Kampung Terempa

Kampung-Terempa
 
 
Daerah sekitarnya dan Tujuan Wisata



widget
  
 

 


Dengan keterbatasan-nya situs ini didedikasikan untuk sebuah Kampung yang disebut Terempa/Tarempa dan sekitarnya, terletak dipulau Siantan digugusan Kepulauan Anambas dilaut Tiongkok Selatan / South China Sea.
© 2002 Arkian Damaris Oei

Sebuah pulau diantara gugusan Kepulauan Anambas yaitu Pulau Siantan pernah mempunyai putera daerah yang mencatat bahwa pada tahun 1813 M Terempa telah ada sebagai Bandar atau kota kecil .
Dan antara tahun 1896 s/d 1915 pernah seorang ilmuwan William L. Abbott mengadakan penelitian dikawasan Asia Tenggara yaitu Semenanjung Malaya (sekarang Malaysia) , Trang di Thailand , Kepulauan Anambas , diperkirakan pernah mampir ke Terempa yang sudah menjadi kota pelabuhan pada waktu itu .

Kampung Terempa yang pada tahun 1941 pernah dibom Jepang terletak di Pulau Siantan hancur luluh - lantak , kira2 lima tahun kemudian Kampung Terempa dibangun kembali dan pelan-pelan kehidupan masyarakat makin membaik , mata uang yang beredar pada waktu itu adalah dolar Singapura , hingga tahun 1963 ketika Indonesia memaklumkan konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura disatu pihak; pada masa sulit waktu itu kira2 th.1968 datang kapal " Oil Creek" untuk mengadakan penyelidikan minyak lepas pantai dan base-camp sementarapun didirikan di bukit Batu-Garam sebagai salah satu stasiun relay , pada waktu itu ada beberapa remaja Terempa ikut membantu dengan menerima bayaran harian, itulah sekelumit cikal-bakal lahirnya Perusahaan Continental Oil Company atau CONOCO di kawasan Kepulauan-Anambas, kemudian melakukan pengeboran di lepas pantai / offshore.
Seperti daerah tropis lain-nya Pulau Siantan dan Pulau2 sekitarnya yang termasuk gugusan kepulauan Anambas mempunyai alam bahari yang sangat potensial dijadikan tujuan wisata dan menghasilkan ikan, Tanjung-Peninting dan Pulau Ae-Sene misalnya merupakan salah-satu sentra pemeliharaan ikan yang mengangkat penghasilan masyarakat setempat juga merupakan aset daerah yang masih dihandalkan untuk tujuan wisata , di Kampung Terempa , Pulau Siantan, wisata diving (menyelam ) sangat diminati oleh wisatawan manca-negara , namun pada Juni 1998 terjadi peristiwa tragis diperairan pengeboran lepas pantai Anjungan Udang B2 yang menimpa 2 orang penyelam , warganegara Belanda Phillip Lemett, 31th. dan warganegara Hongkong Shaw Soo Ling ,29 th.( cucu Run Run Shaw , pengusaha filem Hongkong) .

Masyarakat Anambas
sekarang ini sedang mempersiapkan diri menyambut terbentuknya sebuah kabupaten yang sudah lama diperjuangkan, oleh karena itu pemda setempat sedang membangun sarana infrastruktur antara-lain membuat jalan Terempa-Tiangau, Matak-Juwon serta merencanakan pembangunan jembatan penghubung antara Pulau-Palmatak dengan Pulau-Siantan. Dari Tarempa, ibu kota Kecamatan Siantan, berbagai objek menarik dapat dicapai dengan menggunakan pompong.
Ada Air Temuron (air terjun setinggi 15 meter), Pulau Durai dan Pulau Pahat dengan pantai indah dan dipenuhi penyu pada sore hari, serta pantai berpasir putih di beberapa teluk. Penyu-penyu di Pulau Durai dan Pulau Pahat akan luar biasa banyaknya antara Juni hingga September, ''Kalau biasanya mereka muncul pukul 18.00, pada tiga bulan itu mereka sudah keluar sekitar pukul 15.00,'' ungkap seorang penjaga setempat .
Di Kampung Tarempa juga ada penginapan dan sebuah resort di Tanjung Tebu yang siap menampung wisatawan misalnya Wisma Tanjung Indah yang terletak di Jl.Tanjung Baru tidak jauh dari Warung Sudi-Mampir yang menjual jajanan yang dikelola oleh Bpk.dan Ibu Ahyar.
Setelah puas berwisata dipantai dan disekitar Kampung Terempa, Pulau Siantan dan sekitarnya, perjalanan wisata dapat dilanjutkan ke Pulau Jemaja yang dapat dicapai dengan 4 jam perjalanan laut menggunakan pompong. Pantai Padang Melang, salah satu pantai terindah di Kepulauan Anambas, sangat berpotensi menjadi objek wisata unggulan.
Kampung Terempa kalau dilihat dari jauh , pulau tersebut seolah-olah hanya ditutupi oleh pohon-pohon kelapa saja , sebenarnya tidak demikian , karena masih ada aneka jenis pohon buah tropis yang terdapat disana , disamping itu terdapat beberapa jenis satwa yang jadi penghuni pulau tersebut.
Masyarakat Kampung Terempa yang multi-etnis termasuk pendatang ada Melayu, Peranakan Tionghoa, Minang, Jawa, dll. Hidup berdampingan satu dengan yang lain terasa begitu akrab, saling menghormati dan menjunjung tinggi rasa kesatuan dan persatuan, jika masyarakat pemeluk agama Islam merayakan Idul Fitri maka yang bukan muslim-pun ikut merayakan dengan silaturahmi pada tetangga yang muslim, begitu juga jika masyarakat pemeluk agama Kristen atau Konghucu dan Buddha merayakan hari keagamaan, maka masyarakat muslim akan bertandang kerumah tetangganya yang sedang merayakan hari keagamaan mereka.
Kehidupan yang harmonis antar etnis sangat terasa di Kampung Terempa, akan nampak jelas pembaurannya kalau kita berkunjung kekedai-kopi. Pada umumnya berbahasa daerah yaitu: Bahasa Melayu, Uniknya bahasa Melayu disana ada beberapa dialek , namun yang sering digunakan secara umum ada 2 dialek, dialek Melayu dan dialek Peranakan Tionghoa, perbedaan ini malah memperkaya khasanah budaya bahasa di Nusantara.