Page 35 - Ekoteologi-Banjar
P. 35
JUDUL PENYULUHAN/CERAMAH : Menjaga dan Merawat Alam Semesta
NAMA : MUHAMMAD ZIN, Lc
segala puji bagi Allah ta'ala yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan, ni’mat
yang paling besar adalah ni’mat iman dan islam dan juga ni’mat sehat wal’afiat
sehingga kita dapat memandang dan menikmati indahnya alam
semesta ini. Shalawat beserta salam, marilah kita haturkan kepada baginda kita Habibana
wa Nabiyyana Muhammad SAW, juga kepada para keluarganya, sahabatnya,
dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal ‘alamin.
Lingkungan adalah salah satu karunia Allah SWT yang diberikan kepada manusia sebagai
amanah. Keindahan alam, keseimbangan ekosistem, dan sumber daya yang melimpah
merupakan nikmat yang tidak ternilai. Namun, bagaimana kita menjaga dan
memanfaatkan amanah ini ? Dalam Islam, menjaga lingkungan bukan hanya tentang gaya
hidup ramah lingkungan, tetapi juga bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Allah SWT menciptakan langit, bumi, dan segala isinya dengan kesempurnaan. Dalam Al-
Qur’an, Allah sering mengajak manusia untuk merenungkan keindahan ciptaan-Nya
sebagai tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya. Firman Allah:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang
terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran:
190).
Melalui ayat ini, Allah mengingatkan kita untuk memperhatikan ciptaan-Nya,
menghargainya, dan memeliharanya.
Langit biru, air yang mengalir, dan tumbuhan yang tumbuh adalah anugerah yang
membutuhkan perhatian dan rasa syukur kita.
Islam mengajarkan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah (pemimpin) di bumi.
Sebagai khalifah, tugas kita bukan hanya menikmati sumber daya alam, tetapi juga
merawat dan menjaga keseimbangan lingkungan. Allah berfirman:
“Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu
pemakmurnya…” (QS. Hud: 61).
Kata “memakmurkan” dalam ayat ini mengandung makna bahwa manusia harus
bertindak bijak terhadap lingkungan, tidak merusaknya, dan menggunakan sumber daya
secara adil.
Di zaman modern, masalah lingkungan semakin kompleks. Polusi udara, pencemaran air,
deforestasi, hingga perubahan iklim adalah beberapa isu besar yang membutuhkan
perhatian kita. Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta
dalam solusi, baik melalui tindakan individu maupun kolektif.
Sebagai contoh, menggunakan barang-barang yang dapat didaur ulang, mengurangi
penggunaan plastik sekali pakai, dan beralih ke sumber energi terbarukan adalah langkah
sederhana yang dapat membantu mengurangi kerusakan lingkungan. Kita juga bisa
memulai gerakan kecil, seperti menanam pohon atau membersihkan lingkungan sekitar.
Dalam Islam, menjaga lingkungan tidak hanya sebatas kewajiban sosial, tetapi juga
menjadi ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah. Setiap tindakan kecil yang
dilakukan untuk menjaga bumi akan dihitung sebagai amal kebaikan.

