EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS #13

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Disetubuhi setiap malam

DUKUN ‘SODOK’ GADIS EPILEPSI

Oleh : Yadi

Dua puluh tahun tak dikaruniai anak, seorang dukun ‘terpaksa’ menggarap pasiennya. Setelah diguna-guna, sang gadis penderita epilepsi itu ‘disodok’ tiap malam selama dua minggu.

Tarminah (55) sudah begitu putus asa. Pasalnya, bertahun-tahun warga Kampung Larangan RT 07/09, Kali Deres, Jakarta Barat ini telah berupaya keras mengobati penyakit epilepsi yang diderita Nur (20), anak gadisnya. Upaya medis dan langkah alternatif telah dijalani, namun tidak membuahkan hasil.

Di tengah keputus-asaan, seorang tetangga mengabarkan bahwa di Kampung Bambu Larangan RT 05/05, Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat ada dukun yang mampu mengobati segala macam penyakit, termasuk epilepsi.

Rasa sayang pada anak bungsunya ini membuat Tarminah merespon positif kabar tersebut. Selasa (18/11), dia membawa Nur ke rumah dukun yang belakangan diketahui bernama Firman. Pria berusia  37 tahun itu langsung mengadakan ritual khusus untuk mengobati pasien barunya.

Dalam ritual pertama, Nur dimandikan dengan air kembang tujuh rupa. Sejurus kemudian, lelaki yang telah 20 tahun berumah tangga namun belum dikaruniai anak ini menyuruh Tarminah meninggalkan Nur di rumahnya selama 14 hari. Merasa yakin akan keampuhan ilmu sang dukun, Tarminah setuju.

Namun, harapannya kandas. Setelah dua minggu, penyakit Nur tak kunjung sembuh. Lebih seru lagi, setibanya di rumah, Nur malah minta dinikahkan dengan Firman.

“Kalau saya tidak dinikahkan Mas Firman, lebih baik saya mati,” kata Nur seperti ditirukan Tarminah. Tentu saja hal itu memunculkan tanda tanya dalam benaknya.

Belum lagi perubahan sikap yang ditunjukkan putrinya, makin membuat Tarminah heran. Nalurinya sebagai seorang ibu bicara. Ada sesuatu yang tidak beres, pikirnya. Dalam benaknya terbesit kekhawatiran, jangan-jangan anaknya telah diguna-guna Firman.

Selang tiga hari, sikap Nur kembali normal. Bahkan, permintaannya yang semula ingin menikah dengan Firman dibantahnya. Nur malah  mencerca Firman dengan kata-kata kotor. “Jangankan menikah, lihat mukanya saja saya tidak sudi,” ujar Nur kepada ibunya.

Kembali ‘normal’nya jalan pikiran Nur ini, justru membuat Tarminah tambah heran. Tak ingin berlarut-larut, ia mulai mengorek keterangan dari putrinya itu.

Awalnya, Nur sempat menutup-nutupi apa yang telah terjadi. Namun setelah didesak, akhirnya ia mau buka mulut, hingga terbukalah tabir kejahatan yang dilakukan Firman.

Gadis malang itu menceritakan secara rinci apa yang telah dilakukan Firman pada dirinya. Dalam pengakuannya, selama tinggal di rumah dukun itu, setiap malam ia disuruh melayani nafsu birahi Firman.

Mendengar penuturan putrinya, kontan Tarminah kaget. Hatinya bagai disambar petir. Namun, ia masih mampu meredap luapan emosinya. Wanita itu hanya bisa menangis, kemudian memilih melaporkan kasus tersebut pada polisi.

DIPERAWANI BOS--Sesaat setelah mendapat laporan, beberapa anggota Polsek Cengkareng segera mengamankan Firman dengan tuduhan melakukan pemerkosaan. Di depan petugas, Firman tetap ngotot bahwa dirinya tidak melakukan seperti yang dituduhkan kepadannya. “Saya tidak memperkosannya. Saya melakukan atas dasar suka sama suka,” terang Firman.

Menurutnya, kala itu malah Nur yang awalnya mengiming-imingi akan memberikan keturunan bila mau menikahinya. Bahkan, selain merayu dengan kata-kata, Nur sempat merayu dengan bahasa tubuh yang menggugah birahinya. “Mana ada kucing nolak dikasih ikan,” kata Firman balik bertanya.

Buntutnya, ia tergoda dan akhirnya ‘menyodok’ gadis penderita epilepsi itu. Meski demikian, Firman mengelak tuduhan bahwa ia telah menggarap selama 14 kali. “Seingat saya, hanya empat kali, bukan 14 kali seperti yang dilaporkan,” tangkisnya.

Bahkan kepadanya, Nur juga mengaku kalau dirinya pernah disetubuhi laki-laki lain selain dirinya. Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai karyawati pabrik konveksi ini malah mengaku bahwa yang menjebol keperawanannya adalah bosnya sendiri.

Menurut Firman lagi, korban pernah cerita dirinya pernah disetubuhi ayahnya sendiri. “Tanya saja tetangganya, semuanya juga tahu, kalau Nur pernah digituin Bapaknya,” ujar Firman meninggi.

Komentar Firman, saja dibantah Tarminah. Ketika ditemui Exo di rumahnya Selasa siang (9/11), perihal kebenaran ucapan Firman, ibu dua anak ini seakan berat menjawabnya. Namun, ia tetap yakin kalau suaminya tidak mungkin berbuat itu. “Suami saya pernah dituduh mau memperkosa Nur. Itu fitnah. Suami saya cuma mau nepuk nyamuk di paha Nur,” tangkis Tarminah yang semenjak tuduhan itu, suaminya kabur entah kemana.

Sementara pihak kepolisian sendiri, tidak begitu gampang percaya dengan ‘dakwah’ Firman. Buktinya, Firman tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, meringkuk di Polsek Cengkareng sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

TIDAK ADA PAKSAAN--Sehari setelah menerima laporan, sekaligus bukti kuat telah dikantongi, Sabtu (06/12), polisi segera meringkus tersangka di rumahnya yang juga dijadikan tempat praktek. “Laporan yang kami terima pada hari Jumat (05/12), semula adalah tindakan pemerkosaan. Namun, setelah kami selidiki, ternyata tidak ada unsur pemerkosaan. Kami tidak menemukan tindakan paksaan atau siksaan. Karena ada indikasi pelecehan dalam kasus ini, maka kami menyimpulkan, bahwa kasus ini adalah murni tindakan cabul,” terang Aiptu Sudiyono, Kepala Tim II Reskrim Polsek Cengkareng yang ditemui Selasa siang (09/12).

Lantaran ulahnya, tersangka akan dijerat pasal 289 dengan ancaman hukuman selama sembilan tahun penjara. Sementara itu, tersangka merasa yakin ada pihak ketiga yang ‘bermain’ sehingga dirinya yang sudah niat menikahi korban malah dituduh.

Di sekitar tempat tinggalnya, nama Firman telah akrab ditelinga warga sekitar. Maklum, hampir 20 tahun lelaki asal Makasar ini menjalani profesinya sebagai dukun. Kabarnya, banyak sudah pasien dengan segala macam penyakit sembuh setelah ditanganinya. Tapi sayang, Firman sendiri tidak mampu mengobati penyakit kangker rahim yang diderita istrinya. Itulah sebabnya, selama 20 tahun menikah dengan Amoy (33), sampai saat ini Firman tak juga dikaruniai seorang anak.   

“Istri saya saja mengijinkan untuk menikahi Nur agar saya dapat keturunan. Nur sudah setuju. Kok malah orang lain ikut campur dalam,” ungkapnya. Lantaran merasa dirugikan, Firman berniat menuntut balik pihak-pihak yang dianggap telah merugikan dirinya. “Saya akan menggunakan pengacara untuk melakukan tuntutan balik,” ujarnya tanpa dosa.*

*** 

Tarminah (55), Ibu korban

DITONTON ISTRI

Oleh : Yadi

Pemukiman Kampung Bambu Larangan, kali Deres Jakarta Barat, yang ‘dibelah’ sebuah sungai ditengahnya itu sangat padat. Hanya berjarak 20 meter dari sungai yang airnya berwarna hitam tersebut, bertengger rumah mungil yang dihuni Tarminah.

Di dalam rumah sederhana itu, tidak ada barang-barang berharga, hanya meja kayu untuk meletakan tumpukan baju yang telah terlipat rapi. Maklum, sehari-hari Tarminah menggantungkan hidup sebagai buruh cuci. Tarminah tak kuasa membendung air matannya, saat menceritakan peristiwa yang menimpa anak bungsunya. Ia mengaku telah ditipu mentah-mentah oleh Firman.

“Sudah banyak uang saya kasih Firman untuk biaya berobat anak saya.  Dia minta kambing, saya belikan. Minta ayam yang darahnya untuk memandikan anak saya juga saya kasih. Tapi kenapa hasilnya malah seperti ini,” ucapnya sedih.

Yang lebih menyayat hatinya, adalah ketika anaknya bercerita telah disetubuhi dukun itu. Apalagi setiap kali ‘menyodok’ anaknya, istri tersangka disuruh menonton. “Kalau saya tahu, dua-duanya bakal tak jotos mulutnya,” ujarnya dengan nada kesal.

Di luar itu, Tarminah juga menuturkan, Firman juga telah banyak menipu pasiennya. Hal itu didapat dari keterangan warga di dekat tempat prakteknya. Kabarnya, Firman menolak pasien lelaki dengan dalih macam-macam. “Mungkin selain anak saya, banyak korban lainnya,” kata Tarminah.*

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Nojii
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1