EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

JELAJAH #12

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Pelacur Rio de Janeiro

SUKA MEJENG DI JALAN UMUM

Oleh : Nita

Setelah prostitusi dilegalkan di Rio de Janeiro, Brazil, pelacuran menjadi kian marak. Ironisnya, meski sudah banyak tempat-tempat hiburan malam yang menampung keberadaan mereka, toh mereka lebih senang menjajakan diri di pinggir-pinggir jalan. Hal tersebut membuat pemandangan jalan pada malam hari terlihat semrawut.

Setelah kongres pertama pada tahun 1980, tentang prostitusi yang dilaksanakan di Rio de Janeiro an, Brazil, diputuskan bahwa pelacuran di sana adalah legal. Keputusan tersebut didukung penuh oleh Departemen Kebudayaan dan Sekretaris Kebudayaan Brazil. Dan berita tersebut membuat para pelaku bisnis maksiat tersebut mendapat angin segar.

Namun pada kenyataannya mereka tidak berjalan di jalur yang sudah ditetapkan, terutama para pelacurnya. Meski sudah disediakan tempat-tempat hiburan malam yang memegang surat ijin penuh dari pemerintah, toh mereka lebih senang mejeng di pinggir-pinggir jalan. Hal tersebut tentu saja membuat pemandangan di jalan-jalan pada malam hari terlihat lebih semrawut dibanding sebelumnya.

Ini artinya, meski sudah disusun hukum tentang prostitusi, mereka tetap membandel. Tidak tanggung-tanggung, bahkan pada siang hari pun mereka nekat menyetop pengendara mobil yang berminat akan tubuh indah mereka.             Meski sudah beberapa kali diperingatkan, pelacuran kini bukan hanya marak di pinggir-pinggir jalan di Rio, tetapi juga sudah merambah ke pedesaan.

Di perkotaan banyak bertebaran tempat pijit, sauna, bar, dan beberapa tempat lain yang memungkinkan para pelacur baik tua maupun muda bisa mangkal. Tidak hanya itu, di Rio, terutama di kotanya banyak pula wanita-wanita panggilan yang tarifnya tidak terlalu mahal, yakni hanya sekitar Rp. 160 ribu/short time.

Namun begitu banyak juga wanita yang biasa dipanggil melalui telepon ini yang mematok tarif lebih tinggi. Mereka biasanya diminta datang ke motel atau hotel tempat peminatnya menginap. Selain tarif tetap, para wanita-wanita pirang bergincu ini bisa jadi juga akan mendapat tips lebih besar dari tarif yang sudah ditentukan.

Di panti-panti pijat ada lagi pelayanan istimewa yang cukup menggiurkan. Yakni, satu orang pria hidung belang bisa dilayani dua hingga lima orang. Karena yang memberi pelayanan lebih banyak dari biasanya, tarif yang ditentukan pun cukup tinggi, yakni berkisar antara Rp. 500 ribu hingga Rp. 1,5 juta/short time. Pelayanan ini biasanya hanya khusus bagi pendatang atau turis yang belum mengenal dunia pelacuran di sana. Bagi penduduk asli, mereka lebih senang memanfaatkan telepon dan memanggil wanita-wanita yang sudah menjadi langganannya.*

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Nojii
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1