|
RFI adalah singkatan dari Radio Frequency Interferece. Maksudnya
adalah gangguan yang terjadi pada peralatan elektronika yang disebabkan oleh
pancaran RFI dari sebuah pemancar. Hal ini lebih populer dengan istilah "
splatter ".
Adakalanya sebuah stasiun KRAP memberi atau menerima "
splatter " terhadap stasiun lain. Gangguan ini bisa terjadi pada sesama
stasiun KRAP maupun pada peralatan komunikasi lain, seperti Televisi, siaran
Radio, Telepon, dan sebagainya. Pada dasarnya penyebab terjadinya gangguan
"splatter " ini adalah penggunaan perangkat komunikasi yang tidak sesuai dengan
persyaratan teknis. Apabila suatu stasiun dipasang dan dipergunakan dengan baik
menurut aturan semestinya, maka stasiun tersebut tidak akan mengalami gangguan -
gangguan itu.
Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang pemasangan dan
penggunaan stasiun yang baik dan benar.
Di sini akan dibahas tentang cara mengatasi RFI / Splatter yang
dibagi menjadi dua bagian :
-
MENGATASI RFI / SPLATTER PADA STASIUN
RADIO KRAP
Ada beberapa penyebab
terjadinya " splatter " ini pada stasiun KRAP antara lain :
-
Pemasangan jalur transmisi antena yang tidak baik.
Sebelum memancar pada sebuah stasiun yang baru dipasang terlebih
dahulu periksalah jalur transmisi antena mulai dari connector antena pesawat
radio sampai ke antena yang digunakan. Karena di sini sering terjadi penyebab
gangguan " slatter " tersebut. Pergunakanlah kabel antena yang berkualitas baik
dan sesuai dengan inpedance antena dan radio yang digunakan. Kabel antena jenis
coaksial (kabel tunggal yang diselubungi serabut) yang berkualitas kurang baik
dapat juga menjadi penyebab gangguan, karena mempunyai serabut atau ground yang
tidak sempurna. Periksalah solderan pada connector kabel dengan teliti, jangan
sampai ada patri yang tidak baik dan rapi. Apabila ada sekrup / baut yang
longgar supaya dikencangkan, bila ada karatan supaya diperbaiki atau diganti
baru. Hindari kulit kabel terkelupas, apalagi membuat sambungan kabel transmisi.
Apabila memerlukan juga penyambungan kabel antena, mintalah petunjuk dari
seorang yang ahli. Cara penyambungan kabel antena ini sengaja tidak kita bahas
pada kesempatan ini karena hal itu terlalu teknis dan membutuhkan pembahasan
yang cukup panjang.
-
Mempergunakan daya pancar melebihi ketentuan (power besar).
Memancar dengan daya pancar (watt pesawat radio) yang besar,
juga merupakan salah satu penyebab timbulnya RFI / Splatter. karena semakin
besar power yang digunakan maka akan semakin besar pula rembesan frekuensi yang
dikeluarkan yang tentunya mengakibatkan gangguan RFI / splatter. Apalagi dengan
menggunakan " booster ". Inilah salah satu alasan kenapa Pemerintah membatasi
daya pancar setiap pengguna radio / frekuensi. Izin yang diberikan di sesuaikan
dengan ketentuan Persyaratan Teknis Komunikasi Radio Antar Penduduk.
Ketentuan Daya Pancar Stasiun KRAP :
Perangkat Induk
25 Watt.
Perangkat Jinjing
5 Watt.
-
Over Modulasi.
Mudulasi adalah hasil dari sebuah proses penguatan suara yang
bernama modulator. Pada rangkaian modulator ini ada sebuah Variable Resistor (stelan
mic gain) yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya suara yang masuk ke
microfon. Apabila di-stel terlalu tinggi akan membuat suara dari microfon
terlalu besar, bahkan bisa menjadi terputus-putus. Hal inilah yang dimaksud
dengan over modulasi. Over Modulasi ini juga dapat mengakibatkan
timbulnya RFI / Splatter. Bagi yang menggunakan Mic Compressor agar betul-betul
diperhatikan prosedur teknik, dan tidak membuka mic gain selebar-lebarnya karena
ada ketentuan bahwa setiap perangkat radio yang diproduksi harus dilengkapi
dengan pembatas modulasi ( modulation limiter ) yang dapat mencegah RFI /
splatter.
-
Pemasangan Ground yang kurang baik.
Tidak sedikit para pengguna perangkat radio yang kurang
memperhati ground, bahkan banyak yang tidak menggunakan. Ground yang tidak
terpasang dengan sempurna juga dapat menyebabkan terjadinya RFI / Splatter. Pada
sebuah stasiun sebaiknya kita perhatikan :
Pada sebuah radio KRAP
yang kotak / box-nya terbuat dari logam merupakan ground dari rangkaian.
Disamping membuat hubungan ke tanah perlu juga kita perhatikan apabila sekrup /
baut dari kotak / box tersebut yang tidak terkunci dengan rapat, karena hal ini
akan menyebabkan rangkaian radio kehilangan ground yang tentunya dapat juga
mengakibatkan timbulnya RFI / Splatter.
Pada sebuah antena
biasanya selalu menggunakan baut / sekrup untuk menghubungkan bagian - bagian
dari element. Perlu diperhatikan apabila baut / sekrup ini longgar supaya
dikunci dengan baik. Antena jenis Ground Plane (ring-o) yang merupakan
ground-nya adalah radial (kumis), sama juga halnya dengan yang
menggunakan 8 (delapan) radial (kumis). Pada antena Yagi, semua element beserta
Boom (jika Boom terbuat dari logam) adalah ground antena tersebut.
Sebuah menara antena
sebaiknya terbuat dari logam, agar dapat di-ground-kan. Menara yang mempunyai
ground akan membantu pancaran / penerimaan stasiun itu serta dapat menghindari
sambaran petir (bila antena lebih rendah dari ujung menara).
Power Supply yang
merupakan catu daya, pada box / kotak yang terbuat dari logam juga merupakan
ground rangkaian. Ground ini bukan hanya membantu radio dalam penerimaan dan
pancaran tapi juga menetralisir induksi dari rangkaian, akan tetapi yang jauh
lebih penting adalah untuk menjaga keamanan diri kita sendiri dari sengatan
listrik, jika terjadi hubungan singkat antara tegangan listrik dengan box /
kotak di dalam power supply itu.
CARA MEMBUAT GROUND :
Banyak cara untuk
membuat ground, antara lain sebagai berikut :
Cari sebuah lempengan
logam (sebaiknya aluminium supaya tidak ber-karat) ukuran 40 X 40 cm, hubungkan
dengan sebuah kawat NGA ukuran minimal 2,5 mm, lalu benamkan ke dalam tanah,
semakin dalam akan semakin baik (minimal 1 meter untuk tanah yang lembab). Ujung
dari kawat NGA itu hubungkan kebagian - bagian yang disebutkan di atas.
Apabila rumah anda
punya sumur, akan lebih baik dipasang di dalam sumur itu. Akan lebih sempurna
apabila semua bagian tersebut mempunyai ground masing - masing yang terpisah.
Usahakan ground ini
tidak terlalu jauh dari Radio, dan pergunakan kawat NGA tersebut sependek
mungkin serta lurus (tidak ber-belok/banyak patahan).
-
Stasiun yang berdekatan.
Apabila kita memasang dua stasiun yang berdekatan sering terjadi
gangguan RFI / Splatter. Hal ini memang sulit ditanggulangi, apalagi jarak kedua
antena itu sangat dekat sekali dan menggunakan power yang besar. Untuk mengatasi
hal ini harus diusahakan membuat jaraj antena yang agak jauh atau mengusahakan
ketinggiannya berbeda. Dan apabila masih terjadi RFI / Splatter, usahakan untuk
sama - sama mengurangi daya pancar sekecil mungkin.
-
MENGATASI GANGGUAN RFI / SLATTER PADA
TELEVISI
Apabila terjadi gangguan RFI / Splatter
pada sebuah Televisi, biasanya kesalahan terjadi pada stasiun radio terdekat,
namun tidak tertutup kemungkinan pada Pesawat Televisi itu sendiri. Langkah awal
yang harus kita lakukan adalah memastikan dari mana kesalahan itu terjadi apakah
pada stasiun KRAP kita atau pada Pesawat Televisi itu sendiri. Terlebih dahulu
lakukan pemeriksaan pada stasiun KRAP anda seperti langkah di atas dengan teliti.
Apabila anda telah yakin bahwa penyebab itu bukan dari stasiun anda,
berkemungkinan kesalahan terjadi pada antena Televisi itu sendiri. Dan untuk
mencari kesalahan ini lakukanlah pemeriksaan seperti pada stasiun anda. Periksa
semua instalasi antena, mulai dari connector antena Televisi sampai ke antena.
Perlu diketahui sebuah antena Televisi yang menggunakan " booster " untuk
memperkuat daya penerimaan, juga akan membuat semakin mudah terkena RFI /
Splatter. Apabila " booster " dicabut, gangguan akan semakin berkurang. Akan
tetapi tidaklah demikian maksudnya, kita harus berusaha agar instalasi antena
Televisi itu tetap seperti sediakala, akan tetapi gangguan dapan ditekan
serendah mungkin. Apabila gangguan RFI / Splatter masih ada, dapat kita lakukan
pemasangan sejenis Filter pada kabel transmisi antena Televisi tersebut, jenis
filter ini dikenal dengan istilah " quarter wave tuned setub ", yaitu sepotong
kabel antena Televisi yang disambungkan parallel dengan kabel antena yang
tersambung dengan Televisi. Potong kabel antena Televisi kira - kira 1 (satu)
meter, pasangkan secara parallel dengan kabel antena Televisi pada connector
antena Televisi itu dengan menggunakan T-connector. Kabel ini disebut setup.
Pada ujung akhir setup ini disambungkan (sambungan pendek). Lakukan pemotongan
pada setup, setiap 4 cm sampai setup tersebut berfungsi menghilangkan gangguan
RFI / Splatter.
Semoga cara - cara yang dijelaskan di
atas dapat menghindari RFI / Splatter yang mungkin selama ini mengganggu
komunikasi anda.
|