Kampung Terempa 14 Desember 1941

Kampung Terempa yang menghadap utara diteluk Pulau-Siantan, satu diantara beberapa pulau yang tercakup digugusan Pulau Anambas berseberangan dengan Pulau-Mubur hampir tidak menarik perhatian dunia lagi sampai dipenghujung tahun 1960an perusahaan minyak Amerika "Conoco" mengeksplorasi dikawasan Anambas. Sebenarnya Kampung Terempa mencatat satu peristiwa yang amat penting , tetapi luput perhatian dari para pakar sejarah. Seminggu setelah Pearl Harbor ( 7 Desember 1941 ) diserang dan dibom ,

Kampung Terempa di-bom oleh pesawat pembom Kerajaan Jepang , tepatnya pada tgl.14 Desember 1941 beberapa dokumen mencatatkan bahwa pertamakali daerah Belanda (Netherland East Indies) yang diserang adalah Kampung Tarempa di Pulau Siantan digugusan Kepulauan Anambas. Itu adalah langkah awal untuk memutuskan jalur pasukan pendukung pangkalan angkatan laut Belanda. Menurut sumber ini Kampung Tarempa di Pulau Siantan di bom habis-habisan oleh pesawat pembom type G3M Kerajaan Jepang pada 14 Desember 1941.Korban meninggal dunia yang diketahui 40 orang , belakangan meninkat menjadi 65 orang , diantaranya sebagian besar adalah penduduk setempat dan sekitar 100 orang luka-luka dengan kerusakan materil yang amat besar untuk sebuah kampung. Setelah penyerangan usai penduduk keturunan Eropah yang selamat dievakuasikan oleh Anggota Angkatan Laut GVT-3 kekota Tanjung Pinang di Pulau Bintan dan sebagian lain-nya mengungsi kepulau-pulau sekitarnya .

Kepulauan Natuna kemungkinan di ambil segera sesudah itu.Kepulauan Anambas diduduki oleh perajurit Kerajaan Jepang pada 26 Januari 1942 , dipergunakan sebagai pangkalan angkatan laut dan menurut beberapa nara-sumber Kepulauan Anambas juga dipakai sebagai pangkalan kapal laut untuk Propaganda bagian Malaya dan Belanda (Netherland East Indies) Beberapa sumber menyebutkan Kepulauan Tambelan di Teluk Karimata sebagai awal tanah Kepulauan Belanda (Netherland East Indies) yang diduduki oleh tentara Jepang pada 27 December 1941.Tetapi ini sedikit diragukan.Selama pendudukan Jepang , kehidupan di Kampung Terempa dan sekitarnya bahkan diseluruh Nusantara mengalami masa yang teramat sulit , kekejaman tentara pendudukan Jepang membuat masyarakat hidup dalam ketakutan.

Setelah Jepang bertekuk-lutut tanpa syarat pada sekutu , beberapa tahun kemudian Kampung Terempa dibangun kembali dari kehancuran akibat pemboman Jepang , makin hari kehidupan masyarakat Kampung Terempa makin membaik , mata uang sebagai alat transaksi perdagangan sehari-hari adalah dolar Singapura , ini juga berlaku diseluruh propinsi Riau , hingga pada th.1963 ketika pemerintah Indonesia mengumumkan konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura disatu pihak , mata uang daerah Propinsi Riau diganti dengan mata uang khusu untuk propinsi Riau yaitu KRRp. : Kepulauan Riau Rupiah , kemudian diganti lagi dengan mata uang rupiah yang sama dengan yang dipakai diwilayah Indonesia lainnya.


Kirimkan sumbang saran dan kritik ke: Kampung Terempa
1