Tata Cara Komunikasi

Sumatera Barat

   
     

 

Tata Cara dan Etika Berkomunikasi

 

 

 

 

 

 

Selaku anggota RAPI kita dituntut untuk memahami Tata Cara dan Etika Berkomunikasi yang baik dan benar. Karena itu dibutuhkan tata cara yang seragam dalam menyelenggarakan komunikasi untuk menjamin kelancaran komunikasi dan agar dapat mempergunakan frekuensi dengan prosedur yang benar. Bila kita menggunakan prosedur komunikasi yang tak seragam kemungkinan kita akan kesulitan dan tidak tercapainya komunikasi yang baik dan lancar.

Bagi anggota baru, dalam melaksanakan tata cara komunikasi yang pertama kali kadang-kadang terasa kaku. Hal ini disebabkan karena sebagai seorang operator radio dia harus memahami bahasa , tata cara dan etika berkomunikasi yang baik dan benar.  

 

Dalam menggunakan frekuensi untuk memanggil stasiun lain atau melakukan testing, sebelum memancar / transmit perhatikanlah terlebih dahulu frekuensi yang akan digunakan selama beberapa saat. Bila ternyata tidak terdengar ada yang menggunakan, masih juga harus diyakinkan bahwa frekuensi tersebut kosong dengan membuka squelch pada radio, kemudian lakukan transmitt dengan menanyakan :

 

              " Apakah frekuensi ini sedang dipergunakan, di sini JZ 03 ......... ? "

 

Setelah cara terakhir ini dilakukan beberapa kali dan tidak ada jawaban barulah dipergunakan untuk memanggil atau melakukan testing.

Dalam melakukan panggilan hindari panggilan-panggilan  yang panjang. Lakukan pemanggilan dengan singkat dan jelas. Lebih baik pemanggilan itu pendek tapi sering daripada satu kali panjang / lama.  Panggilan cukup 3 (tiga) kali selanjutnya dengarkan baik-baik sambil membuka squelch radio karena bisa jadi stasiun yang dipanggil mempunyai pancaran yang lemah pada penerimaan stasiun kita. Bila tidak ada yang menjawab, ulangi lagi seperti semula. Bila sampai tiga kali berturut-turut tidak ada jawaban berkemungkinan stasiun yang di panggil tidak monitor pada frekuensi tersebut. Disaat memanggil jangan hanya menyebutkan call sign yang dipanggil, tapi juga harus menyebutkan call sign kita sendiri yang memanggil.

 

Bila ingin menggabungkan diri pada suatu frekuensi perhatikan betul moment yang tepat untuk melakukan "kontek", pertama sekali monitor dulu dan pelajari situasi pada frekuensi tersebut. Pahami kebiasaan-kebiasaan dari stasiun-stasiun yang sedang berkomunikasi. Kalau perlu jenis-jenis peralatan stasiun yang digunakan dan lokasi mereka. Kemudian apa yang sedang mereka bicarakan. Jangan masuk dulu jika mereka sedang membicarakan suatu masalah yang bersifat penting. Bila telah memungkinkan barulah kita coba kontak. Tapi perlu diingat ! bahwa masuk dan bergabung pada suatu frekuensi akan lebih sopan jika tidak menggunakan " kontek ", saat net control mempersilahkan stasiun join, inilah waktu yang paling baik untuk langsung masuk dengan mengunakan salam (selamat malam/selamat siang/selamat pagi, dsbnya). Namun jika net control terlalu lama mempersilahkan, tidak ada salahnya juga menggunakan "kontek". Lakukan "kontek" pada saat interval (spasi pergantian transmit), usahakan untuk "kontek" pertama itu menggunakan daya pancar maksimal agar mudah terpantau oleh rekan yang akan menerima.

  

Untuk masuk ke dalam suatu frekuensi tidak harus memakai kata "break", malah hindarilah sebanyak mungkin dan hanya digunakan kalau memang darurat. Karena kata "break" berarti Pecah/ Patah/ Putus, ada semacam ungkapan pemaksaan. Jika untuk masuk menggunakan kata "break" dapat diartikan memaksa rekan yang sedang komunikasi agar memutuskan komunikasinya untuk menerima kita. Walaupun tidak ada aturan yang melarang namun dalam etika berkomunikasi tentunya kurang baik. Sebaiknya menggunkan kata "kontek" karena kontek berarti hubungan yang dapat diartikan bahwa yang menyebutkan kata tersebut memohon untuk dapat dihubungkan atau diterima untuk berkomunikasi pada frekuensi itu.

 

Dalam kelompok yang sudah saling kenal biasanya lebih mudah untuk masuk, karena biasanya kehadirannya memang sudah ditunggu atau diharapkan oleh rekan-rekan yang sedang berkomunikasi. Mendesak dengan "kontek" terus menerus apalagi hanya untuk sekedar bergabung atau berita yang tidak terlalu penting hanya akan memperlihatkan sifat ingin menonjolkan diri. Masuklah ke frekuensi dengan menyebutkan call sign. Dengan sendirinya anda telah menyebutkan identitas untuk menghindari pertanyaan dari yang menerima dan untuk menghemat waktu. Jangan main tebak-tebakan untuk mengetahui identitas. Setelah anda kontak dengan menyebutkan call sign, tunggulah reaksi atau jawaban dengan sabar. Setelah dipersilahkan masuk, jangan langsung bicara pada pokok persoalan sebelum memperkenalkan diri jika memang belum dikenal.

 

Dalam Komunikasi Radio Antar Penduduk Indonesia  wajib menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak dibenarkan menggunakan sandi atau kode, kecuali Ten Code / Kode 10 untuk mempersingkat waktu.

 

Jangan lupa menyebutkan call sign sendiri dan call sign lawan komunikasi di awal dan diakhir pancaran, minimal sekali setiap 3 menit. Hindari berkomunikasi dengan stasiun lain selain KRAP karena hal ini memang dilarang.

 

Disaat transmitt jangan berbicara dengan orang yang berada disamping anda, karena hal ini akan membosankan bagi lawan bicara anda, apalagi pembicaraan tersebut tidak ada hubungan dengan lawan bicara anda tersebut. Makan atau mengunyah disaat transmit juga merupakan hal yang kurang baik. Hindari hembusan nafas masuk microphon disaat berbicara atau menguap.

 

Selalulah berbicara sopan, tidak memperlihatkan marah, dengki, dendam dan sebagainya, karena hal ini tidak ada gunanya. Jika sedang ada problem atau perasaan sedang sensitif, sebaiknya tidak usah transmit karena bisa jadi pembicaraan di frekuensi akan mudah memancing emosi.

 

Sampaikan 10-23 atau 10-6 ditengah komunikasi apabila ada sesuatu yang mendadak harus dikerjakan, misalnya menerima telpon, mengambil minum, menerima tamu dsbnya. Jangan transmit terus disaat tersebut, karena memancarkan sinyal terus-menerus berarti telah menutup frekuensi dan akan mempersulit rekan lain untuk masuk atau menggunakan frekuensi itu.

 

Janganlah melakukan pembicaraan yang bersifat Politik, Sara atau hal lain yang dapat menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban. Menggunakan kata-kata kotor atau kata-kata tidak sopan hanya akan mendapatkan cemoohan dari yang mendengarkan. Jangan mensponsori pembicaraan mengenai orang lain. Lebih baik bertanya kalau tidak tahu dari pada mengira-ngira, karena yang mendengar bisa menganggap hal yang di kira-kira itu sudah pasti. Dan tentunya kita menjadi penyebar kabar yang tidak benar.

 

Perlu diingat bahwa disaat transmit kita tidak bisa memperkirakan berapa banyak pasang telinga yang ikut mendengar, karena belum tentu yang ikut monitor hanya yang bergabung saja. Kepribadian seseorang dapat dinilai dari cara berbicara di frekuensi. Karena itu jagalah kepribadian anda agar tidak tercemar oleh itu.

 

Ada beberapa hal lain yang juga dilarang seperti berpidato, bernyanyi, putar lagu dsbnya. karena hal ini sama dengan menutup frekuensi, sehingga rekan-rekan lain tidak dapat mempergunakan frekuensi tersebut.

 

Dalam berkomunikasi yang lebih dari dua stasiun pada frekuensi yang sama, ada salah satu cara yang efektif dan adil yaitu komunikasi berlingkar. Satu stasiun sebagai net control mengatur giliran, dan komunikasi diselenggarakan menurut gilirannya. Apabila hal ini dilakukan sudah tentu semua stasiun akan tekun dan cermat mendengarkan pembicaraan. Yang jelas semua stasiun akan mendapat giliran dan tidak ada yang "kedinginan".

 

Disaat berkomunikasi sering dijumpai kata-kata asing atau aneh, seperti nama, singkatan, dsbnya. Sehingga perlu mengeja agar tidak menimbulkan salah dengar, salah tafsir atau salah makna serta salah dalam mencatatnya. Untuk itu perlu diketahui cara-cara mengeja tersebut sebagai berikut :

 

a.  Dieja terlebih dahulu kata-kata yang akan dieja.

b.  Selanjutnya dengan kata-kata   " saya eja "

c.  Bila diperlukan beritahu terlebih dahulu mengenai yang akan dieja  " dalam huruf " bila yang

     akan dieja adalah huruf-huruf, dan  " dalam angka "  bila yang akan dieja adalah angka-angka.

d.  Mulai mengeja dengan menggunakan Alphabet Internasional.

e.  Dibaca kembali kata-kata yang dieja tadi.

f.   Melanjutkan kembali kata-kata berikutnya.

 

Contoh :                     ..........nama saya Budi, 10 - 20  Padang .............

 

Mengeja :                  ..........nama saya Budi, saya eja Budi......Bravo-Bravo, Uniform-Uniform,

                                             Delta-Delta, India-India.

                                             10 - 20 Padang, saya eja Padang.....Papa-Papa, Alpha-Alpha, Delta-

                                             Delta, Alpha-Apha, November-November, Gelg-Golf.

 

Keterangan :    Apabila tidak dieja, bisa keliru, BUDI menjadi RUDI, YUDI dan sebagainya.

 

Dalam berkomunikasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

 

1. Usahakan berbicara tidak terlalu pelan dan tidak terlalu jauh dari microphone.

2. Hindari berbicara cepat-cepat, bicaralah dengan tenang dan teratur.

3. Hindari bahasa ganda, pergunakan bahasa yang simple.

    Jangan seperti : ....lokasi 10-20 saya.....  atau

                                ....oleh karena disebabkan.......

4. Usahakan tidak berulang-ulang dengan kata-kata yang sama. Misalnya berualang kali

    mengatakan .......selamat malam......., ......salam sejahtera........, dsbnya.

5. Bicaralah yang ringkas apabila frekuensi tersebut sedang ramai.

6. Kalimat yang panjang hendaknya dibagi atau diputus sebaik mungkin sehingga mudah

    dimengerti dan tidak menjadi salah penafsiran.

    Contoh : 

                   Berita :  Di sini stasiun Rapi Wilayah Padang mengudara pada .......

                   Cara yang salah  : Di sini stasiun - induk Rapi Wilayah - Padang mengudara pada ......

                   Cara yang benar : Di sini stasiun induk - Rapi Wilayah Padang - mengudara pada.......

7. Biasakan selalu mencatat hal-hal yang penting untuk dingat.

 

 

Keseragaman tata cara komunikasi perlu dihayati oleh setiap anggota Rapi. Tidak sedikit frekuensi yang semberaut digunakan oleh mereka yang tidak mempunyai pengetahuan tentang komunikasi radio sehingga banyak tata cara yang tidak benar ditularkan kepada yang lain. Sangat disayangkan bagi mereka yang mau saja ketularan. Oleh karena itu jangan mencontoh sesuatu jika tidak paham bahwa itu adalah benar, sebaiknya pergunakan tata cara yang betul-betul kita yakini itu benar. Demikian juga dengan istilah, hindari istilah-istilah yang tidak dipahami arti, maksud dan kegunaanya, akan lebih baik tidak menggunakan istilah dan hanya menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar agar kita tidak ikut tertulah oleh hal-hal yang salah.

 

Penggunaan stasiun Komunikasi Radio Antar Penduduk dengan baik dan benar oleh setiap anggota RAPI akan mencerminkan bagaimana citra dari Organisasi RAPI itu sendiri.

Oleh karena itu sangat penting bagi setiap anggota RAPI untuk dapat melaksanakan Tata Cara dan Etika berkomunikasi, mamahami dan melaksanaan aturan-aturan yang berlaku bagi Komunikasi Radio Antar Penduduk serta memelihara dan mempertahankan disiplin komunikasi.

Somoga selalu terjaga Tertib Komunikasi.

 

oooOooo

 

 

______________________________________________________________________________oleh : JZ 03 AN____

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1