Halaman legenda |
Legenda Gunung
Merbabu
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gunung bertipe strato
ini berlokasi di kabupaten Magelang dan boyolali Jawa Tengah, dengan
ketinggian 3142m dpl. Pendakian bisa dicapai dari desa Kopeng dan Selo.
Atau anda bisa mendaki dari kopeng dan turun di Selo atau pun
sebaliknya. Titik pendakian dari Selo merupakan juga titik pendakian
untuk gunung Merapi. Gunung Merbabu merupakan gunung non aktif. Gunung
akan terlihat jelas dari perjalan Kalaten Menuju Boyolali.
Medan gunung ini terbuka dan berbukit-bukit dan juga pada awal
pendakian kita banyak menemukan ladang-landang petani. Pendakain dari
Kopeng anda akan menemukan banyaknya pucak tipu, sebelum mencapai
puncak Merbabu. Kondisi gunung ini dimusim kemarau sangat kering,
sewaktu web master highcamp mendaki gunung ini hampir separuh dari
gunung ini terbakar dan sangat gersang, air juga susah untuk ditemukan,
sebaiknya anda bertanya dahulu pada penduduk setempat. Atau anda juga
bisa menyewa penduduk setempat untuk jadi porter pembawa air. Selain
dari arah selatan lewat Desa selo Boyolali pendakian gunung Merbabu
ini juga dapat dilakukan dari daerah wisata Kopeng Salatiga. Banyak
pendaki yang memulai pendakian dari Kopeng dan turun menuju ke selo
ataupun sebaliknya. Jalur yang terdapat di gunung merbabu ini banyak
percabangan jalan sehingga pendaki harus berhati-hati dalam menentukan
jalur yang dilewatinya. Hutan gunung inipun telah banyak yang berubah
fungsi menjadi ladang pertanian, hanya luasnya tidak seperti gunung
Sundoro ataupun Sumbing, dan hanya beberapa punggungan saja yang
merupakan ladang pertanian.
Dari jalur kopeng, jalur trek nya dimulai dari lokasi perkemahan
wanawisata Kopeng menuju Dusun Tekelan melewati perkebunan pinus,
kebun sayuran, kebun tembakau rakyat, dan jalan desa yang bisa dilalui
angkutan roda empat langsung menuju rumah kepala desa. Lokasi
mendirikan tenda yang baik ada di camp II (Lempong Sampan), Camp III (Watu
Gubug) dan Puncak I (antena), Bila menemukan jalur cabang dua, setelah
melewati saluran air kecil (yang terkadang kering), maka sebaiknya
mengikuti arah yang kekanan. sebab arah kiri akan buntu di bak sumber
air. Pipa saluran air yang terbentang mulai dari Dusun Tekelan sampai
ke puncak (sumber mata air), dapat dijadikan pemandu jalur kearah
puncak sampai pada jalur cabang dua tadi. Disisi sebelah kiri jalur
kearah puncak didominasi oleh medan jurang, sedangkan sebelah kanannya
hutan tropis dan tumbuhan perdu/belukar.
Dari Puncak I (Antena, 2800 m dpl), menuju puncak II (Syarif, 3142 m
dpl), dan Puncak III (Kenteng Sango, 3224 m dpl), bisa ditempuh dalam
waktu 1 - 2 jam. Akan tetapi, harus extra hati-hati ketika melewati
punggung jurang Pundak Sapi dan Jembatan Setan pada jalur ke Puncak
III. Dibawah Puncak I, tepatnya kearah jalur Puncak II, terdapat kawah
yang sudah mati. Kadang-kadang disekitar kawah mati itu terdapat
sumber air yang bisa diminum. Disepanjang jalur hingga puncak tidak
terdapat sumber air yang permanen ada, jadi sebaiknya bawalah bekal
air yang cukup.