Page 48 - Ekoteologi-Banjar
P. 48
JUDUL PENYULUHAN/CERAMAH : Menjaga Lingkungan Hidup Untuk Kepentingan Bersama
NAMA : MUHAMMAD AMINULLAH, S. H.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang terhormat Bapak/Ibu sekalian, hadirin yang berbahagia,
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat
dan karunia-Nya kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal afiat. Shalawat
serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,
keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT,
Tema yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah tentang menjaga lingkungan Hidup
Untuk kepentingan bersama. Lingkungan hidup merupakan anugerah Tuhan yang tak ternilai
harganya. Ia menyediakan udara bersih yang kita hirup, air segar yang kita minum, dan tanah subur
yang menghasilkan makanan kita. Namun, sayangnya, akhir-akhir ini kita menyaksikan semakin
banyaknya kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar kita.
Kita sering melihat pemandangan yang memprihatinkan, seperti hutan yang gundul akibat
penebangan liar, sungai-sungai yang tercemar oleh limbah pabrik dan sampah rumah tangga, serta
udara yang semakin kotor akibat polusi kendaraan bermotor. Kerusakan lingkungan ini tidak hanya
mengancam kelangsungan hidup makhluk hidup, termasuk manusia, tetapi juga memicu berbagai
bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan.
Di antara amanah yang Allah berikan kepada manusia adalah untuk menjaga lingkungan hidup. Hal
ini sebagaimana diisyaratkan Allah dalam QS. al-Anbiya’ [21]: 107,
ٰ ْ
ا
ْ ً
َنْيِمَلٰعلِل ةمْحر لَِّا َكنلَس ْ رَا ٓامو
َ
َ
َ َ
Artinya “Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh
alam”.
Bahwa Nabi Muhammad diutus adalah untuk membawa rahmat bagi seluruh alam, bukan sekadar
manusia saja. Ayat tersebut membuktikan bahwa umat Islam harus dapat mengamalkan ajaran yang
membawa keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh alam. Betapa Allah telah menundukkan alam
semata-mata hanya untuk kepentingan manusia, sebagaimana tercantum dalam firman-Nya,

