Page 45 - Ekoteologi-Banjar
P. 45
"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.
Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat
Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 56)
Kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan secara liar, pencemaran sungai, polusi
udara, dan pemborosan energi, bukan hanya masalah duniawi, tetapi juga pelanggaran
terhadap amanah Allah.
Nilai Ekoteologi dalam Islam
1. Amanah, bumi adalah titipan Allah, bukan milik mutlak manusia
Amanah berarti tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia. Bumi, air,
udara, hutan, dan seluruh ekosistem adalah titipan Allah yang harus dijaga. Merusak
alam sama dengan mengkhianati amanah. .
2. Mizan (keseimbangan), Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat,
maka jangan kita rusak dengan keserakahan.
"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keseimbangan),
supaya kamu jangan merusak keseimbangan itu." (QS. Ar-Rahman: 7–8).
3. Israf (berlebih-lebihan), Islam melarang boros, termasuk dalam penggunaan air,
energi, dan sumber daya alam. Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan." (QS. Al-
Isra: 27).
4.ُRahmatanُlilُ‘alamin,ُIslamُhadirُsebagaiُrahmatُbagiُseluruhُalam, bukan hanya
manusia. Rahmat ini mencakup hewan, tumbuhan, tanah, air, dan udara. Rasulullah
SAW mencontohkan kasih sayang terhadap hewan, melarang penyiksaan, dan
menganjurkan menanam pohon sebagai amal jariyah.
Mari kita jadikan diri kita, keluarga kita, dan lembaga keagamaan kita sebagai teladan
dalam gerakan ramah lingkungan. Dengan begitu, kita bukan hanya mendekatkan diri
kepada Allah, tetapi juga mewariskan bumi yang sehat bagi generasi mendatang.
ا
ا ا ا
ا
ه
ا ا
ُ ه تااكرابو ُ هالله ُ ةمْحرو ُ ْم كْيلع ا ُ م ا لََّسلاو ا . ُ هباوَّصلاب ُ مالْعأ ا ُ َّ اللّو ا

