Disetubuhi setiap malam
DUKUN ‘SODOK’
GADIS EPILEPSI
Oleh : Yadi
Dua puluh tahun tak dikaruniai
anak, seorang dukun ‘terpaksa’ menggarap pasiennya. Setelah
diguna-guna, sang gadis penderita epilepsi itu ‘disodok’ tiap malam
selama dua minggu.
Tarminah (55) sudah begitu putus asa. Pasalnya, bertahun-tahun warga
Kampung Larangan RT 07/09, Kali Deres, Jakarta Barat ini telah
berupaya keras mengobati penyakit epilepsi yang diderita Nur (20),
anak gadisnya. Upaya medis dan langkah alternatif telah dijalani,
namun tidak membuahkan hasil.
Di
tengah keputus-asaan, seorang tetangga mengabarkan bahwa di Kampung
Bambu Larangan RT 05/05, Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat
ada dukun yang mampu mengobati segala macam penyakit, termasuk
epilepsi.
Rasa sayang pada anak bungsunya ini membuat Tarminah merespon
positif kabar tersebut. Selasa (18/11), dia membawa Nur ke rumah
dukun yang belakangan diketahui bernama Firman. Pria berusia 37
tahun itu langsung mengadakan ritual khusus untuk mengobati pasien
barunya.
Dalam ritual pertama, Nur dimandikan dengan air kembang tujuh rupa.
Sejurus kemudian, lelaki yang telah 20 tahun berumah tangga namun
belum dikaruniai anak ini menyuruh Tarminah meninggalkan Nur di
rumahnya selama 14 hari. Merasa yakin akan keampuhan ilmu sang dukun,
Tarminah setuju.
Namun, harapannya kandas. Setelah dua minggu, penyakit Nur tak
kunjung sembuh. Lebih seru lagi, setibanya di rumah, Nur malah minta
dinikahkan dengan Firman.
“Kalau saya tidak dinikahkan Mas Firman, lebih baik saya mati,” kata
Nur seperti ditirukan Tarminah. Tentu saja hal itu memunculkan tanda
tanya dalam benaknya.
Belum lagi perubahan sikap yang ditunjukkan putrinya, makin membuat
Tarminah heran. Nalurinya sebagai seorang ibu bicara. Ada sesuatu
yang tidak beres, pikirnya. Dalam benaknya terbesit kekhawatiran,
jangan-jangan anaknya telah diguna-guna Firman.
Selang tiga hari, sikap Nur kembali normal. Bahkan, permintaannya
yang semula ingin menikah dengan Firman dibantahnya. Nur malah mencerca
Firman dengan kata-kata kotor. “Jangankan menikah, lihat mukanya
saja saya tidak sudi,” ujar Nur kepada ibunya.
Kembali ‘normal’nya jalan pikiran Nur ini, justru membuat Tarminah
tambah heran. Tak ingin berlarut-larut, ia mulai mengorek keterangan
dari putrinya itu.
Awalnya, Nur sempat menutup-nutupi apa yang telah terjadi. Namun
setelah didesak, akhirnya ia mau buka mulut, hingga terbukalah tabir
kejahatan yang dilakukan Firman.
Gadis malang itu menceritakan secara rinci apa yang telah dilakukan
Firman pada dirinya. Dalam pengakuannya, selama tinggal di rumah
dukun itu, setiap malam ia disuruh melayani nafsu birahi Firman.
Mendengar penuturan putrinya, kontan Tarminah kaget. Hatinya bagai
disambar petir. Namun, ia masih mampu meredap luapan emosinya.
Wanita itu hanya bisa menangis, kemudian memilih melaporkan kasus
tersebut pada polisi.
DIPERAWANI BOS-- Sesaat
setelah mendapat laporan, beberapa anggota Polsek Cengkareng segera
mengamankan Firman dengan tuduhan melakukan pemerkosaan. Di depan
petugas, Firman tetap ngotot bahwa dirinya tidak melakukan
seperti yang dituduhkan kepadannya. “Saya tidak memperkosannya. Saya
melakukan atas dasar suka sama suka,” terang Firman.
Menurutnya, kala itu malah
Nur yang awalnya mengiming-imingi akan memberikan keturunan bila mau
menikahinya. Bahkan, selain merayu dengan kata-kata, Nur sempat
merayu dengan bahasa tubuh yang menggugah birahinya. “Mana ada
kucing nolak dikasih ikan,” kata Firman balik bertanya.
Buntutnya, ia tergoda dan
akhirnya ‘menyodok’ gadis penderita epilepsi itu. Meski demikian,
Firman mengelak tuduhan bahwa ia telah menggarap selama 14 kali.
“Seingat saya, hanya empat kali, bukan 14 kali seperti yang
dilaporkan,” tangkisnya.
Bahkan kepadanya, Nur juga
mengaku kalau dirinya pernah disetubuhi laki-laki lain selain
dirinya. Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai karyawati pabrik
konveksi ini malah mengaku bahwa yang menjebol keperawanannya adalah
bosnya sendiri.
Menurut Firman lagi,
korban pernah cerita dirinya pernah disetubuhi ayahnya sendiri.
“Tanya saja tetangganya, semuanya juga tahu, kalau Nur pernah
digituin Bapaknya,” ujar Firman meninggi.
Komentar Firman, saja
dibantah Tarminah. Ketika ditemui Exo di rumahnya Selasa siang
(9/11), perihal kebenaran ucapan Firman, ibu dua anak ini seakan
berat menjawabnya. Namun, ia tetap yakin kalau suaminya tidak
mungkin berbuat itu. “Suami saya pernah dituduh mau memperkosa Nur.
Itu fitnah. Suami saya cuma mau nepuk nyamuk di paha Nur,”
tangkis Tarminah yang semenjak tuduhan itu, suaminya kabur entah
kemana.
Sementara pihak kepolisian
sendiri, tidak begitu gampang percaya dengan ‘dakwah’ Firman.
Buktinya, Firman tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,
meringkuk di Polsek Cengkareng sambil menunggu pemeriksaan lebih
lanjut.
TIDAK ADA PAKSAAN-- Sehari
setelah menerima laporan, sekaligus bukti kuat telah dikantongi,
Sabtu (06/12), polisi segera meringkus tersangka di rumahnya yang
juga dijadikan tempat praktek. “Laporan yang kami terima pada hari
Jumat (05/12), semula adalah tindakan pemerkosaan. Namun, setelah
kami selidiki, ternyata tidak ada unsur pemerkosaan. Kami tidak
menemukan tindakan paksaan atau siksaan. Karena ada indikasi
pelecehan dalam kasus ini, maka kami menyimpulkan, bahwa kasus ini
adalah murni tindakan cabul,” terang Aiptu Sudiyono, Kepala Tim II
Reskrim Polsek Cengkareng yang ditemui Selasa siang (09/12).
Lantaran ulahnya, tersangka akan dijerat pasal 289 dengan ancaman
hukuman selama sembilan tahun penjara. Sementara itu, tersangka
merasa yakin ada pihak ketiga yang ‘bermain’ sehingga dirinya yang
sudah niat menikahi korban malah dituduh.
Di
sekitar tempat tinggalnya, nama Firman telah akrab ditelinga warga
sekitar. Maklum, hampir 20 tahun lelaki asal Makasar ini menjalani
profesinya sebagai dukun. Kabarnya, banyak sudah pasien dengan
segala macam penyakit sembuh setelah ditanganinya. Tapi sayang,
Firman sendiri tidak mampu mengobati penyakit kangker rahim yang
diderita istrinya. Itulah sebabnya, selama 20 tahun menikah dengan
Amoy (33), sampai saat ini Firman tak juga dikaruniai seorang anak.
“Istri saya saja mengijinkan untuk menikahi Nur agar saya dapat
keturunan. Nur sudah setuju. Kok malah orang lain ikut campur dalam,”
ungkapnya. Lantaran merasa dirugikan, Firman berniat menuntut balik
pihak-pihak yang dianggap telah merugikan dirinya. “Saya akan
menggunakan pengacara untuk melakukan tuntutan balik,” ujarnya tanpa
dosa.*
***
Tarminah (55), Ibu korban
DITONTON ISTRI
Oleh : Yadi
Pemukiman Kampung Bambu Larangan,
kali Deres Jakarta Barat, yang ‘dibelah’ sebuah sungai ditengahnya
itu sangat padat. Hanya berjarak 20 meter dari sungai yang airnya
berwarna hitam tersebut, bertengger rumah mungil yang dihuni
Tarminah.
Di
dalam rumah sederhana itu, tidak ada barang-barang berharga, hanya
meja kayu untuk meletakan tumpukan baju yang telah terlipat rapi.
Maklum, sehari-hari Tarminah menggantungkan hidup sebagai buruh cuci.
Tarminah tak kuasa membendung air matannya, saat menceritakan
peristiwa yang menimpa anak bungsunya. Ia mengaku telah ditipu
mentah-mentah oleh Firman.
“Sudah banyak uang saya kasih Firman untuk biaya berobat anak saya.
Dia minta kambing, saya belikan. Minta ayam yang darahnya untuk
memandikan anak saya juga saya kasih. Tapi kenapa hasilnya malah
seperti ini,” ucapnya sedih.
Yang lebih menyayat hatinya, adalah ketika anaknya bercerita telah
disetubuhi dukun itu. Apalagi setiap kali ‘menyodok’ anaknya, istri
tersangka disuruh menonton. “Kalau saya tahu, dua-duanya bakal tak
jotos mulutnya,” ujarnya dengan nada kesal.
Di
luar itu, Tarminah juga menuturkan, Firman juga telah banyak menipu
pasiennya. Hal itu didapat dari keterangan warga di dekat tempat
prakteknya. Kabarnya, Firman menolak pasien lelaki dengan dalih
macam-macam. “Mungkin selain anak saya, banyak korban lainnya,” kata
Tarminah.*
|