaruh dia, ” kata Sulastri.*

>>>Baca Juga : MAHASISWI TEWAS ABORSI...
>>>Baca Juga : PARANORMAL PERKOSA GADIS BAHENOL...

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1