Page 24 - Ekoteologi-Banjar
P. 24
JUDUL PENYULUHAN/CERAMAH : MEWUJUDKAN KANTOR MASLAHAT MELALUI GERAKAN
"GEMAH ASRI"
NAMA : Noor Atika Ayu Mulia, S.Ag
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bapak dan Ibu sekalian, seringkali kita menganggap bahwa ibadah hanyalah apa yang
kita lakukan di atas sajadah atau di dalam masjid. Namun, jika kita mendalami Buku Ekoteologi
Kemenag 2025, kita akan menyadari bahwa kantor tempat kita bekerja—khususnya KUA—
adalah "mimbar nyata" untuk menunjukkan bagaimana iman bekerja menjaga alam.
Allah SWT telah mengingatkan kita dalam Al-Qur'an:
ْ
٥٦ اَنْيِنِسْحملا اَنم ِ ُ ا بْيرَق ا ِاللّ ٰ ِ اَت َ مْحر اَّنِا َ ا اًع َ مَطو َّ اًف ْ وَخ ا ُه ْ وُعْداو اه ِ ح َ لَْصِا ا َدْعَب ا ِ ض ْ رَلا ْ ىِف ا ْ وُدِسفُت ْ اَ لو
َ َ
َ
“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah
kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat
dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A'raf: 56)
Ayat ini menegaskan bahwa tugas kita sebagai ASN dan pelayan masyarakat adalah
menjadi pemelihara (ishlah), bukan perusak. Kantor yang kotor dan boros energi adalah
bentuk kerusakan kecil yang jika dibiarkan akan berdampak besar.
KUA bukan sekadar tempat urusan administratif pernikahan, tetapi harus menjadi
uswatun hasanah (teladan baik) bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Mengapa?
Karena setiap jengkel kertas yang kita hemat dan setiap tetes air yang kita jaga adalah bentuk
pertanggungjawaban kita sebagai Khalifah fil Ardh.
Sekarang ini kita setiap jum’at melakukan gerakan GEMAH ASRI (Gerakan Bersama Amanah,
Hijau, Aman, dan Berseri). Gerakan ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan aktualisasi
nilai ekoteologi dalam tiga pilar utama:
1. Zuhud terhadap Plastik (Pengurangan Sampah)
Ini adalah bentuk pengamalan hadis: “Seseorang tidak boleh membahayakan dirinya
dan tidak boleh memberi bahaya kepada orang lain.” (HR. Ibn Majah).
Sampah plastik yang kita buang hari ini adalah "bahaya" bagi generasi mendatang.
Dalam setiap rapat atau pelayanan di KUA, kita sering menyuguhkan air minum
kemasan plastik. Secara ekoteologis, kita sedang menabung sampah yang sulit terurai
selama ratusan tahun.

