|
‘Digenjot’ di dapur hingga melahirkan
ABG
‘DITUNGGANGI’ DUA TETANGGA
Oleh : Kunardi
Slamet dan Darso tidak menyangka ulah mereka akan
terbongkar. Setelah sekian lama secara bergantian menyetubuhi Yani (nama
samaran), gadis muda anak tetangga, akhirnya ABG itu melahirkan bayi
lelaki. Hanya tes DNA yang dapat menentukan ayah dari bayi malang
itu.
Setelah melahirkan tanpa
suami, Yani (14),
warga Desa Bumirejo Rt. 04/02, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati,
Jawa Tengah mendapatkan sorotan santer warga di sekitarnya. Mereka
mulai kasak-kusuk dan menomentari nasib gadis lulusan Sekoah Dasar
itu.
Tidak terlalu lama
teka-teki siapa ayah bayi yang kini berusia sebulan itu mulai
terkuak setelah aparat desa setempat mencoba menelusuri kisah pilu
dan ‘biru’ Yani. Ternyata selama ini ada dua pria yang ikut ‘tanam
saham’ di rahim Yani. Mereka adalah Slamet (35) dan Darso (38) yang
notabene sebagai tetangga korban. Mengetahui itu, kontan saja, warga
Desa Bumirejo heboh.
Ketika Exo bertandang ke
rumah korban, tampak Yani sedang menggendong bayi lelaki yang diberi
nama Novansah Indra Purwanto. Sekilas gadis belia ini agak tertutup
bagi orang yang tidak dikenalnya, terlebih wartawan. Dia sempat
memalingkan wajah dan tidak mau bicara. Yani hanya menatap bayi
mungil tanpa dosa itu.
Djamat (40), ayah korban
lebih banyak cerita tentang nasib yang menimpa putrinya. Raut wajah
pria tua yang baru seminggu pulang kampung lantaran merantau di
Jakarta tampak sedih sambil bercerita awal mula timbulnya kasus
tersebut hingga lahirnya sang cucu.
“Sebenarnya saya malu dan
terpukul sekali atas lahirnya cucu saya yang tanpa ayah ini. Saya
tidak menduga sama sekali kalau aib ini harus menimpa keluarga saya.
Soalnya, saya lama tinggal di Jakarta sebagai kuli bangunan.
Tahu-tahu pulang ke Pati ada kejadian ini,” demikian Djamat meulai
ceritanya.
Pada waktu itu, Yani berada
di rumah sendirian. Sekitar pukul delpaan pagi Slamet yang
bersebelahan rumah datang. “Istri saya sudah berangkat kerja di
pabrik Kacang Garuda. Kakeknya pergi ke sawah. Di rumah hanya Yani,”
kenag Djamat.
Kesempatan ini rupa-rupanya
sudah ditunggu-tunggu Slamet. Dia tidak mensia-siakannya. Pria
beristri dua itu datang dengan alasan mau klekaran ( tiduran-red).
Yani yang lugu dan polos menerima kedatangan Slamet tanpa rasa
curiga. Bahkan Slamet disuruh masuk di ruang tamu.
Setelah di dalam, Slamet
mulai memainkan jurus mautnya. Pria cabul itu mulai mendekati dan
merayu korbannya. Dasar masih anak-anak, Yani yang dirayunya malah
tertawa dan masuk ke dapur. Dengan langkah panuh nafsu, Slamet
menyusul ke dapur. Lagi-lagi dia merayu Yani agar mau melakukan
hubungan suami istri. Yani sempat menolak keras ajakan tidak masuk
akal itu.
Merasa tidak ada tanggapan
lantas Slamet menarik tangan Yani. Sejurus kemudian dia membimbing
Yani masuk kamar dekat dapur. Karena tidak tahu, Yani menurut saja
pada ajakan tetangganya itu.
Merasa
aman, tanpa membuang waktu lagi Slamet mendekap korban. Mendapat
perlakuan ganjil, gadis itu berusaha meronta, tetapi sia-sia. Tangan
kekar Slamet kadung kuat menyekap tubuh korban yang bongsor. Dalam
hitungan detik, tubuh Yani yang putih bersih sudah direbahkan di
kasur.
Selain mengandalkan
tenaganya, Slamet juga berusaha merangsang korbannya dengan kecupan
dan elusan tangan. Hingga akhirnya korban tidak berdaya dan
kegadisannya direnggut paksa. Pengalaman buruk itu sempat membuat
Yani semaput beberapa menit lantaran tidak kuat menahan sakit di
selangkangannya. Setelah puas melampiaskan birahinya, Slamet
meninggalkan Yani dan ngeloyor pulang ke rumahnya yang hanya
berjarak dua meter.
Merasa aman diaksi
pertamanya, Slamet ketagihan dan mengulangi lagi permainan
‘kuda-kudaan’ dengan Yani hingga kurang lebih sepuluh kali. Modus
operandi berikutnya tidak jauh beda dengan aksi pertamanya. Hanya
tempat persetubuhannya saja yang berganti-ganti mulai dari ruangan
tamu hingga dapur. “Anak saya sering diperkosa di dapur,” cerita
Djamat sedih.
Menyinggung soal Darso,
korban menuturkan kemungkinan besar dipengaruhi oleh Slamet sehingga
ikut juga mencicipi tubuhnya. Katanya, Darso juga memperlakukan hal
yang sama pada waktu dan jam yang tidak jauh berbeda dari apa yang
pernah dilakukan Slamet. Masih menurut korban, Darso baru tiga kali
memperkosanya.
TIDAK
MERASA HAMIL-- Akibat
dijadikan budak nafsu dua pria tetangga, korban akhirnya hamil.
Uniknya, gadis malang itu mengaku tidak menyadari dan tidak merasa
kalau dirinya sudah berbadan dua. “Saya tidak berani cerita sama
orang lain. Saya takut dan malu,” ungkap korban sambil menyusui
anaknya.
Dari Selasa sore (18/11 )
lalu, Yani mengalami mual-mual. Rasanya ia ingin muntah dan ke
belakang melulu. Tidak kuat menahan rasa sakit, Yani minta tolong
kepada Slamet untuk mengantarnya berobat di salah satu mantri
Kesehatan yang tidak jauh dari desanya.
Dengan berboncengan sepeda
motor Yani dan Slamet meluncur menuju rumah mantri tersebut. Yani
menceritakan tentang sakit yang dialaminya. Setelah melakukan
pemeriksaan mantri itu bialng bahwa korban tidak sakit, tetapi akan
segera melahirkan. Bagai disambar petir di siang hari, Yani lemas
dibuatnya.
Mantri tersebut memberikan
suntikan perangsang guna memudahkan proses kelahiran. Setelah
selesai berobat buru-buru Yani pulang dengan berboncengan sepeda
motor bersama Slamet. Dalam perjalanan pulang kegelisahan
menyelimuti mereka. Begitu sampai rumah, Yani rebahan di tempat
tidur, sedangkan Slamet ngeloyor pulang.
Takut belangnya ketahuan,
malam harinya Slamet pergi entah kemana meninggalkan anak dan kedua
istrinya. Hari Rabu (19/11) lahirlah bayi laki-laki dalam kondisi
sehat. “Saya sekarang bingung harus bagaimana. Lik Slamet minggat,
Kang Darso sakit terus bagaimana saya ini,” rengeknya.
Kelahiran bayi malang itu
juga mengusik ketenangan Darso. Merasa ikut andil membuatnya dia
tidak karuan. Hatinya berkecamuk. Perasaannya takut akan diminta
pertanggungjawaban dari keluarga Yani.
Berita kelahiran bayi itu
direspon oleh masyarakat sekitar. Perbincangan ngalor ngidul yang
bernada mencibir menguak ke permukaan. Buntutnya, aparat Desa
Bumirejo melaporkan kejadian ini pada Polsek Margorejo. Mendapat
laporan dari aparat desa, petugas dari Mapolsek Margorejo mendatangi
rumah korban dan rumah Darso, kemudian memboyong pria celamitan itu
Mapolsek. Karena takut dan stres, Darso sempat sempat sakit dan
dirawat di RSUD Soewondo Pati.*
***
Djamat, orang tua korban
“SAYA AKAN MENUNTUT”
Oleh : Kunardi
Atas kejadian memalukan yang
menimpa anaknya, Djamat akan membawa permasalahan ini pada jalur
hukum yang ada. Kini pihaknya telah melaporkan kasus atas diri
anaknya yang telah dinodai dua tetangganya itu. Secara prinsip
Djamat meminta pertanggungjawaban kedua pelaku.
“Kalau sampai mereka tidak mau mengakui perbuatannya terpaksa saya
harus melangkah pada jalur hukum,” ancamnya. Hanya saja, yang
menjadi keprihatinan dirinya, mengapa pelaku secara mudah dan enteng
meninggalkan begitu saja tanggungjawabnya.
“Mereka telah berbuat, malah kabur. Ini khan namanya pengecut.
Sampai kapanpun akan saya tuntut walaupun saya orang miskin. Saya
tidak menerimakan perbuatan mereka yang telah mencoreng nama baik
keluarga dan menghancurkan masa depan anak ini,” ancamnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Kapolsek Margorejo Iptu Mulyono
membenarkan atas terjadinya tindak asusila terhadap diri Yani warga
Desa Bumirejo. Kini pihaknya tengah melakukan penyidikan terhadap
pelaku maupun korban dan keluarganya guna pengusutan lebih lanjut.
Sedangkan Slamet yang diduga kabur kini polisi akan mengembangkan
investigasi guna menangkapnya dengan jalan koordinasi dengan pihak
aparat desa dan keluarga korban.*
>>>Baca
Juga :
DUKUN 'SODOK' GADIS EPILEPSI...
>>>Baca Juga :
MAU NIKAH BUNUH TETANGGA...
|