|
|
|
|
|
|
|
|
HOME SEKEPING HATI BERCERITA
SEKEPING HATI BERCERITA Serangkai Kata Bukan Coklat Valentine Until I Find You Again Midnight Sky Paris In Memory April Mop DAHLIA DI TAMAN JIWA
DAHLIA DI TAMAN JIWA Serangkai Kata Rendezvous Cinta Rindu Kau Menang Gersang Hina Sajak Diam Sajak Galau Melati Pujaan Basah Darah Secercah Rindu Sebatang Mawar Sepenggal Kedamaian Ada Cinta Di Matamu DEBU MUTIARA IMAGE
|
How many dreams will end?
Lirik lagu ini seperti tengah menceritakan kisahku. Erick yang telah pergi meninggalkan untuk selamanya. Dan aku yang tetap teguh dalam kesetiaan. Sekali pun aku tahu kesetiaanku ini adalah bodoh, tapi aku tetap melakukanya. Karna cinta… Kupeluk batu nisan putih ini. Terasa begitu dingin. "Erick, cepat sembuh dong!" Saat itu tubuh lemah Erick terbaring di atas tempat tidur. Wajahnya tampak pucat. Mendengar ucapanku Erick hanya tersenyum. "Kamu tak mau kan aku bersedih terus." "Tentu, June. Aku tak mau melihatmu menangis. Kamu tak boleh menangis. Begitu juga nanti ketika aku harus pergi meninggalkanmu." "Bicara apa kamu, Erick!" Erick tertawa kecil. Itulah kali terakhir kulihat tawa Erick mengembang. Erick, aku tahu. Kau di sana tak senang melihatku selalu begini. Kau bersedih melihatku menangis. Tapi tak dapat kubohongi diri, tiada pernah ada sepertimu. Tiada pernah ada yang bisa menjadi dirimu. Erick, biarkan aku memelukmu sekali lagi. Aku ingin dekat bersamamu lagi. Aku tak mau kalau harus sendiri begini. Erick, bisakah? Air mataku semakin deras jatuh di pipi. Kerinduan dan rasa setia dalam diri begitu menyiksa. Entah sampai kapan aku bisa bertahan. Maafkan aku, Erick. Aku tak mampu merubah semua ini. Aku tetap akan begini selamanya. Until I find you again…
THE END (Salam buat June, semoga kau puas dengan karyaku ini) |
|
Sekilas Tentang Penulis |
Dahlia Di Taman Jiwa Sekeping Hati Bercerita | Debu Mutiara | Image | Guest Book Owner : ED Pratiwi , Semua karya yang dicantumkan dalam situs ini adalah milik pribadi penulis. Dilarang memperbanyak atau menjiplak sebagian atau seluruh karya tanpa seijin penulis. |