|
Korban
dicekoki racun serangga
WANITA
HAMIL DIBUNUH PACAR
Oleh : Sunu Pribadi
Takut
dimintai tanggungjawab atas kehamilan kekasihnya, anak pengusaha
batu bata menghabisi nyawa kekasihnya. Leher korban dijerat tali tas
dan dipaksa minum racun serangga. Mayat korban dibuang di pinggir
sawah.
Jumat
pagi (31/10), cuaca lumayan cerah. Padahal jarum jam baru menunjuk
05.30 Wib. Warga Kampung Sukuh, Sisiran, Desa Majegan, Kecamatan
Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. yang mayoritas petani, nampak
sibuk menyiapkan aktifitasnya masing-masing.
Tiba-tiba ‘keasyikan’ warga terusik. Pasalnya, di sebelah utara
Dukuh Sisiran, tepatnya di pinggir ‘buk’ sungai kecil ditemukan
mayat wanita tergeletak di dekat parit. Orang pertama yang menemukan
mayat itu adalah Sunardi (60), warga desa setempat. Saat ke sawah,
ia curiga melihat tubuh wanita tergeletak tak bergerak.
Takut
terjadi sesuatu, Sunardi mengabarkan temuannya pada warga desa yang
kebetulan pagi itu juga hendak ke sawah. Seketika warga menjadi
geger dan mengerumuni mayat wanita yang belakangan diketahui bernama
Susilowati (20), warga Klalung, Desa Majegan, Kecamatan Tulung,
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tetangga Dukuh Sisiran.
Kematian Susilowati menjadi misterius. Sebab saat ditemukan,
disamping kepalanya tergeletak botol racun serangga warna hijau yang
telah kosong. Meskipun dari mulutnya tidak mengeluarkan busa, namun
beberapa warga desa sempat curiga dengan bau racun serangga yang
keluar dari mulut korban. Selanjutnya, temuan itu dikabarkan ke
orang tua korban, diteruskan ke Polres Klaten.
Sumanto (44) dan Kamiatun (43), orang tua korban sangat terpukul
dengan kematian anaknya. Bahkan mereka nampak syok dan tak bisa
menerima kenyataan itu. Beberapa kejanggalan memang ditemui. Bukan
lantaran mulut korban tidak berbusa, namun di lehernya terdapat luka
cekik. Bahkan punggung sampai atas pantat lebam membiru. Polisi
langsung menyimpulkan korban tidak bunuh diri, tetapi dibunuh.
Untuk
pengusutan lebih lanjut, siangnya polisi memanggil delapan saksi
untuk dimintai keterangan. Dugaan sementara petugas mengarah pada
Fauzi Fahrudin (25) alis Udin, kekasih korban. Berbekal petunjuk dan
bukti yang cukup kuat, polisi langsung mengadakan perburuan.
Berada
dalam komando Kasat Reskrim Polres Klaten Iptu Azis Ardiansyah
bersama Kaur Bin Ops Iptu Barozi, hanya beberapa jam Udin berhasil
ditangkap dari persembunyiannya di Dukuh Tanjung Anom, Desa Karang,
Kecamatan Jatinom, Kab. Klaten, Jawa Tengah.
Saat
ditangkap pelaku bermaksud kabur dari Klaten. Namun ia masih bingung,
kemana tujuannya. Sebelum digelandang ke Mapolres Klaten, Udin
sempat mengelak kalau dirinya membunuh Susilowati. Namun setelah
bukti keterlibatannya menguatkan, ia tak berkutik.
Di
depan petugas akhirnya Udin mengakui segala perbuatannya. Ia
membunuh lantaran takut dimintai tanggungjawab atas kehamilan korban.
Selama mengenal korban, Udin telah berbohong dan mengaku masih
bujangan. Padahal pelaku sudah beristri dan baru saja dikaruniai
anak yang kini berusia empat bulan.
CINTA KILAT-- Perkenalan Udin dengan korban terjadi sekitar tiga bulan lalu,
persisnya awal Agustus silam. Saat itu korban hendak berangkat kerja
ke Toko Besi Indra di daerah Majegan, Tulung, Klaten.
Berawal dari perkenalan itu, munculah benih cinta diantara mereka.
Apalagi, keduanya sering ketemu, terutama saat korban pulang dari
bekerja. Udin rajin sekali menjemput korban. Hingga satu bulan
kemudian mereka sepakat pacaran. Hubungan cinta mereka termasuk
cinta kilat.
Saking
seringnya bertemu, didukung rayuan mautnya, Udin berhasil membujuk
korban untuk berbuat layaknya hubungan intim suami istri. Kali
pertama mereka melakukannya di rumah kosong milik orangtua Udin di
Desa Jagalan, tak jauh dari kampung korban.
Entah
berapa kali mereka bersebadan, korban akhirnya hamil. Tentu saja hal
itu membuat korban bingung. Takut terjadi sesuatu, korban
mengutarakan kekhawatirannya kepada pelaku. Apalagi makin hari perut
korban makin buncit.
Mendapat kabar itu, Udin turut bingung. “Bagaimana Mas, kita harus
segera kawin sebelum perut ini semakin besar?” kata Susilowati
seperti ditirukan Udin. Ia makin kalut. Takut ketahuan istrinya,
Udin menyarankan pada korban untuk menggugurkan kandungan yang kala
itu berusia dua bulan.
Mendengar saran yang menurutnya ‘gila’ itu, korban tak bergeming. Ia
hanya menangis. Namun ketika dijelaskan bahwa dirinya sudah
berkeluarga, mau tak mau korban setuju menggugurkan kandungannya.
Selanjutnya Udin memberi uang hingga tiga kali, totalnya Rp 475 ribu
untuk melakukan aborsi. Namun hingga kandungannya menginjak bulan
ketiga, usaha pengguguran itu tak membuahkan hasil. Hal itu membuat
korban semakin gelisah.
Minggu
pagi (26/10) korban meninggalkan rumah dan menemui pelaku untuk
kembali mempertanyakan tanggungjawabnya. Bingung, ketemu bingung,
akhirnya keduanya cek-cok hebat. Korban maunya segera dikawini dan
Udin tetap bersikeras untuk menggugurkan kandungan tersebut.
Dalam
pengakuannya, Udin bilang ingin mengawini korban. Namun Kustinah
(23), istrinya yang tinggal di rumah orangtua Udin jelas menolak.
Kondisinya makin rumit. Apalagi, belakangan hubungannya dengan Udin
mulai tercium kedua orang tuanya. Mereka melarang korban berhubungan
lagi, lantaran dikampungnya, Udin dikenal suka mabuk-mabukan dan
judi, meski ia anak tunggal dari pengusaha pembuat batu bata
sekalipun.
PURA-PURA
KENCING-- Udin
sendiri pikirannya makin kalut. Untuk mencari solusinya, anak
tunggal dari pasangan Slamet Raharjo (45) dan Budiarni (40) itu
selanjutnya mengajak korban pergi selama empat hari. Kepada korban,
Udin beralasan ingin mencari solusi. Mereka pergi ke Pantai
Parangtritis, Yogyakarta hingga Semarang. Selama pergi, Udin terus
berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah itu hingg muncul niat
menghabisi korban.
Kamis
malam (30/10) mereka kembali ke Klaten dan menuju rumah kosong
Jagalan, yang menjadi tempat kali pertama keperawanan korban
direnggut Udin. Di tempat itu, lagi-lagi korban merengek-rengek
ingin segera dikawini. Hal itu makin membulatkan tekad Udin
menghabisi korban.
Dengan
dalih mengatar pulang dan mau mengawini, Udin mengajak korban pulang
mengendarai sepeda motor Yamaha Vega hitam AD 3255 KV menuju ke arah
desa tempat tinggal korban. Di tengah area persawahan yang sepi,
pelaku memulai aksinya. Udin menghentikan laju motor dengan alasan mau
kencing.
Saat
lengah, leher korban dijerat dari belakang dengan tali tas miliknya.
Agar tak bergerak, Udin membanting tubuh korban yang kala itu masih
duduk diatas jok motor. Korban terjatuh dalam posisi tertelungkup di
tanah.
Di
saat korban kelojotan, Udin makin gelap mata. Leher korban dicekik
lebih kencang sampai tidak bergerak lagi. Untuk menghilangkan jejak,
korban dibawa ke pinggir sungai kecil yang berjarak sekitar 400
meter dari tempat korban dibunuh.
Udin
sempat kaget ketika tubuh korban digeletakkan. Sebab ternyata korban
masih hidup dan bergerak-gerak. Tanpa pikir panjang, Udin segera
melarikan motornya menuju warung kelontong terdekat untuk membeli
sebotol racun serangga. Begitu dapat, racun serangga itu langsung
dicekokkan ke mulut korban yang sedang sekarat. Beberapa menit
kemudian korban tewas.
Pelaku
kemudian langsung ngacir meninggalkan mayat korban. Untuk
menghilangkan kegelisahannya, dia sempat mampir ke panti pijat dan
selanjutnya pulang dulu ke rumah kosong Jagalan untuk membakar
barang bukti celana dalam dan jaket korban yang tertinggal di rumah
kosong tersebut. Setelah itu, baru ia pulang ke rumah orangtuanya di
Karang, Jatinom Klaten, hingga polisi datang dan menangkapnya.
Menurut Iptu Azis, selaku Kasat Reskrim Polres Klaten, pada tubuh
korban terdapat luka memar bekas pukulan. Hal itu membuktikan bahwa
korban sempat memberikan perlawanan saat akan dibunuh. Saat
ditemukan, korban juga tak mengenakan celana dalam. Ada dugaan
sebelum tewas, mereka sempat melakukan hubungan intim. Meskipun
dalam pemeriksaan Udin tak mau mengakuinya.
Atas
perbuatannya, lelaki yang badannya dipenuhi tatto ini bakal
dikenakan pasal 338 junto 340 KUHP tentang pembunuhan terencana
dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau maksimal hukuman seumur
hidup atau hukuman mati.*
***
Udin (25)
KORBAN
PERNAH SELINGKUH
Oleh : Sunu Pribadi
Di
depan petugas yang memeriksanya, Udin mengaku menyesal. “Sebenarnya
saya sudah mencoba menawarkan agar dia (korban) mau menggugurkan
kandungannya. Saya sendiri sempat ragu kalau janin yang dikandung
korban adalah murni darah daging saya,” terang Udin saat ditemui di
balik jeruji tahanan Polres Klaten.
Menurutnya, hal itu lantaran sepengetahuannya, korban juga pernah
menjalin hubungan dengan Agus, yang tak lain adalah tetangga desa
korban. Berbagai pikiran yang menjejali otaknya itulah yang akhirnya
membuatnya makin bertekad untuk menghabisi korban.
“Waktu
itu saya bingung Mas. Saya nggak tahu mesti berbuat apa. Sekarang
saya menyesal,” paparnya dengan nada terbata-bata. Namun semua telah
terlanjur. Kini ia hanya bisa pasrah menerima hukuman yang bakal
dijatuhkan padanya.*
>>>Baca Juga
:
MANTAN TENTARA JADI SNIPER...
>>>Baca Juga :
GADIS INGUSAN NYARIS DIPERAWANI...
|