EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS#12

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Korban dicekoki racun serangga

WANITA HAMIL DIBUNUH PACAR

 

Oleh : Sunu Pribadi

 

Takut dimintai tanggungjawab atas kehamilan kekasihnya, anak pengusaha batu bata menghabisi nyawa kekasihnya. Leher korban dijerat tali tas dan dipaksa minum racun serangga. Mayat korban dibuang di pinggir sawah.

 

Jumat pagi (31/10), cuaca lumayan cerah. Padahal jarum jam baru menunjuk 05.30 Wib. Warga Kampung Sukuh, Sisiran, Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. yang mayoritas petani, nampak sibuk menyiapkan aktifitasnya masing-masing.

 

Tiba-tiba ‘keasyikan’ warga terusik. Pasalnya, di sebelah utara Dukuh Sisiran, tepatnya di pinggir ‘buk’ sungai kecil ditemukan mayat wanita tergeletak di dekat parit. Orang pertama yang menemukan mayat itu adalah Sunardi (60), warga desa setempat. Saat ke sawah, ia curiga melihat tubuh wanita tergeletak tak bergerak.

 

Takut terjadi sesuatu, Sunardi mengabarkan temuannya pada warga desa yang kebetulan pagi itu juga hendak ke sawah. Seketika warga menjadi geger dan mengerumuni mayat wanita yang belakangan diketahui bernama Susilowati (20), warga Klalung, Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tetangga Dukuh Sisiran.

 

Kematian Susilowati menjadi misterius. Sebab saat ditemukan, disamping kepalanya tergeletak botol racun serangga warna hijau yang telah kosong. Meskipun dari mulutnya tidak mengeluarkan busa, namun beberapa warga desa sempat curiga dengan bau racun serangga yang keluar dari mulut korban. Selanjutnya, temuan itu dikabarkan ke orang tua korban, diteruskan ke Polres Klaten.

 

Sumanto (44) dan Kamiatun (43), orang tua korban sangat terpukul dengan kematian anaknya. Bahkan mereka nampak syok dan tak bisa menerima kenyataan itu. Beberapa kejanggalan memang ditemui. Bukan lantaran mulut korban tidak berbusa, namun di lehernya terdapat luka cekik. Bahkan punggung sampai atas pantat lebam membiru. Polisi langsung menyimpulkan korban tidak bunuh diri, tetapi dibunuh.

 

Untuk pengusutan lebih lanjut, siangnya polisi memanggil delapan saksi untuk dimintai keterangan. Dugaan sementara petugas mengarah pada Fauzi Fahrudin (25) alis Udin, kekasih korban. Berbekal petunjuk dan bukti yang cukup kuat, polisi langsung mengadakan perburuan.

 

Berada dalam komando Kasat Reskrim Polres Klaten Iptu Azis Ardiansyah bersama Kaur Bin Ops Iptu Barozi, hanya beberapa jam Udin berhasil ditangkap dari persembunyiannya di Dukuh Tanjung Anom, Desa Karang, Kecamatan Jatinom, Kab. Klaten, Jawa Tengah.

 

Saat ditangkap pelaku bermaksud kabur dari Klaten. Namun ia masih bingung, kemana tujuannya. Sebelum digelandang ke Mapolres Klaten, Udin sempat mengelak kalau dirinya membunuh Susilowati. Namun setelah bukti keterlibatannya menguatkan, ia tak berkutik.

 

Di depan petugas akhirnya Udin mengakui segala perbuatannya. Ia membunuh lantaran takut dimintai tanggungjawab atas kehamilan korban. Selama mengenal korban, Udin telah berbohong dan mengaku masih bujangan. Padahal pelaku sudah beristri dan baru saja dikaruniai anak yang kini berusia empat bulan.

 

CINTA KILAT--Perkenalan Udin dengan korban terjadi sekitar tiga  bulan lalu, persisnya awal Agustus silam. Saat itu korban hendak berangkat kerja ke Toko Besi Indra di daerah Majegan, Tulung, Klaten.

 

Berawal dari perkenalan itu, munculah benih cinta diantara mereka. Apalagi, keduanya sering ketemu, terutama saat korban pulang dari bekerja. Udin rajin sekali menjemput korban. Hingga satu bulan kemudian mereka sepakat pacaran. Hubungan cinta mereka termasuk cinta kilat.

 

Saking seringnya bertemu, didukung rayuan mautnya, Udin berhasil membujuk korban untuk berbuat layaknya hubungan intim suami istri. Kali pertama mereka melakukannya di rumah kosong milik orangtua Udin di Desa Jagalan, tak jauh dari kampung korban.

 

Entah berapa kali mereka bersebadan, korban akhirnya hamil. Tentu saja hal itu membuat korban bingung. Takut terjadi sesuatu, korban mengutarakan kekhawatirannya kepada pelaku. Apalagi makin hari perut korban makin buncit.

 

Mendapat kabar itu, Udin turut bingung. “Bagaimana Mas, kita harus segera kawin sebelum perut ini semakin besar?” kata Susilowati seperti ditirukan Udin. Ia makin kalut. Takut ketahuan istrinya, Udin menyarankan pada korban untuk menggugurkan kandungan yang kala itu berusia dua bulan.

 

Mendengar saran yang menurutnya ‘gila’ itu, korban tak bergeming. Ia hanya menangis. Namun ketika dijelaskan bahwa dirinya sudah berkeluarga, mau tak mau korban setuju menggugurkan kandungannya.

 

Selanjutnya Udin memberi uang hingga tiga kali, totalnya Rp 475 ribu untuk melakukan aborsi. Namun hingga kandungannya menginjak bulan ketiga, usaha pengguguran itu tak membuahkan hasil. Hal itu membuat korban semakin gelisah.

 

Minggu pagi (26/10) korban meninggalkan rumah dan menemui pelaku untuk kembali mempertanyakan tanggungjawabnya. Bingung, ketemu bingung, akhirnya keduanya cek-cok hebat. Korban maunya segera dikawini dan Udin tetap bersikeras untuk menggugurkan kandungan tersebut.

 

Dalam pengakuannya, Udin bilang ingin mengawini korban. Namun Kustinah (23), istrinya yang tinggal di rumah orangtua Udin jelas menolak.

 

Kondisinya makin rumit. Apalagi, belakangan hubungannya dengan Udin mulai tercium kedua orang tuanya. Mereka melarang korban berhubungan lagi, lantaran dikampungnya, Udin dikenal suka mabuk-mabukan dan judi, meski ia anak tunggal dari pengusaha pembuat batu bata sekalipun.

 

PURA-PURA KENCING--Udin sendiri pikirannya makin kalut. Untuk mencari solusinya, anak tunggal dari pasangan Slamet Raharjo (45) dan Budiarni (40) itu selanjutnya mengajak korban pergi  selama empat hari. Kepada korban, Udin beralasan ingin mencari solusi. Mereka pergi ke Pantai Parangtritis, Yogyakarta hingga Semarang. Selama pergi, Udin terus berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah itu hingg muncul niat  menghabisi korban.

 

Kamis malam (30/10) mereka kembali ke Klaten dan menuju rumah kosong Jagalan, yang menjadi tempat kali pertama keperawanan korban direnggut Udin. Di tempat itu, lagi-lagi korban merengek-rengek ingin segera dikawini. Hal itu makin membulatkan tekad Udin menghabisi korban.

 

Dengan dalih mengatar pulang dan mau mengawini, Udin mengajak korban pulang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega hitam AD 3255 KV menuju ke arah desa tempat tinggal korban. Di tengah area persawahan yang sepi, pelaku memulai aksinya. Udin menghentikan laju motor dengan alasan  mau kencing.

 

Saat lengah, leher korban dijerat dari belakang dengan tali tas miliknya. Agar tak bergerak, Udin membanting tubuh korban yang kala itu masih duduk diatas jok motor. Korban terjatuh dalam posisi tertelungkup di tanah.

 

Di saat korban kelojotan, Udin makin gelap mata. Leher korban dicekik lebih kencang sampai tidak bergerak lagi. Untuk menghilangkan jejak, korban dibawa ke pinggir sungai kecil yang berjarak sekitar 400 meter dari tempat korban dibunuh.

 

Udin sempat kaget ketika tubuh korban digeletakkan. Sebab ternyata korban masih hidup dan bergerak-gerak. Tanpa pikir panjang, Udin segera melarikan motornya menuju warung kelontong terdekat untuk membeli sebotol racun serangga. Begitu dapat, racun serangga itu langsung dicekokkan ke mulut korban yang sedang sekarat. Beberapa menit  kemudian korban tewas.

 

Pelaku kemudian langsung ngacir meninggalkan mayat korban. Untuk menghilangkan kegelisahannya, dia sempat mampir ke panti pijat dan selanjutnya pulang dulu ke rumah kosong Jagalan untuk membakar barang bukti celana dalam dan jaket korban yang tertinggal di rumah kosong tersebut. Setelah itu, baru ia pulang ke rumah orangtuanya di Karang, Jatinom Klaten, hingga polisi datang dan menangkapnya.

 

Menurut Iptu Azis, selaku  Kasat Reskrim Polres Klaten, pada tubuh korban terdapat luka memar bekas pukulan. Hal itu membuktikan bahwa korban sempat memberikan perlawanan saat akan dibunuh. Saat ditemukan, korban juga tak mengenakan celana dalam. Ada dugaan sebelum tewas, mereka sempat melakukan hubungan intim. Meskipun dalam pemeriksaan Udin tak mau mengakuinya.

 

Atas perbuatannya, lelaki yang badannya dipenuhi tatto ini bakal dikenakan pasal 338 junto 340 KUHP tentang pembunuhan terencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau maksimal hukuman seumur hidup atau hukuman mati.* 

 

***

 

Udin (25)

KORBAN PERNAH SELINGKUH

 

Oleh : Sunu Pribadi

 

Di depan petugas yang memeriksanya, Udin mengaku menyesal. “Sebenarnya saya sudah mencoba menawarkan agar dia (korban) mau menggugurkan kandungannya. Saya sendiri sempat ragu kalau janin yang dikandung korban adalah murni darah daging saya,” terang Udin saat ditemui di balik jeruji tahanan Polres Klaten.

 

Menurutnya,  hal itu lantaran sepengetahuannya, korban juga pernah menjalin hubungan dengan Agus, yang tak lain adalah tetangga desa korban. Berbagai pikiran yang menjejali otaknya itulah yang akhirnya membuatnya makin bertekad untuk menghabisi korban.

 

“Waktu itu saya bingung Mas. Saya nggak tahu mesti berbuat apa. Sekarang saya menyesal,” paparnya dengan nada terbata-bata. Namun semua telah terlanjur. Kini ia hanya bisa pasrah menerima hukuman yang bakal dijatuhkan padanya.*

 

>>>Baca Juga : MANTAN TENTARA JADI SNIPER...
>>>Baca Juga : GADIS INGUSAN NYARIS DIPERAWANI...

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Nojii
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1