Setelah dipasung selama hampir 40 tahun oleh rezim
Orde Baru. Mula pertama sudah dilonggarkan oleh pemerintah Gus Dur, lalu dilanjutkan oleh pemerintah Megawati dengan disahkannya Hari Imlek sebagai hari libur nasional, dan bebas dirayakan menurut umat agamanya.
Malam sebelum Tahun Baru Imlek di vihara Xian Shan Bio, Terempa , sangat ramai dikunjungi oleh umat Konghucu buat bersembahyang bersama. Pasang lilin dan berdoa dan berharap agar diberi murah rezeki dan kesehatan yang baik, dan kehidupan aman dan damai. Di Vihara Xian Shan Bio upacara sembahyang Tahun Baru Imlek kali ini, memang luarbiasa sambutannya.
Karena rasa kebebasan setelah puluhan tahun disekap dan dipasung, baru kali inilah umat Konghucu mendapatkan kebebasan mengekspresikan jati dirinya.
Pada tahun ini di Vihara Xian Shan Bio, rencananya Perayaan Imlek akan diadakan dan dilanjutkan sampai puncaknya = 15 hari sesudah Imlek/ Capgoméh.
Capgoméh adalah puncak perayaan 15 hari setelah Imlek, Kalau di Terempa penyambutan Hari Imlek disambut dengan kembang api dan petasan. Lain pula di Jakarta Pesta Rakyat tidak hanya dirayakan oleh penganut agama Konghucu, tetapi oleh semua umat agama yang bersedia bersama-sama merayakan dan meramaikan Pesta Imlek ini. Antara perayaan itu akan diadakan pesta-rebana, pemilihan nona-abang Jakarta, pesta jailangkung, reog Ponorogo, barongsai dan liong .