Janda
berharap jadi perawan
MENGUAK BISNIS ‘REPARASI’ VAGINA
Oleh : Zul/Noer
Bisnis jasa berbasis supranatural sulit dibuktikan
secara kasat mata. Misteri itu bisa jadi ajang penipuan yang
memanfaatkan sugesti dan harapan. Jargon mengembalikan elastisitas
dinding vagina hingga bisa jadi perawan lagi ternyata ampuh menyedot
banyak ‘pasien’. Peminatnya, istri pejabat, selebritis, ibu rumah
tangga, sampai pelacur high class.
Sebut saja Sujiati,
wanita berusia 35 tahun mantan pasien paranormal spesialis gurah
vagina. Sekitar tiga bulan lalu, Sujiati terduduk bimbang. Beberapa
kali dia membolak-balik lembaran koran ibukota yang sarat dengan
iklan ‘reparasi vagina’. Tawarannya, mulai sekedar gurah,
menyempitkan liang vagina, hingga mengembalikan keperawanan.
Dalam hatinya
bergejolak. Apalagi, jika teringat sang suami yang belakangan mulai
uring-uringan merasa tidak puas dengan layanan ranjangnya. Meskipun,
suaminya belum menyampaikan utama, namun Sujiati sudah bisa menduga,
organ seksnya sudah tidak seperti dulu. “Udah nggak nyedot lagi,”
kelakarnya.
Sejenak ia terdiam.
Pikirannya melayang kemana-mana. Antara percaya dan tidak dengan
iklan paranormal yang menjanjikan tersebut. Mungkin saja jika
berkocek tebal, Sujiati akan mengikuti saran tetangganya yang dulu
pernah men’servis’ vaginanya ke dokter yang katanya cukup ampuh.
Namun Sujiati
wanita biasa. Suaminya hanya karyawan rendahan. Dengan ganjalan
beragam itu, didukung kocek pas-pasan, ia hanya mampu menghela nafas
panjang. Namun demi memuaskan suami, niatnya untuk mencari solusi
terus dijalani. Sujiati bisa tersenyum mengamati sebuah iklan
‘reparasi vagina’ dengan biaya relatif terjangkau.
Tanpa mohon restu
dari suaminya –mungkin dia ingin mebuat kejutan--, Sujiati mengontak
nomor telepon yang tertera di iklan tersebut. Suara dari seberang
mengabarkan bahwa tidak ada kendala sulit untuk sekedar membuat
suami kembali lengket.
Kuncinya, vaginanya
meski di’servis’. Setelah menanyakan pernik-pernik syaratnya, wanita
yang telah empat kali ‘turun mesin’ alias melahirkan itu merasa lega.
Niatnya untuk mereparasi vagina makin bulat.
Setelah mencari
tahu alamat lengkapnya, Sujiati bergegas berangkat menuju tempat
praktik paranormal tersebut yang sedang melakukan ‘pameran’ alais
gebyar pengobatan di sebuah hotel di bilangan Jakarta Selatan.
Cukup merogoh kocek
Rp. 300 ribu, Sujiati telah mendapatkan layanan reparasi vagina
secara tradisional. Caranya tidak bertele-tele. Kala itu ia hanya
diberi benda semacam tongkat sepanjang tak kurang dari 12 cm. Wanita
itu juga diwanti-wanti cara penggunaannya.
Belakangan, benda
mirip mentimun mini itu tak lain terbuat dari komposisi
clerodendron serratum dan bahan-bahan lainnya yang telah diolah
dan dicetak seperti tongkat bulat. Di kalangan paranormal dan ahli
pengobatan tradisional, benda semacam itu lazim disebut Tongkat
Gurah Vagina (TGV).
Cara penggunaannya
cukup praktis. Pegang ujung ‘tongkat ajaib’ itu, kemudian masukkan
secara perlahan ke dalam vagina. Selanjutnya diamkan selama dua
menit sebelum dikeluarkan secara perlahan.
Sujiati mengikuti
semua anjuran itu. “Ajaib,” pekiknya. Setelah menarik TGV itu,
banyak lendir yang menempel di lapisan luar tongkat tersebut.
Menurut pencipta tongkat itu, cairan lendir yang menempel di tongkat
adalah lendir kotor yang mengandung bibit penyakit.
Menurut Sujiati,
jika ingin menjaga kesehatan vagina dan mengembalikan elestisitas
dinding vagina, sebaiknya colok vagina dengan TGV sedikitnya satu
meinggu sekali.
Jika seorang wanita
mengalami masalah serius dengan vaginanya, seperti terserang
keputihan hingga menimbulkan bau tidak sedap. Konon kabarnya, jika
cairan lendirnya diserap TGV sedikitnya sehari sekali (pagi dan
sore), persoalan kewanitaan tersebut segera lenyap.
Lantas, apa khasiat
dari TGV itu. Dari keterangan yang didapat sang paranormal Sujiati
tahu bahwa zat yang terkandung TGV yang terdri dari clerodendron
serratum akan membunuh bakteri, jamur di dalam vagina.
JUAL
JANJI-- Karena bentuk dan
letaknya agak ‘terbuka’, vagina sangat rentan terkena kuman atau
bakteri. Jika tidak apik merawat dan mebersihkannya, tidak mustahil
organ seks itu menjadi tempat kumpulnya penyakit.
Selain itu vagina merupakan ‘jembatan’ saat
berhubungan seks dengan lelaki. Bahkan setelah melahirkan,
kondisinya akan mengalami penurunan daya cengkramnya, terutama pada
otot vagina.
Buntutnya banyak kasus yang terjadi. Suami tidak
puas dengan layanan isterinya. Hingga tidak menutup kemungkinan
keretakan rumah tangga terjadi. Sang suami ‘jajan’ diluar sebagai
solusi singkat.
Boleh jadi, ia tidak menyadari bahwa hal itu
merupakan hukum alam. Gawatnya, mereka yang ‘buta’ ilmu, memilih
mengambil jalan pintas. Hingga tak jarang perceraian berawal dari
petaka itu. Untuk itulah vagina bagi wanita setidaknya menjadi
prioritas.
Beragam perawatan khusus diburu. Beragam upaya
dijalani. Banyak sekali produk-produk modern ditawarkan guna
mengembalikan kekencangan otot-otot vagina, memperkuat daya cengkram
vagina biar makin ‘menggigit’, hingga mereparasi keperawanan menjadi
utuh kembali.
Obat-obatan modern pun telah diketemukan. Bahkan ada
yang menggunakan cara vagino plasti, yakni menyuntikkan cairan ke
bibir vagina. Tidak hanya itu. Paranormal yang ngakunya mampu
membersihkan, mengencangkan, menyempitkan hingga mengembalikan
keperawanan mulai bermunculan. Tentu saja dengan beragam menu dan
‘terapi’ yang ditawarkan.
Satu diantaranya dengan cara gurah vagina, lengkap
dengan janji yang ditebar, yakni paling aman dan higienis
mengembalikan kekencangan otot vagina, menguatkan ‘daya cengkram’
serta mampu untuk menyembuhkan sakit keputihan.
Faktanya menjadi menarik, lantaran hasilnya justru
berbanding terbalik. Hal itu seperti dialami Sujiati, yang
belakangan mengaku menyesal lantaran dari upaya yang dijalani
ternyata malah berdampak buruk. Vaginanya terkena infeksi hingga
menimbulkan pembengkakan. Lagi-lagi Sujiati hanya bisa tertunduk
lesu. Janji memabukkan yang ditebarkan harus dibalas dengan resiko
berat.
Tidak hanya gurah vagina yang lumayan berisiko. Cara
suntik ke bibir vagina dengan menggunakan cairan teretntu juga
beresiko tinggi. Bahkan bisa membahayakan jiwa. Dalam kasus ini,
meski banyak korban, namun sepertinya kasusnya tertutup rapat,
mengingat masalah vagina adalah masalah paling pribadi.
PROMOSI JITU-- Apa yang ditawarkan
dari praktik reparasi vagina adakalanya tak sebanding dengan hasil
yang diperoleh dikemudian hari. Rata-rata pasien lebih tertarik dari
promosi jitu yang ditawarkan. Janji-janji kadang hanya tinggal janji.
Reaksi dan hasilnya, masih dipertanyakan.
Gawatnya, tak sedikit
selentingan miring menyebut bahwa ‘reparasi vagina’ hanyalah satu
upaya sebatas mengeruk rupiah belaka. Bahkan kabar makin mengembang
adanya unsur penipuan dibalik semua itu. Tentu persoalan ini jadi
menarik.
Lilis Budiawati, ahli pengobatan alternatif khusus
kecantikan yang santer dengan sebutan terapi spektakuler ‘Goyang
Karawang’nya, menampik hal itu. “Kita tidak menipu. Pasien yang
pernah diterapi mengaku puas. Kalau praktik yang kami lakukan
penipuan, tidak mungkin mereka datang kembali.” bantahnya.
Menurut wanita yang kedua orang tuanya --Neti
Sumiayati-H. Suhendar-- juga buka praktik sejenis di Surabaya ini,
setiap harinya pasiennya mencapai hingga 15 orang. Lantaran
keterbatasan tenaga, Lilis membatasinya hanya tujuh pasien perhari.
Setiap pasien yang dirawat memakan waktu kurang lebih satu sampai
dua jam.
Lantas bagaimana prosesi ‘reparasi vagina’ yang
dijalani. Rupanya Lilis memilih terapi gurah vagina. “Pertama saya
mencari syaraf-syaraf di telapak kaki, betis, dan pantat.
Selanjutnya mengurut bagian perut pasien. Sebab jika tidak
diperbaiki posisi urat syarafnya, akan berpengaruh kepada
kesehatannya, termasuk kemampuan seksnya,” terangnya.
Setelah selesai memperbaiki posisi urat syaraf, baru
dilakukan penguapan agar aroma yang tidak sedap pada vagina hilang
dan berubah harum. Selanjutnya adalah mandi rempah. Tujuannya untuk
menghilangkan bau keringat yang tidak sedap.
Semua serba tradisional. Untuk mandi uap dilakukan
dengan mengunakan rempah-rempah, seperti lengkuas, daun sirih, lajah,
biji beling dan dedaunan lain. Untuk mengharumkan dan memperkasat
vagina menggunakan daun sirih yang fungsinya juga bagus untuk
menghilangakan bau keringat.
Sebagai ‘uang jasa’ terapi yang dijalani, tiap
pasien dikenakan biaya –biasanya disebut mahar--, sesuai tingkat
ekonomi pasien. Mereka yang ekonominya lumayan, saya pasang harga Rp
400 ribu. Namun bagi yang tidak mampu tidak ada ketentuan. Jadi
disini tergantung kemampuan pasien itu sendiri,” papar Lilis.
Kelenturan menyoal tarif itulah yang membuat
‘kliniknya’ laris. Menuru Lilis, pasiennya berasal dari berbagai
kalangan. Ketika ditanya apakah pelacur juga menjadi pelanggannya,
dengan diplomatis Lilis menjawab, “Saya tidak tahu secara detil apa
pekerjaan mereka. Pastinya pasien saya ada yang datang dari
Singapura, Taiwan dan Hongkong”.
Layanan seks menjadi modal pelacur, terutama penjaja
tubuh kelas atas (high class). Lantaran selangkangan yang ‘dijual’
otomatis mereka akan memberi perhatian lebih terhadap organ seksnya
yang dikomersilkan itu. Seorang pelacur yang biasa mejeng di Matabar
Cafe mengaku menjadi pelanggan tetap ahli ‘reparasi vagina’.
Selain Lilis, ada Dra. Hj. Asih Marlina, MBA alias
Jeng Asih, paranormal sejenis yang buka praktik di Pati, Jawa
Tengah dan beberapa kota di Indonesia. Keduanya sama-sama menawarkan
‘paket’ yang menjanjikan.
Bedanya, mungkin terletak dalam rtiual dan bahan
yang digunakan sebagai medianya. Kabarnya, beberapa ramuan racikan
Jeng Asih bisa dijadikan solusi alternatif bagi keluarga yang
mempunyai masalah, khususnya yang berhubungan dengan alat kelamin.
Untuk wanita ‘menu’ yang ditawarkannya diantaranya adalah gurah
vagina
“Banyak ibu rumah tangga memanfaatkan ramuan gurah
vagina. Semua bahannya dari unsur alami, baik nabati maupun hayati
serta tidak menimbulkan efek samping,” kata Wanita asal Lereng
Gunung Muria, Jawa Tengah ini kepada Suara Merdeka beberapa waktu
lalu.
Ditambahkan bahwa khasiat gurah juga bisa membangun
kembali otot-otot yang kendur, syaraf-syaraf yang tumpul, dan
kondisi fisik vagina yang mengalami degradasi akibat berbagai faktor
seperti persalinan dan usia, sehingga alat organ seks tidak
berfungsi secara maksimal.
“Kualitas hubungan seks yang tidak maksimal, jika
dibiarkan terus akan mengundang bencana. Keharmonisan keluarga
terganggu, bahkan bahaya perceraian mengancam,” lanjutnya.
Itu pula yang menjadikan alasan wanita dengan
sebutan Ratu Susuk Indonesia ini untuk terjun ke kancah ini.
Kehadirannya tak lain hanya untuk menolong kaum wanita yang
mengalami masalah, khususnya problem yang berkaitan dengan organ
seksnya.
Dalam praktiknya Jeng Asih menggabungkan kepekaan
insting batin dengan hasil diagnosis pemeriksaan. Untuk gurah vagina
misalnya, dimulai dengan pembersihan dan perawatan agar bersih dan
sehat. Tujuannya agar terhindar dari berbagai penyakit, seperti
keputihan, ‘becek’, dan penyakit kelamin lain.
Sebagai ‘finishing’nya adalah pemberian ramuan Gurah
Suci Vagina yang kabarnya dengan ramuan itu vagina akan mengalami
perubahan. “Yang semula kendor, berubah kesat. Otot-otot dan
syaraf-syaraf lingkar kembali menjadi kencang, lentur, dan sensitif,”
promosinya.
Ada beberapa faktor yang mungkin membuat Lilis
kebanjiran job, atau membuat ‘dagangan’ Jeng Asih laris.
Disebut-sebut, diantaranya lantaran faktor promosi yang jitu.
DILUAR
NALAR-- Yang patut dicermati,
apakah sebenarnya bisnis reparasi vagina memang berkhasiat atau
sekedar jargon. Ada beberapa kemungkinan terjadi untuk menangkap
peluang itu.
Menurut, Seksolog Dr. H. Bambang Sukamto DMSH dari
On Clinic Indonesia, bahwa dalam keadaan normal vagina mempunyai
mekanisme membersihkan kotoran sendiri. “Pada dasarnya kalau ada
kuman atau kotoran maka secara alamiah kotoran pada vagina itu akan
keluar sendiri,” terang Bambang.
Jadi masalah gurah vagina dari klinik tradisional
yang kini tersebar, baik untuk tujuan membersihkan vagina atau
membuat harum adalah hal yang tidak masuk akal dan di luar nalar.
“Membuat vagina bersih, membuat vagina harum secara medis itu tidak
masuk akal. Itu semua berbau promosi dan tidak sesuai dengan
kenyataan,” tandasnya.
Ditambahkan, kalau
pun ada yang merasa sembuh, hal itu hanyalah sugesti. Dalam hal ini
tentunya ada banyak hal yang patut dicermati. Mungkin saja aromanya
harum, namun dampak dari aroma itu bisa merugikan dan membahayakan
kesehatan.
“Kalau ada yang
merasa terbantu itu karena sugesti. Lebih banyak karena faktor
kebetulan karena tidak terjadi sesuatu. Sebaliknya, kalau terjadi
sesuatu siapa yang bertanggungjawab,” lanjutnya.
Dalam hal ini tentu
saja meski dipertimbangkan masak-masak sebelum mereparasi vagina
Anda.*
***
Nia (35)
SUAMI PUAS
Oleh : Nr
Meski menimbulkan
tanda tanya besar, namun gurah vagina tetap diminati.
Praktik-praktik tradisional diserbu. Alasannya, buktinya sudah ada.
Nia misalnya, ibu
rumah tangga yang tinggal dikawasan jalan Tambak Manggarai Jakarta
Pusat. Menurutnya lantaran reparasi yang dilakoninya, suaminya
mengaku makin ‘rajin’ mengajaknya berhubungan badan, tidak seperti
dua tahun lalu yang frekwensinya berkurang.
“Aku yakin betul. Sebab sejak aku melakukan gurah
vagina, suamiku makin kerasan dan makin sering minta jatah. Dia (suaminya-red)
sendiri turut mengakui perubahan itu. Dia mengaku puas,” tutur ibu
dua anak yang mengaku tiap bulan harus bolak-balik ke tempat praktik
gurah vagina, sekedar minta ramuannya.
Tentang efek-efek yang dimungkin dimunculkan, Nia
mengaku tidak tahu menahu. Yang diyakini, bahwa bahan-bahan yang
digunakan adalah bahan tradisional yang setahunya tidak berbahaya
bagi kesehatan vaginanya.*
***
Diana (28)
BIAR GRENG
Oleh : Nr
Bagi Diana, gurah
vagina adalah mutlak. Ia yakin betul dengan gurah vagina, meskipun
yang dijalaninya sebatas gurah vagina tradisional. Hal itu bukan
lantaran kocek yang pas-pasan, namun lantaran beberapa temannya
telah membuktikan khasiatnya.
“Kayaknya kalau
habis digurah, rasanya jadi keset. Bisa greng gimana gitu. Asal tahu
aja, ‘suamiku’ makin dekat lho,” ungkapnya tanpa bermaksud
berpromosi.
Padahal, apa yang dijalaninya baru tiga bulan
belakangan. Lantas, bagaimana tentang kontroversi yang muncul bahwa
gurah vagina masih diragukan?
“Mungkin mereka belum merasakan khasiatnya. Atau
mungkin belum mencoba sama-sekali. Yang dibutuhkan adalah kesabaran,
bila ingin hasil yang maksimal. Saya kok nggak melihat tanda-tanda
penipuan,”jawabnya enteng.
Diana sebelumnya biasa mangkal di kafe-kafe ternama,
begitu sering gurah vagina, ada pria yang kepincut dan kini
‘memelihara’nya di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan.*
***
dr. Dwiana Ocviyanti, SPOG, Ahli Obstetri dan
Genekologi
CUCI BIBIR LUARNYA SAJA
Oleh : Zul
Pendapat Anda
soal gurah vagina?
Pada dasarnya vagina punya kemampuan sendiri
membersihkan dirinya. Seperti layaknya hidung, kuping dan mata yang
bisa membersihkan kotoran-kotoran dari luar secara alamiah. Jadi
kalau vagina itu dalam keadaan normal tidak perlu dibersihkan. Atau
cukup mencuci bibir luarnya saja. Yang patut dicermati, jangan
sampai memasukkan cairan kedalam lubang vagina, lantaran dapat
membuat vagina kering dan lecet.
Kalau sudah
lecet, apa bisa diobati?
Sebaiknya kalau sudah terinfeksi lebih baik berobat
ke dokter ahlinya. Sehingga bisa diberikan obat infeksi secara tepat.
Perlu diketahui untuk menghindari penyakit perlu mengunakan
metode-metode yang teruji, sebab penyakit tertentu seperti penyakit
kelamin tidak bisa disembuhkan dengan cara pengobatan tradisional
seperti gurah vagina. Penyembuhan penyakit kelamin hanya bisa
diobati dengan anti biotik yang diberikan dokter ahlinya.
Apakah operasi
selaput dara mungkin terjadi?
Itu memang benar. Banyak para wanita mengoperasi
selaput daranya untuk mengembalikan keperawan. Tetapi operasi itu
tidak bisa mengembalikan 100 % keperawanan seperti aslinya. Selaput
dara itu sangat tipis. Jika baru melakukan hubungan badan satu kali,
mungkin selaput daranya bisa direkatkan karena hanya robek sedikit.
Tetapi bila si wanita telah melakukan hubungan badan berkali-kali
dan pernah melahirkan maka selaput dara tidak bisa direkatkan
kembali, karena sudah terkoyak-koyak. Meski melakukan operasi
selaput dara hingga keluar negeri sekalipun
Mengapa banyak
pasien gurah vagina berasal dari golongan menengah atas?
Kecenderungan itu karena para wanita tidak memahami
arti pengetahuan tentang seksual secara baik. Mungkin mereka merasa
malu atau tabu bertanya soal seks. Mereka juga tidak mengenali
bentuk tubuh dan sifat dari tubuhnya sendiri. Oleh karena itu
penyuluhan tentang kesehatan seks secara dini perlu di
sosialisasikan, seperti penyuluhan kepada para pelajar wanita
disekolah-sekolah agar mereka mengetahui seluk-beluk vagina sejak
dini.*
>>>Baca juga:
CUMA JANJI MULUK.....
|