Page 51 - Ekoteologi-Banjar
P. 51
2. Menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kantor. Lingkungan KUA yang bersih dan nyaman
akan mencerminkan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kebersihan, sebagaimana hadits Nabi:
“Kebersihan adalah sebagian dari iman.”
3. Menyisipkan pesan-pesan kepedulian lingkungan dalam setiap kegiatan pembinaan, seperti
bimbingan perkawinan. Calon pengantin dapat diajak untuk memulai kehidupan rumah tangga
yang tidak hanya harmonis, tetapi juga peduli lingkungan, misalnya dengan mengelola sampah
rumah tangga, menghemat energi, dan hidup sederhana.
4. Memberikan keteladanan langsung. Apa yang disampaikan akan lebih bermakna jika diiringi
dengan contoh nyata. Petugas KUA yang terbiasa menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan
hidup sederhana akan menjadi inspirasi bagi masyarakat.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ekoteologi bukanlah konsep yang rumit. Ia adalah cara pandang bahwa menjaga lingkungan
merupakan bagian dari ibadah. Setiap langkah kecil yang kita lakukan, seperti mengurangi sampah,
menghemat air, menjaga kebersihan, akan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah SWT. Bayangkan
jika setiap keluarga yang dibina oleh KUA memiliki kesadaran ini. Maka akan lahir keluarga-keluarga
yang tidak hanya sakinah, mawaddah, warahmah, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Dari keluarga, akan terbentuk masyarakat yang lebih sadar, dan pada akhirnya akan membawa
perubahan yang lebih luas.
Sebagai penutup, marilah kita bersama-sama berkomitmen untuk menjadikan KUA sebagai contoh
lembaga yang tidak hanya melayani urusan keagamaan, tetapi juga menjadi pelopor dalam menjaga
lingkungan. Semoga setiap upaya kecil yang kita lakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir
pahalanya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

