Page 28 - Ekoteologi-Banjar
P. 28

ketaatan kepada Allah. Merusak lingkungan merupakan bentuk pelanggaran terhadap amanah Allah,

               karena dampaknya tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kehidupan makhluk lain
               dan keadilan sosial. Oleh karena itu penting untuk menguatkan nilai-nilai ekoteologi dalam setiap

               individu.

                       Nilai-nilai  ekoteologi  tercermin  jelas  melalui  ajaran  Al-Qur’an  dan  sunnah  Rasulullah.  Al-
               Qur’an  jelas  melarang  kita  membuat  kerusakan  di  bumi  setelah  Allah  memperbaikinya.  Allah
               berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-A'raf ayat 56:
                                                               ۗ
                                                                                    ِ
                                                             ِ
                                                                                ِ
                                      ِ ِ
                                                                                                   ِ
                                              ِ
                                                    ِه
                                                                                               ِ
                                        يْنسحم   ْلا نم بيِ رَ ق للّا ت ْ حمر َّ نا اعمَ طَّ و اً فوخ هوعداو اهح َ لاصا دع ب  ِ ضرَْ لَا فِ اودسْ ف ت  َ لَو َ
                                                                                                 ْ ُ
                                                                                                     ُ
                                                                     ْ َ ُ ُْ ْ َ َ
                                     َْ ْ ُ
                                             َ   ٌ ْ   َ َ َ
                                                                                  ْ َ َْ
                                                                                           ْ
                                                               ً َ
               Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-
               Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-
               orang yang berbuat baik.”
                       Rasulullah juga memberikan teladan pelestarian lingkungan, seperti anjuran menanam pohon
               meski hari kiamat hampir tiba, menjaga kebersihan air, dan larangan menebang pohon sembarangan
               bahkan di tengah peperangan. Semua itu menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian
               dari etika Islam yang luhur. Sabda Rasulullah:
                                                                                       ِ
                                                                               ِ
                                                                                   ِ
                                                                                                   ِ
                                                                         ِ ِ
                                            اهسِ رغ يْ لَ  ف اهسِ رغ ي  َّ تَّح موُ ق ت  َ لَ ْ نَ أ عاَ طتسا نإَ ف    ٌ ةَ ليسَ ف مُ كدحَ أ دي  ِ فِو ُ ةعاَّ سلا تماَ ق نإ
                                                  َ َ َ َ َ َ
                                                     ْ
                                          َ ْ ْ
                                                                                        َ َ َ
                                                                   َ َْ
                                                                                                    َ
                                                                                 ْ َ
                                              َ
               Artinya: “Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas,
               maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari
               dan Ahmad)
               Jama’ah yang dirahmati Allah...
                       Menyelamatkan  lingkungan  berarti  menjaga  keberlangsungan  hidup  seluruh  makhluk  dan
               sekaligus  mengabdikan  diri  kepada  Allah.  Melalui  pendekatan  ekoteologis  ini,  keyakinan  dalam
               beragama diharapkan kembali  menyatu dengan kelestarian alam, sehingga keseimbangan ciptaan
               dapat terjaga untuk generasi masa kini dan yang akan datang. Dengan kuatnya ekoteologi dalam diri,
               maka kita tidak hanya taat dalam ibadah ritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian
               alam  sebagai  amanah  Allah  SWT.  Kesadaran  ini  akan  mendorong  kita  untuk  menjaga  kebersihan

               lingkungan, mengelola sumber daya alam secara bijak, serta menolak segala bentuk perusakan dan
               pemborosan yang merugikan kehidupan.

                       Ketika nilai-nilai keimanan terwujud dalam sikap ekologis, maka bumi akan tetap terpelihara
               keseimbangannya, keberlanjutan kehidupan dapat dijaga, serta rahmat Islam sebagai agama yang

               membawa kedamaian bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin akan benar-benar tercermin dalam
               perilaku kita.

                       Semoga penguatan ekoteologi menjadi jalan tercapainya keberkahan dan kesejahteraan bagi

               seluruh makhluk di muka bumi. Amin ya Robbal ‘aalamin.
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33