Page 31 - Ekoteologi-Banjar
P. 31

JUDUL PENYULUHAN/CERAMAH            : Larangan Berbuat Kerusakan Di Bumi
               NAMA                                : Maimunah SHI


               Mukadimah:
                                                                                          ن
                   هل  لضم   لاف   الله   هدهي   نم   ،انلامعأ   تائيس   نمو   انسفنأ   روش ر    نم   للهاب   ذوعنو   ،هرفغتسنو   هنيعتسنو   هدمحن   ،   يملاعلا  ب      ر  لله   دمحلا
                                              ً                 ر
               لىع   كرابو   ملسو   لص   مهللا   ،هلوسرو   هدبع   ادمحم    نأ    دهشأو   ،هل   كيش    لا    هدحو   الله    ا لاإ    هلإ    نأ   لا    دهشأ .     هل  يداه   لاف   للضي   نمو
                ن
               ا   يعمجأ   هبحصو   هلآ   لىعو   دمحم   انديس.
               دعب   امأ،

               Hadirin yang dirahmati Allah,
               Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala

               perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
               Pada kesempatan ini, kita akan merenungi firman Allah SWT dalam Al-Qur’anاsurahاAl-A’rafاayatا56:


               "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya. Berdoalah kepada-

               Nya dengan rasa takut (tidak diterima) dan penuh harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat
               Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-A'raf: 56).

               Artinya:
               “Danا janganlahا kamuا membuatا kerusakanا diا mukaا bumiا setelahا (Allah)ا memperbaikinya,ا danا

               berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada
               orang-orangاyangاberbuatاbaik.”

               Hadirin yang berbahagia,
               Ayat ini mengandung peringatan keras dari Allah SWT agar manusia tidak berbuat kerusakan di muka

               bumi. Padahal bumi ini telah Allah ciptakan dengan penuh keseimbangan dan keteraturan.
               Kerusakan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan, seperti penebangan hutan

               secara liar, pencemaran air, dan perusakan alam, tetapi juga kerusakan moral, sosial, dan spiritual.

               Kerusakan moral misalnya maraknya kebohongan, fitnah, dan perbuatan maksiat. Kerusakan sosial
               seperti  ketidakadilan,  penindasan,  dan  permusuhan  antar  sesama.  Sedangkan  kerusakan  spiritual
               adalah jauhnya manusia dari Allah SWT.

               Hadirin yang dirahmati Allah,


               Allah SWT juga memerintahkan kita untuk berdoa dengan rasaاkhaufا(takut)اdanاraja’ا(harap).اTakutا

               akan azab Allah jika kita berbuat dosa, dan berharap akan rahmat-Nya jika kita berbuat kebaikan.
               Inilah keseimbangan dalam kehidupan seorang mukmin. Tidak boleh hanya takut saja hingga putus

               asa, dan tidak boleh hanya berharap saja tanpa amal.
               Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

               Artinya:
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36