EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS#12

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Mulut disumpal kemaluan di gesek-gesek

GADIS INGUSAN NYARIS DIPERAWANI

Oleh : Budi

Tak kuat membendung birahi yang meluap saat istirahat makan siang, dua kuli bangunan ‘menggarap’ gadis cilik di bedengnya. Belum sempat memperkosa satu diantaranya keburu ejakulasi. Sementara satunya keburu kepergok. Delik yang dipakai menjerat mereka sebatas pencabulan.

Fairin (38) dan Sutarman (30) adalah kuli bangunan. Lantaran di kampungnya kehidupannya pas-pasan, kedua lelaki itu mencoba mengadu nasib ke Jakarta. Kebetulan mereka bernasib mujur. Baru beberapa hari meninggalkan anak dan istrinya di Cilacap, mereka dapat ‘job’ jadi kuli bangunan di proyek Pasar Leuwiliang, Bogor.

Meninggalkan istri, bukan perkara mudah. Apalagi untuk urusan kebutuhan biologis. Apa yang ditakuti terjadi. Disaat mereka butuh penuntasan hasrat seks, tak ada ‘tempat’ buat penyalurannya. Yang terjadi, mereka menggarap Anah (12) –nama disamarkan--, gadis ingusan yang sehari-hari bekerja di warung nasi tak jauh dari tempat mereka bekerja.

Untung saja, ulah mereka tidak sampai mengoyak pagar ayu korban. Gadis belia itu sempat menangis sehingga didengar temannya. Di tengah isak tangisnya korban menjelaskan duduk perkaranya. Saat itu juga Fairin dan Sutarman diburu dan dihakimi massa, untuk kemudian digiring ke Polsek Leuwiliang.

Kejadian itu berawal ketika pada Rabu siang (05/11) korban disuruh majikannya mengambil tikar di bedeng tempat Fairin dan Sutarman tinggal. Karena sudah kenal lantaran kedua pria itu pelanggan tetap warung tempatnya bekerja, korban sama sekali tidak takut ataupun curiga.

Tiba di bedeng, korban melihat Fairin. Kepadanya ia minta tikar atas suruhan majikannya. Fairin yang sudah lama tidak ngeseks, libidonya naik melihat paha mungil korban. Tanpa banyak cing-cong, ia membekap mulut korban. Sejurus kemudian menciumi wajah gadis malang ini.

Mendapat perlakuan tak senonoh, korban berusaha berontak. Namun tangan kekar Fairin lebih kuat, hingga korban tak berkutik. Belum sempat ejakulasi, korban menangis. Hal itu membuat Fairin bingung dan menghentikan aksinya. Selanjutnya ia merayu korban agar tidak melaporkan kejadian itu pada siapapun. Akhirnya Fairin pun meninggalkan korban yang masih terus menangis. Merasa kecapekan, korban tertidur ditempat itu.

KEBURU MUNCRAT--Setelah Fairin pergi, tiba-tiba muncul Sutarman, teman satu kamar Fairin. Melihat ada gadis yang dikenalnya tertidur di kamarnya, kontan hasratnya seksnya bergelora. Tanpa buang waktu, Sutarman membagunkan korban. Lantaran korban diam  dan tidak bangun nafsu Sutarman makin meninggi.

Tanpa ‘minta ijin’ lagi Sutarman langsung menindih tubuh korban sambil menciumi wajah gadis itu, diikuti oleh gerakan-gerakan nakal tangannya ke arah alat kelamin korban.

Belum sempat melucuti celana dalam atau memperkosa korban, tiba-tiba Fairin muncul kembali. Tentu saja hal itu cukup mengganggu. Sutarman menyudahi aksinya.

Sepeninggal Sutarman libido Fairin ‘kambuh’ kembali. Tanpa pikir panjang ia kembali beraksi. Kali ini lebih ganas. Fairin tidak hanya menciumi korban, namun tangannya turut menggerayangi ‘daging lembek’ di balik celana dalam korban. Sesekali ia menggesek-gesekkan ‘burung’nya yang masih dibungkus celana.

Tidak seperti pertama ia menggarap korban. Kali ini meski korban menangis, Fairin tetap saja beraksi. Namun belum sempat memperkosanya, Fairin keburu ejakulasi. Spermanya muncrat di dalam celana. Merasa puas, pria itu ngeloyor begitu saja meninggalkan korban yang terus menangis.

Sepeninggal Fairin, tangis korban malah menjadi-jadi. Seorang pekerja bangunan, yang kebetulan lewat di sekitar bedeng itu kaget mendengar suara tangisan bocah kecil.

Ia penasaran dan menghampiri sumber suara tadi. Betapa kagetnya ia, ketika mendapati korban dengan pakaian acak-acakan, sambil air matanya terus tumpah.  “Ada apa, kamu diperkosa ya,” tanya lelaki yang mengaku bernama Santo (34). Korban yang ketakutan hanya bisa mengangguk sambil terus menangis.

Mendengar pengakuan polos itu, Santo langsung mengabarkan pada teman-temannya. Mereka berdatangan dan langsung mendesak pada korban siapa pelakunya. Korban mengaku terus terang bahwa yang melakukan perbuatan terkutuk itu adalah Fairin dan Sutarman.

Beramai-ramai massa langsung mencari keberadaan Sutarman dan Fairin. Ketika dipergoki, keduanya menyangkal. Hal itu membuat massa beringas dan langsung menghakimi kedua pelaku, selanjutnya mereka diserahkan ke Mapolsek Leuwiliang.

Di hadapan petugas, awalnya mereka mengelak. Namun setelah diperiksa, keduanya mengaku hanya mencabuli gadis itu. “Sumpah pak, saya cuma menciumi gadis itu. Anu saya tidak saya masukan kok,” ujar Fairin. Senada juga di paparkan Sutarman.

Bripka Alan Setiawan, SH, Kanitreskrim Polsek Leuwiliang ketika ditemui Exo Kamis siang (06/11), membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya kedua pelaku telah diamankan warga terlebih dulu, sebelum ditangkap.

Sementara korban saat itu juga langsung dibawa ke RSU PMI Bogor untuk divisum. “Dari hasil pemeriksaan, tidak menunjukan adanya kerusakan pada selaput dara korban,” jelas Alan.

Meski demikian, petugas tetap akan menjerat pelaku. Ditambahkan bahwa keduanya bisa dijerat pasal 289 KUHP tentang pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Saat ditemui Exo Kamis (06/11) di kediamannya, Kampung Leuweung Kolot RT 01/04 Desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang Bogor, Nanang (42), ayah korban nampak terlihat sedih. Menurutnya ia sempat kaget saat kali pertama dikabari teman kerja anaknya, tentang naas itu.

Tanpa membuang waktu, Nanang langsung berangkat ke Polsek Leuwiliang untuk menemui anaknya yang berdasarkan keterangan temannya tadi sudah berada di Polsek.

Ia sempat emosi. Namun lantaran kasusnya telah ditangani polisi, amarahnya mereda, meskipun dari raut mukanya tak bisa dibohongi bahwa ada rasa kesal yang mendalam.

Namun ketika mendengar bahwa anaknya belum sempat diperkosa, ia cukup lega. Hanya saja, Nanang tetap berharap agar kedua pelaku diganjar hukuman, selain harus bayar ganti rugi atas kelakuan yang telah diperbuatnya.

“Kalau masalah ini mau selesai sampai disini, saya tetap akan minta ganti rugi kepada kedua pelaku yang sudah mencemari nama baik anak saya dan kampung ini. Terserah dia mau kasih uang atau apa, yang penting seimbang dengan kerugian yang kami alami,” ungkap Nanang. *

*** 

Fairin (38)

DI DALAM CELANA

Oleh : Budi

Wajahnya tertunduk. Tangannya disilangkan diantara kedua pahanya. “Saya malu Mas. Saya nggak salah,” ucap Fairin pelan saat di temui di Polsek Leuwiliang Bogor.

Menurut lelaki asal Cilacap ini, ia mengaku kilaf saat melakukan perbuatan nista itu. “Saat itu saya sedang teringat istri saya. Tiba-tiba muncul Anah. Ya sudah saya paksa aja dia” jelas  Fairin.

Fairin mengelak dan terus membantah kalau dirinya telah memperkosa gadis itu. “Saya sama sekali tidak bermaksud memperkosanya. Bahkan celana saya juga ngga sempat saya buka,” jelas Fairin.

Namun lama-kelamaan, ayah tiga orang anak ini mengaku kalau ia telah mencabulinya. Bahkan dalam aksinya ia mengaku sempat meremas-meramas kemaluan korban.

Fairin juga tak mengelak telah menggesek-gesekkan burungnya ke kemaluan gadis yang masih ingusan itu. “Tapi sebelum saya buka celana, udah muncrat duluan. Celana saya sampe basah,” tambahnya lagi sambil tertunduk.*

*** 

Sutarman (30)

CUMA MERABA

Oleh : Budi

Sama seperti Fairin. Berulangkali Sutarman menyatakan dirinya tak bersalah. “Waktu ditangkap warga, saya udah bilang kalo saya nggak memperkosa. Tapi orang-orang tidak percaya dan terus memukuli saya,” ucapnya memelas.

Lelaki berkulit gelap yang mengaku sudah punya istri ini terlihat sedih. “Saya belum ditengok seorang pun keluarga saya. Padahal saya nggak salah. Saya nggak gituin dia (Anah-red) kok,” jelas Sutarman.

Perlahan dari mulut lelaki berambut ikal keluar pengakuan. Meskipun mengaku tak memperkosa korban, namun dirinya tak menyangkal bahwa ia sempat menjamah tubuh korban.

“Saat itu dia sedang tertidur. Saya bangun-bangunkan, tapi dia diam saja. Saya nggak tahan dan akhirnya memeluknya. Tapi saya tidak memperkosanya pak. Saya cuma meraba-raba paha dan anunya dia, sambil menciuminya ,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah sudah kenal dengan korban, Sutarman mengangguk. “Dia kan jualan nasi dekat tempat saya bekerja, makanya saya kenal sama dia. Saya juga sering makan di warungnya,” tambahnya.

Kini Sutarman hanya bisa menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Ibaratnya, nasi telah jadi bubur. Atas perbuatannya, ia harus mempertanggungjawabkan di depan hukum.* 

>>>Baca Juga : WANITA HAMIL DIBUNUH PACAR...
>>>Baca Juga : MANTAN TENTARA JADI SNIPER...

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Nojii
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1