Mulut disumpal kemaluan di
gesek-gesek
GADIS INGUSAN NYARIS
DIPERAWANI
Oleh : Budi
Tak
kuat membendung birahi
yang meluap saat istirahat makan siang, dua kuli bangunan
‘menggarap’ gadis cilik di bedengnya. Belum sempat memperkosa satu
diantaranya keburu ejakulasi. Sementara satunya keburu kepergok.
Delik yang dipakai menjerat mereka sebatas pencabulan.
Fairin (38) dan Sutarman
(30) adalah kuli bangunan. Lantaran di kampungnya kehidupannya pas-pasan,
kedua lelaki itu mencoba mengadu nasib ke Jakarta. Kebetulan mereka
bernasib mujur. Baru beberapa hari meninggalkan anak dan istrinya di
Cilacap, mereka dapat ‘job’ jadi kuli bangunan di proyek Pasar
Leuwiliang, Bogor.
Meninggalkan istri, bukan perkara mudah. Apalagi untuk urusan
kebutuhan biologis. Apa yang ditakuti terjadi. Disaat mereka butuh
penuntasan hasrat seks, tak ada ‘tempat’ buat penyalurannya. Yang
terjadi, mereka menggarap Anah (12) –nama disamarkan--, gadis
ingusan yang sehari-hari bekerja di warung nasi tak jauh dari tempat
mereka bekerja.
Untung saja, ulah mereka
tidak sampai mengoyak pagar ayu korban. Gadis belia itu sempat
menangis sehingga didengar temannya. Di tengah isak tangisnya korban
menjelaskan duduk perkaranya. Saat itu juga Fairin dan Sutarman
diburu dan dihakimi massa, untuk kemudian digiring ke Polsek
Leuwiliang.
Kejadian
itu berawal ketika pada Rabu siang (05/11) korban disuruh majikannya
mengambil tikar di bedeng tempat Fairin dan Sutarman tinggal. Karena
sudah kenal lantaran kedua pria itu pelanggan tetap warung tempatnya
bekerja, korban sama sekali tidak takut ataupun curiga.
Tiba di bedeng, korban
melihat Fairin. Kepadanya ia minta tikar atas suruhan majikannya.
Fairin yang sudah lama tidak ngeseks, libidonya naik melihat paha
mungil korban. Tanpa banyak cing-cong, ia membekap mulut korban.
Sejurus kemudian menciumi wajah gadis malang ini.
Mendapat perlakuan tak
senonoh, korban berusaha berontak. Namun tangan kekar Fairin lebih
kuat, hingga korban tak berkutik. Belum sempat ejakulasi, korban
menangis. Hal itu membuat Fairin bingung dan menghentikan aksinya.
Selanjutnya ia merayu korban agar tidak melaporkan kejadian itu pada
siapapun. Akhirnya Fairin pun meninggalkan korban yang masih terus
menangis. Merasa kecapekan, korban tertidur ditempat itu.
KEBURU MUNCRAT-- Setelah
Fairin pergi, tiba-tiba muncul Sutarman, teman satu kamar Fairin.
Melihat ada gadis yang dikenalnya tertidur di kamarnya, kontan
hasratnya seksnya bergelora. Tanpa buang waktu, Sutarman membagunkan
korban. Lantaran korban diam dan tidak bangun nafsu Sutarman makin
meninggi.
Tanpa ‘minta ijin’ lagi
Sutarman langsung menindih tubuh korban sambil menciumi wajah gadis
itu, diikuti oleh gerakan-gerakan nakal tangannya ke arah alat
kelamin korban.
Belum
sempat melucuti celana dalam atau memperkosa korban, tiba-tiba
Fairin muncul kembali. Tentu saja hal itu cukup mengganggu. Sutarman
menyudahi aksinya.
Sepeninggal Sutarman
libido Fairin ‘kambuh’ kembali. Tanpa pikir panjang ia kembali
beraksi. Kali ini lebih ganas. Fairin tidak hanya menciumi korban,
namun tangannya turut menggerayangi ‘daging lembek’ di balik celana
dalam korban. Sesekali ia menggesek-gesekkan ‘burung’nya yang masih
dibungkus celana.
Tidak seperti pertama ia
menggarap korban. Kali ini meski korban menangis, Fairin tetap saja
beraksi. Namun belum sempat memperkosanya, Fairin keburu ejakulasi.
Spermanya muncrat di dalam celana. Merasa puas, pria itu ngeloyor
begitu saja meninggalkan korban yang terus menangis.
Sepeninggal Fairin, tangis korban malah menjadi-jadi. Seorang
pekerja bangunan, yang kebetulan lewat di sekitar bedeng itu kaget
mendengar suara tangisan bocah kecil.
Ia penasaran dan
menghampiri sumber suara tadi. Betapa kagetnya ia, ketika mendapati
korban dengan pakaian acak-acakan, sambil air matanya terus tumpah.
“Ada apa, kamu diperkosa ya,” tanya lelaki yang mengaku bernama
Santo (34). Korban yang ketakutan hanya bisa mengangguk sambil terus
menangis.
Mendengar
pengakuan polos itu, Santo langsung mengabarkan pada teman-temannya.
Mereka berdatangan dan langsung mendesak pada korban siapa pelakunya.
Korban mengaku terus terang bahwa yang melakukan perbuatan terkutuk
itu adalah Fairin dan Sutarman.
Beramai-ramai massa
langsung mencari keberadaan Sutarman dan Fairin. Ketika dipergoki,
keduanya menyangkal. Hal itu membuat massa beringas dan langsung
menghakimi kedua pelaku, selanjutnya mereka diserahkan ke Mapolsek
Leuwiliang.
Di hadapan petugas,
awalnya mereka mengelak. Namun setelah diperiksa, keduanya mengaku
hanya mencabuli gadis itu. “Sumpah pak, saya cuma menciumi gadis itu.
Anu saya tidak saya masukan kok,” ujar Fairin. Senada juga di
paparkan Sutarman.
Bripka Alan Setiawan, SH,
Kanitreskrim Polsek Leuwiliang ketika ditemui Exo Kamis siang
(06/11), membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya kedua pelaku
telah diamankan warga terlebih dulu, sebelum ditangkap.
Sementara korban saat itu
juga langsung dibawa ke RSU PMI Bogor untuk divisum. “Dari hasil
pemeriksaan, tidak menunjukan adanya kerusakan pada selaput dara
korban,” jelas Alan.
Meski demikian, petugas
tetap akan menjerat pelaku. Ditambahkan bahwa keduanya bisa dijerat
pasal 289 KUHP tentang pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan
ancaman hukuman sembilan tahun penjara.
Saat ditemui Exo Kamis
(06/11) di kediamannya, Kampung Leuweung Kolot RT 01/04 Desa
Girimulya, Kecamatan Cibungbulang Bogor, Nanang (42), ayah korban
nampak terlihat sedih. Menurutnya ia sempat kaget saat kali pertama
dikabari teman kerja anaknya, tentang naas itu.
Tanpa membuang waktu,
Nanang langsung berangkat ke Polsek Leuwiliang untuk menemui anaknya
yang berdasarkan keterangan temannya tadi sudah berada di Polsek.
Ia sempat emosi. Namun
lantaran kasusnya telah ditangani polisi, amarahnya mereda, meskipun
dari raut mukanya tak bisa dibohongi bahwa ada rasa kesal yang
mendalam.
Namun ketika mendengar
bahwa anaknya belum sempat diperkosa, ia cukup lega. Hanya saja,
Nanang tetap berharap agar kedua pelaku diganjar hukuman, selain
harus bayar ganti rugi atas kelakuan yang telah diperbuatnya.
“Kalau masalah ini mau
selesai sampai disini, saya tetap akan minta ganti rugi kepada kedua
pelaku yang sudah mencemari nama baik anak saya dan kampung ini.
Terserah dia mau kasih uang atau apa, yang penting seimbang dengan
kerugian yang kami alami,” ungkap Nanang. *
***
Fairin (38)
DI DALAM CELANA
Oleh : Budi
Wajahnya tertunduk.
Tangannya disilangkan diantara kedua pahanya. “Saya malu Mas. Saya
nggak salah,” ucap Fairin pelan saat di temui di Polsek Leuwiliang
Bogor.
Menurut lelaki asal
Cilacap ini, ia mengaku kilaf saat melakukan perbuatan nista itu.
“Saat itu saya sedang teringat istri saya. Tiba-tiba muncul Anah. Ya
sudah saya paksa aja dia” jelas Fairin.
Fairin mengelak dan terus membantah kalau dirinya telah memperkosa
gadis itu. “Saya sama sekali tidak bermaksud memperkosanya. Bahkan
celana saya juga ngga sempat saya buka,” jelas Fairin.
Namun lama-kelamaan, ayah tiga orang anak ini mengaku kalau ia telah
mencabulinya. Bahkan dalam aksinya ia mengaku sempat meremas-meramas
kemaluan korban.
Fairin juga tak mengelak
telah menggesek-gesekkan burungnya ke kemaluan gadis yang masih
ingusan itu. “Tapi sebelum saya buka celana, udah muncrat duluan.
Celana saya sampe basah,” tambahnya lagi sambil tertunduk.*
***
Sutarman (30)
CUMA MERABA
Oleh : Budi
Sama seperti Fairin.
Berulangkali Sutarman menyatakan dirinya tak bersalah. “Waktu
ditangkap warga, saya udah bilang kalo saya nggak memperkosa. Tapi
orang-orang tidak percaya dan terus memukuli saya,” ucapnya memelas.
Lelaki berkulit gelap yang mengaku sudah punya istri ini terlihat
sedih. “Saya belum ditengok seorang pun keluarga saya. Padahal saya
nggak salah. Saya nggak gituin dia (Anah-red) kok,” jelas Sutarman.
Perlahan dari mulut lelaki
berambut ikal keluar pengakuan. Meskipun mengaku tak memperkosa
korban, namun dirinya tak menyangkal bahwa ia sempat menjamah tubuh
korban.
“Saat itu dia sedang tertidur. Saya bangun-bangunkan, tapi dia diam
saja. Saya nggak tahan dan akhirnya memeluknya. Tapi saya tidak
memperkosanya pak. Saya cuma meraba-raba paha dan anunya dia, sambil
menciuminya ,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah
sudah kenal dengan korban, Sutarman mengangguk. “Dia kan jualan nasi
dekat tempat saya bekerja, makanya saya kenal sama dia. Saya juga
sering makan di warungnya,” tambahnya.
Kini Sutarman hanya bisa
menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Ibaratnya, nasi telah
jadi bubur. Atas perbuatannya, ia harus mempertanggungjawabkan di
depan hukum.*
>>>Baca
Juga :
WANITA HAMIL DIBUNUH PACAR...
>>>Baca Juga :
MANTAN TENTARA JADI SNIPER... |