Page 50 - Ekoteologi-Banjar
P. 50

JUDUL PENYULUHAN/CERAMAH            : Peran KUA dalam Mewujudkan Kepedulian Lingkungan
                                                   Berbasis Ekoteologi

               NAMA                                : Muhammad Ramadhani, S.H.

               Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

               Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta dengan
               penuh keseimbangan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad

               SAW, yang telah memberikan teladan dalam menjaga kebersihan, kesederhanaan, dan keseimbangan
               hidup.


               Hadirin yang dirahmati Allah,

               Dalam ajaran Islam, manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Hal ini menunjukkan bahwa
               kita memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya dalam beribadah secara ritual, tetapi juga dalam

               menjaga dan merawat lingkungan. Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini, seperti pencemaran,
               sampah yang menumpuk, dan pemborosan sumber daya, tidak lepas dari ulah manusia yang kurang

               bijak dalam memanfaatkan alam.


               Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
               “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia...” (QS.

               Ar-Rum: 41).
               Ayat ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ketaatan kita kepada Allah

               SWT.

               Hadirin sekalian,

               Sebagai  lembaga  keagamaan,  Kantor  Urusan  Agama  (KUA)  memiliki  peran  strategis  dalam
               menanamkan  nilai-nilai  keislaman  kepada  masyarakat,  termasuk  dalam  hal  kepedulian  terhadap

               lingkungan.  KUA  tidak  hanya  mengurusi  administrasi  pernikahan,  tetapi  juga  memiliki  fungsi

               pembinaan  umat,  seperti  bimbingan  perkawinan  (bimwin),  penyuluhan  agama,  dan  pembinaan
               keluarga  sakinah.  Melalui  peran  tersebut,  KUA  dapat  menjadi  pelopor  dalam  gerakan  ramah
               lingkungan berbasis nilai-nilai agama atau yang kita kenal dengan istilah ekoteologi.


               Hadirin yang berbahagia,

               Ada beberapa langkah sederhana namun berdampak yang dapat dilakukan di lingkungan KUA:
               1.  Mengurangi penggunaan kertas dalam pelayanan. Saat ini, KUA sudah mulai  beralih ke sistem

                  digital, ini bukan hanya mempermudah pelayanan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian
                  terhadap lingkungan.
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55