EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

CLOSE UP #12

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Janda berharap jadi perawan

MENGUAK BISNIS ‘REPARASI’ VAGINA

Oleh : Zul/Noer

Bisnis jasa berbasis supranatural sulit dibuktikan secara kasat mata. Misteri itu bisa jadi ajang penipuan yang memanfaatkan sugesti dan harapan. Jargon mengembalikan elastisitas dinding vagina hingga bisa jadi perawan lagi ternyata ampuh menyedot banyak ‘pasien’. Peminatnya, istri pejabat, selebritis, ibu rumah tangga, sampai pelacur high class.

Sebut saja Sujiati, wanita berusia 35 tahun mantan pasien paranormal spesialis gurah vagina. Sekitar tiga bulan lalu, Sujiati terduduk bimbang. Beberapa kali dia membolak-balik lembaran koran ibukota yang sarat dengan iklan ‘reparasi vagina’.  Tawarannya, mulai sekedar gurah, menyempitkan liang vagina, hingga mengembalikan keperawanan.

Dalam hatinya bergejolak. Apalagi, jika teringat sang suami yang belakangan mulai uring-uringan merasa tidak puas dengan layanan ranjangnya. Meskipun, suaminya belum menyampaikan utama, namun Sujiati sudah bisa menduga, organ seksnya sudah tidak seperti dulu. “Udah nggak nyedot lagi,” kelakarnya.

Sejenak ia terdiam. Pikirannya melayang kemana-mana. Antara percaya dan tidak dengan iklan paranormal yang menjanjikan tersebut. Mungkin saja jika berkocek tebal, Sujiati akan mengikuti saran tetangganya yang dulu pernah men’servis’ vaginanya ke dokter yang katanya cukup ampuh.

Namun Sujiati wanita biasa. Suaminya hanya karyawan rendahan. Dengan ganjalan beragam itu, didukung kocek pas-pasan, ia hanya mampu menghela nafas panjang. Namun demi memuaskan suami, niatnya untuk mencari solusi terus dijalani. Sujiati bisa tersenyum mengamati sebuah iklan ‘reparasi vagina’ dengan biaya relatif terjangkau.

Tanpa mohon restu dari suaminya –mungkin dia ingin mebuat kejutan--, Sujiati mengontak nomor telepon yang tertera di iklan tersebut. Suara dari seberang mengabarkan bahwa tidak ada kendala sulit untuk sekedar membuat suami kembali lengket.

Kuncinya, vaginanya meski di’servis’. Setelah menanyakan pernik-pernik syaratnya, wanita yang telah empat kali ‘turun mesin’ alias melahirkan itu merasa lega. Niatnya untuk mereparasi vagina makin bulat.

Setelah mencari tahu alamat lengkapnya, Sujiati bergegas berangkat menuju tempat praktik paranormal tersebut yang sedang melakukan ‘pameran’ alais gebyar pengobatan  di sebuah hotel di bilangan Jakarta Selatan.

Cukup merogoh kocek Rp. 300 ribu, Sujiati telah mendapatkan layanan reparasi vagina secara tradisional. Caranya tidak bertele-tele. Kala itu ia hanya diberi benda semacam tongkat sepanjang tak kurang dari 12 cm. Wanita itu juga diwanti-wanti cara penggunaannya.

Belakangan, benda mirip mentimun mini itu tak lain terbuat dari komposisi clerodendron serratum dan bahan-bahan lainnya yang telah diolah dan dicetak seperti tongkat bulat. Di kalangan paranormal dan ahli pengobatan tradisional, benda semacam itu lazim disebut Tongkat Gurah Vagina (TGV).

Cara penggunaannya cukup praktis. Pegang ujung ‘tongkat ajaib’ itu, kemudian masukkan secara perlahan ke dalam vagina. Selanjutnya diamkan selama dua  menit  sebelum dikeluarkan secara perlahan.

Sujiati mengikuti semua anjuran itu. “Ajaib,” pekiknya. Setelah menarik TGV itu, banyak  lendir yang menempel di lapisan luar tongkat tersebut. Menurut pencipta tongkat itu, cairan lendir yang menempel di tongkat adalah lendir kotor yang mengandung bibit penyakit.

Menurut Sujiati, jika ingin menjaga kesehatan vagina dan mengembalikan elestisitas dinding vagina, sebaiknya colok vagina dengan TGV sedikitnya satu meinggu sekali.

Jika seorang wanita mengalami masalah serius dengan vaginanya, seperti terserang keputihan hingga menimbulkan bau tidak sedap. Konon kabarnya, jika cairan lendirnya diserap TGV sedikitnya sehari sekali (pagi dan sore), persoalan kewanitaan tersebut segera lenyap.

Lantas, apa khasiat dari TGV itu. Dari keterangan yang didapat sang paranormal Sujiati tahu bahwa zat yang terkandung TGV yang terdri dari clerodendron serratum akan membunuh bakteri, jamur  di dalam vagina.

JUAL JANJI--Karena bentuk dan letaknya agak ‘terbuka’, vagina sangat rentan terkena kuman atau bakteri. Jika tidak apik merawat dan mebersihkannya, tidak mustahil organ seks itu menjadi tempat kumpulnya penyakit.

Selain itu vagina merupakan ‘jembatan’ saat berhubungan seks dengan lelaki. Bahkan setelah melahirkan, kondisinya akan mengalami penurunan daya cengkramnya, terutama pada otot vagina.

Buntutnya banyak kasus yang terjadi. Suami tidak puas dengan layanan isterinya. Hingga tidak menutup kemungkinan keretakan rumah tangga terjadi. Sang suami ‘jajan’ diluar sebagai solusi singkat.

Boleh jadi, ia tidak menyadari bahwa hal itu merupakan hukum alam. Gawatnya, mereka yang ‘buta’ ilmu, memilih mengambil jalan pintas. Hingga tak jarang perceraian berawal dari petaka itu. Untuk itulah vagina bagi wanita setidaknya menjadi prioritas.

Beragam perawatan khusus diburu. Beragam upaya dijalani. Banyak sekali produk-produk modern ditawarkan guna mengembalikan kekencangan otot-otot vagina, memperkuat daya cengkram vagina biar makin ‘menggigit’, hingga mereparasi keperawanan menjadi utuh kembali.

Obat-obatan modern pun telah diketemukan. Bahkan ada yang menggunakan cara vagino plasti, yakni menyuntikkan cairan ke bibir vagina. Tidak hanya itu. Paranormal yang ngakunya mampu membersihkan, mengencangkan, menyempitkan hingga mengembalikan keperawanan mulai  bermunculan. Tentu saja dengan beragam menu dan ‘terapi’ yang ditawarkan.

Satu diantaranya dengan cara gurah vagina, lengkap dengan janji yang ditebar, yakni paling aman dan higienis mengembalikan kekencangan otot vagina, menguatkan ‘daya cengkram’ serta mampu untuk menyembuhkan sakit keputihan.

Faktanya menjadi menarik, lantaran hasilnya justru berbanding terbalik. Hal itu seperti dialami Sujiati, yang belakangan mengaku menyesal lantaran dari upaya yang dijalani ternyata malah berdampak buruk. Vaginanya terkena infeksi hingga menimbulkan pembengkakan. Lagi-lagi Sujiati hanya bisa tertunduk lesu. Janji memabukkan yang ditebarkan harus dibalas dengan resiko berat.

Tidak hanya gurah vagina yang lumayan berisiko. Cara suntik ke bibir vagina dengan menggunakan cairan teretntu juga beresiko tinggi. Bahkan bisa membahayakan jiwa. Dalam kasus ini, meski banyak korban, namun sepertinya kasusnya tertutup rapat, mengingat masalah vagina adalah masalah paling pribadi.

PROMOSI JITU--Apa yang ditawarkan dari praktik reparasi vagina adakalanya tak sebanding dengan hasil yang diperoleh dikemudian hari. Rata-rata pasien lebih tertarik dari promosi jitu yang ditawarkan. Janji-janji kadang hanya tinggal janji. Reaksi dan hasilnya, masih dipertanyakan.

Gawatnya, tak sedikit selentingan miring menyebut bahwa ‘reparasi vagina’ hanyalah satu upaya sebatas mengeruk rupiah belaka. Bahkan kabar makin mengembang adanya unsur penipuan dibalik semua itu. Tentu persoalan ini jadi menarik.

Lilis Budiawati, ahli pengobatan alternatif khusus kecantikan yang santer dengan sebutan terapi spektakuler ‘Goyang Karawang’nya, menampik hal itu. “Kita tidak menipu.  Pasien yang pernah diterapi mengaku puas. Kalau praktik yang kami lakukan penipuan, tidak mungkin mereka datang kembali.” bantahnya.

Menurut wanita yang kedua orang tuanya --Neti Sumiayati-H. Suhendar-- juga buka praktik sejenis di Surabaya ini, setiap harinya pasiennya mencapai hingga 15 orang. Lantaran keterbatasan tenaga, Lilis membatasinya hanya tujuh pasien perhari. Setiap pasien yang dirawat memakan waktu kurang lebih satu sampai dua jam.

Lantas bagaimana prosesi ‘reparasi vagina’ yang dijalani. Rupanya Lilis memilih terapi gurah vagina. “Pertama saya mencari syaraf-syaraf di telapak kaki, betis, dan pantat. Selanjutnya mengurut bagian perut pasien. Sebab jika tidak diperbaiki posisi urat syarafnya, akan berpengaruh kepada kesehatannya, termasuk kemampuan seksnya,” terangnya.

Setelah selesai memperbaiki posisi urat syaraf, baru dilakukan penguapan agar aroma yang tidak sedap pada vagina hilang dan berubah harum. Selanjutnya adalah mandi rempah. Tujuannya untuk menghilangkan bau keringat yang tidak sedap.

Semua serba tradisional. Untuk mandi uap dilakukan dengan mengunakan rempah-rempah, seperti lengkuas, daun sirih, lajah, biji beling dan dedaunan lain. Untuk mengharumkan dan memperkasat vagina menggunakan daun sirih yang fungsinya juga bagus untuk menghilangakan bau keringat. 

Sebagai ‘uang jasa’ terapi yang dijalani, tiap pasien dikenakan biaya –biasanya  disebut mahar--, sesuai tingkat ekonomi pasien. Mereka yang ekonominya lumayan, saya pasang harga Rp 400 ribu. Namun bagi yang tidak mampu tidak ada ketentuan. Jadi disini tergantung kemampuan pasien itu sendiri,” papar Lilis.

Kelenturan menyoal tarif itulah yang membuat ‘kliniknya’ laris. Menuru Lilis, pasiennya berasal dari berbagai kalangan. Ketika ditanya apakah pelacur juga menjadi pelanggannya, dengan diplomatis Lilis menjawab, “Saya tidak tahu secara detil apa pekerjaan mereka. Pastinya pasien saya ada yang datang dari Singapura, Taiwan dan Hongkong”.

Layanan seks menjadi modal pelacur, terutama penjaja tubuh kelas atas (high class). Lantaran selangkangan yang ‘dijual’ otomatis mereka akan memberi perhatian lebih terhadap organ seksnya yang dikomersilkan itu. Seorang pelacur yang biasa mejeng di Matabar Cafe mengaku menjadi pelanggan tetap ahli ‘reparasi vagina’.

Selain Lilis, ada Dra. Hj. Asih Marlina, MBA alias Jeng Asih, paranormal sejenis  yang buka praktik di Pati, Jawa Tengah dan beberapa kota di Indonesia. Keduanya sama-sama menawarkan ‘paket’ yang menjanjikan.

Bedanya, mungkin terletak dalam rtiual dan bahan yang digunakan sebagai medianya. Kabarnya, beberapa ramuan racikan Jeng Asih bisa dijadikan solusi alternatif bagi keluarga yang mempunyai masalah, khususnya yang berhubungan dengan alat kelamin. Untuk wanita ‘menu’ yang ditawarkannya diantaranya adalah gurah vagina

“Banyak ibu rumah tangga memanfaatkan ramuan gurah vagina. Semua bahannya dari unsur alami, baik nabati maupun hayati serta tidak menimbulkan efek samping,” kata Wanita asal Lereng Gunung Muria, Jawa Tengah ini kepada Suara Merdeka beberapa waktu lalu.

Ditambahkan bahwa khasiat gurah juga bisa membangun kembali otot-otot yang kendur, syaraf-syaraf yang tumpul, dan kondisi fisik vagina yang mengalami degradasi akibat berbagai faktor seperti persalinan dan  usia, sehingga alat organ seks tidak berfungsi secara maksimal.

“Kualitas hubungan seks yang tidak maksimal, jika dibiarkan terus akan mengundang bencana. Keharmonisan keluarga terganggu, bahkan bahaya perceraian mengancam,” lanjutnya.

Itu pula yang menjadikan alasan wanita dengan sebutan Ratu Susuk Indonesia ini untuk terjun ke kancah ini. Kehadirannya tak lain hanya untuk menolong kaum wanita yang mengalami masalah, khususnya problem yang berkaitan dengan organ seksnya.

Dalam praktiknya Jeng Asih menggabungkan kepekaan insting batin dengan hasil diagnosis pemeriksaan. Untuk gurah vagina misalnya, dimulai dengan pembersihan dan perawatan agar bersih dan sehat. Tujuannya agar terhindar dari berbagai penyakit, seperti keputihan, ‘becek’, dan penyakit kelamin lain.

Sebagai ‘finishing’nya adalah pemberian ramuan Gurah Suci Vagina yang kabarnya dengan ramuan itu vagina akan mengalami perubahan. “Yang semula kendor, berubah kesat. Otot-otot dan syaraf-syaraf lingkar kembali menjadi kencang, lentur, dan sensitif,” promosinya.

Ada beberapa faktor yang mungkin membuat Lilis kebanjiran job, atau membuat ‘dagangan’ Jeng Asih laris. Disebut-sebut, diantaranya lantaran faktor promosi yang jitu.

DILUAR NALAR--Yang patut dicermati, apakah sebenarnya bisnis reparasi vagina memang berkhasiat atau sekedar jargon. Ada beberapa kemungkinan terjadi untuk menangkap peluang itu.

Menurut, Seksolog Dr. H. Bambang Sukamto DMSH dari On Clinic Indonesia, bahwa dalam keadaan normal vagina mempunyai mekanisme membersihkan kotoran sendiri. “Pada dasarnya kalau ada kuman atau kotoran maka secara alamiah kotoran pada vagina itu akan keluar sendiri,” terang Bambang.

Jadi masalah gurah vagina dari klinik tradisional yang kini tersebar, baik untuk tujuan membersihkan vagina atau membuat harum adalah hal yang tidak masuk akal dan di luar nalar. “Membuat vagina bersih, membuat vagina harum secara medis itu tidak masuk akal. Itu semua  berbau promosi dan tidak sesuai dengan kenyataan,” tandasnya.

Ditambahkan, kalau pun ada yang merasa sembuh, hal itu hanyalah sugesti. Dalam hal ini tentunya ada banyak hal yang patut dicermati. Mungkin saja aromanya harum, namun dampak dari aroma itu bisa merugikan dan membahayakan kesehatan.

“Kalau ada yang merasa terbantu itu karena sugesti. Lebih banyak karena faktor kebetulan karena tidak terjadi sesuatu. Sebaliknya, kalau terjadi sesuatu siapa yang bertanggungjawab,” lanjutnya.

Dalam hal ini tentu saja meski dipertimbangkan masak-masak sebelum mereparasi vagina Anda.*

*** 

Nia (35)

SUAMI PUAS

Oleh : Nr

Meski menimbulkan tanda tanya besar, namun gurah vagina tetap diminati. Praktik-praktik tradisional diserbu. Alasannya, buktinya sudah ada.

Nia misalnya, ibu rumah tangga yang tinggal dikawasan jalan Tambak Manggarai Jakarta Pusat. Menurutnya lantaran reparasi yang dilakoninya, suaminya mengaku makin ‘rajin’ mengajaknya berhubungan badan, tidak seperti dua tahun lalu yang frekwensinya berkurang.

“Aku yakin betul. Sebab sejak aku melakukan gurah vagina, suamiku makin kerasan dan makin sering minta jatah. Dia (suaminya-red) sendiri turut mengakui perubahan itu. Dia mengaku puas,” tutur ibu dua anak yang mengaku tiap bulan harus bolak-balik ke tempat praktik gurah vagina, sekedar minta ramuannya.

Tentang efek-efek yang dimungkin dimunculkan, Nia mengaku tidak tahu menahu. Yang diyakini, bahwa bahan-bahan yang digunakan adalah bahan tradisional yang setahunya tidak berbahaya bagi kesehatan vaginanya.*

*** 

Diana (28)

BIAR GRENG

Oleh : Nr

Bagi Diana, gurah vagina adalah mutlak. Ia yakin betul dengan gurah vagina, meskipun yang dijalaninya sebatas gurah vagina tradisional. Hal itu bukan lantaran kocek yang pas-pasan, namun lantaran beberapa temannya telah membuktikan khasiatnya.

“Kayaknya kalau habis digurah, rasanya jadi keset. Bisa greng gimana gitu. Asal tahu aja, ‘suamiku’ makin dekat lho,” ungkapnya tanpa bermaksud berpromosi.

Padahal, apa yang dijalaninya baru tiga bulan belakangan. Lantas, bagaimana tentang kontroversi yang muncul bahwa gurah vagina masih diragukan?

“Mungkin mereka belum merasakan khasiatnya. Atau mungkin belum mencoba sama-sekali. Yang dibutuhkan adalah kesabaran, bila ingin hasil yang maksimal. Saya kok nggak melihat tanda-tanda penipuan,”jawabnya enteng.

Diana sebelumnya biasa mangkal di kafe-kafe ternama, begitu sering gurah vagina, ada pria yang kepincut dan kini ‘memelihara’nya di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan.*

*** 

dr. Dwiana Ocviyanti, SPOG, Ahli Obstetri dan Genekologi

CUCI BIBIR LUARNYA SAJA

Oleh : Zul

Pendapat Anda soal gurah vagina?

Pada dasarnya vagina punya kemampuan sendiri membersihkan dirinya. Seperti layaknya hidung, kuping dan mata yang bisa membersihkan kotoran-kotoran dari luar secara alamiah. Jadi kalau vagina itu dalam keadaan normal tidak perlu dibersihkan. Atau cukup mencuci bibir luarnya saja. Yang patut dicermati, jangan sampai memasukkan cairan kedalam lubang vagina, lantaran dapat membuat vagina kering dan lecet.

Kalau sudah lecet, apa bisa diobati?

Sebaiknya kalau sudah terinfeksi lebih baik berobat ke dokter ahlinya. Sehingga bisa diberikan obat infeksi secara tepat. Perlu diketahui untuk menghindari penyakit perlu mengunakan metode-metode yang  teruji, sebab penyakit tertentu seperti penyakit kelamin tidak bisa disembuhkan dengan cara pengobatan tradisional seperti gurah vagina. Penyembuhan penyakit kelamin hanya bisa  diobati  dengan anti biotik yang diberikan dokter ahlinya.

Apakah operasi selaput dara mungkin terjadi?

Itu memang benar. Banyak para wanita mengoperasi selaput daranya untuk mengembalikan keperawan. Tetapi operasi itu tidak bisa mengembalikan 100 % keperawanan seperti aslinya. Selaput dara itu sangat tipis. Jika baru melakukan hubungan badan satu kali, mungkin selaput daranya bisa direkatkan karena hanya robek sedikit. Tetapi bila si wanita telah melakukan hubungan badan berkali-kali dan pernah melahirkan maka selaput dara  tidak bisa direkatkan kembali, karena sudah terkoyak-koyak. Meski melakukan operasi selaput dara hingga keluar negeri sekalipun

Mengapa banyak pasien gurah vagina berasal dari golongan menengah atas? 

Kecenderungan itu karena para wanita tidak memahami arti pengetahuan tentang seksual secara baik. Mungkin mereka merasa malu atau tabu bertanya soal seks. Mereka juga tidak mengenali bentuk tubuh dan sifat dari tubuhnya sendiri. Oleh karena itu penyuluhan tentang kesehatan seks secara dini perlu di sosialisasikan, seperti penyuluhan kepada para pelajar wanita disekolah-sekolah agar mereka mengetahui  seluk-beluk vagina sejak dini.*

>>>Baca juga: CUMA JANJI MULUK.....

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Nojii
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1