Page 32 - Ekoteologi-Banjar
P. 32

“SeandainyaاseorangاmukminاmengetahuiاazabاyangاadaاdiاsisiاAllah,اniscayaاtidakاseorangاpunاyangا

               berharap masuk surga. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat Allah, niscaya tidak seorang
               pun yang berputus asa dari surga-Nya.”ا(HR.اMuslim

               Hadirin sekalian,

               Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali tanpa sadar melakukan kerusakan. Misalnya membuang
               sampah sembarangan, berkata kasar, menyakiti orang lain, hingga mengabaikan kewajiban ibadah.
               Padahal Islam mengajarkan kita untuk menjadi muhsinin, yaitu orang-orang yang berbuat baik. Orang

               yang bukan hanya meninggalkan keburukan, tetapi juga aktif melakukan kebaikan.

               Sebagaimana dalam hadis Rasulullah SAW:
               Artinya:
               “SesungguhnyaاAllahاmewajibkanاberbuatاihsanاdalamاsegalaاsesuatu.”ا(HR.اMuslim)

               Hadirin yang dimuliakan Allah,

               Ayat ini juga mengajarkan bahwa rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.
               Artinya, jika kita ingin mendapatkan rahmat Allah, maka perbaiki diri kita, perbaiki lingkungan kita,

               dan jauhi segala bentuk kerusakan.


               Dalam perspektif kehidupan modern, menjaga bumi adalah bagian dari ibadah. Menjaga kebersihan,
               melestarikan alam, dan menciptakan kedamaian adalah bentuk nyata dari ketaatan kepada Allah SWT.

               Sebagaimana Allah telah memperbaiki bumi ini, maka janganlah kita merusaknya dengan tangan kita
               sendiri.
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37