Travelogue Manokwari West Papua

Beranda | Indeks | Buku TamuKontak | Foto

 

Ekspedisi Alfred Russel Wallace di Manokwari: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

 

SEMUT DAN LALAT

 

Alfred Russel Wallace

 

Pada tanggal 22 Juli kapal layar Hester  Helena tiba, dan lima hari sesudahnya kami mengucapkan selamat tinggal kepada Dorey tanpa banyak penyesalan, karena tidak ada satu tempat pun yang pernah saya kunjungi telah saya alami ketidaknyamanan dan kepedihan-kepedihan seperti ini. Hujan yang terus-terusan, sakit yang lama, kekurangan makanan, kerumunan semut dan lalat yang sangat mengganggu, segalanya melebihi yang pernah saya rasakan. Semua itu menguras seluruh energi dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang naturalis, dan semua itu tidak sebanding dengan keberhasilan yang saya harapkan dalam pengkoleksian, sehingga segalanya menjadi tidak tertahankan lagi. Hasrat dan kerinduan yang begitu besar untuk melakukan perjalanan ke New Guinea tak dapat mewujudkan harapan-harapanku. Bukannya lebih baik dari pada Kepulauan Aru, malahan jauh lebih buruk hampir dalam segala hal. Bukannya menghasilkan beberapa burung Surga yang lebih langka, malahan saya tidak pernah melihat satupun yang lebih langka, dan saya tidak mendapatkan satu pun burung atau serangga yang lebih baik. Tetapi saya tidak dapat membantah bahwa Dorey sangat kaya dengan semut. Jenis yang berwarna hitam kecil jumlahnya banyak sekali. Kurang lebih di hampir setiap semak belukar dan pohon terdapat semut itu, sarang-sarangnya besar seperti kertas terlihat di mana-mana. Semut-semut itu segera menguasai rumah saya, lalu membangun sarang yang besar di atas atap, dan membangun terowongan-terowongan kertas yang turun di setiap tiang. Mereka berkerumun di meja ketika saya sedang bekerja menyusun serangga-serangga, lalu membawanya tepat di depan hidung saya, dan bahkan merobeknya dari kartu-kartu tempat mereka berkerumun jika saya meninggalkan mereka sebentar saja. Mereka merayap terus ke sekujur tangan, wajah dan sampai ke rambut saya, lalu menyusup masuk ke seluruh tubuh saya, yang tidak terlalu saya pedulikan sampai mereka mulai menggigit, bila mereka menemui halangan dalam perjalanannya, dengan giginya yang tajam hal tersebut membuat saya segera melompat dan menanggalkan pakaian lalu mengebaskan mereka. Semut-semut tersebut juga mengunjungi tempat tidur saya, sehingga malam hari pun tidak membuat saya terbebas dari pengejaran mereka. Saya sangat yakin bahwa selama tiga setengah bulan tinggal di Dorey tak satu jam pun saya terbebas sepenuhnya dari semut-semut itu. Mereka tidak serakus banyak jenis semut yang lain, tetapi jumlah mereka yang banyak dan terdapat di mana-mana yang membuat saya merasa perlu untuk terus waspada terhadap mereka.

Lalat-lalat yang paling menyulitkanku adalah lalat botol biru atau lalat tiup berjenis besar. Mereka bergerombol dalam jumlah banyak di kulit burung sewaktu pertama kali dibawa keluar untuk dijemur. Lalat-lalat tersebut mengisi bulu-bulu burung itu dengan telur-telurnya yang banyak, jika diabaikan pada hari berikutnya akan berubah menjadi ulat-ulat kecil. Lalat-lalat itu akan berkerumun di bawah sayap atau badan burung yang ditaruh di atas papan-pengering. Kadang-kadang dalam beberapa jam bisa setinggi setengah inch di dekat telur-telur yang mereka simpan; dan setiap telur menempel kuat di serat-serat bulu, sehingga diperlukan banyak waktu dan kesabaran untuk melepaskannya tanpa merusak burung tersebut. Saya tidak pernah menemui masalah dengan kerumunan semut dan lalat yang banyak seperti ini di mana pun kecuali di sini.

Bersambung ke: Wallace Pulang ke Ternate

 

Diterjemahkan oleh Charles Roring

 

Hosted by www.Geocities.ws

1