EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS #11

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Ingin cari berkah malah jadi korban

ENAM BULAN DISIKSA DAN DIPERKOSA

 

Oleh : Suwandono

 

Kebiadaban M. Saebani (40), dukun gadungan asal Dukuh Bejen Bantul sudah diluar batas. Pria beristri tiga yang mengaku spesialis pesugihan itu menyekap Tugiyem (39) selama enam  bulan. Selama dalam penyekapan, korban dijadikan budak seksnya an dianiaya.

Tugiyem, ibu empat yang bersuamikan seorang buruh bangunan itu semula berniat mencari jalan keluar masalah rumah tangganya yang kusut. “Anak saya banyak padahal suami saya cuma kuli bangunan,” tutur Tugiyem ketika ditemui Exo di rumahnya belum lama ini. Niatnya semakin membulat hingga akhirnya terwujudlah sebuah warung kecil di depan rumahnya.

 

Menginjak tahun pertama, usahanya masih jalan di tempat. Tahun kedua, warungnya nyaris tidak ada pembeli. Tugiyem mulai putus asa. Karena tidak ingin usahanya bangkrut, dia pun mencari jalan keluar dan konsultasi ke beberapa rekannya

 

Tugiyem akhirnya mendapatkan alamat seorang dukun bernama Saebani di Dukuh Bejen Bantul. Awal Januari lalu dia berangkat ke rumah  Saebani diantarkan anaknya, Wahyu (19). Setelah ngobrol basa-basi, Tugiyem diajak masuk ke ruang praktek di belakang rumah.

 

Di ruang berdinding bambu seluas 4 x 5 meter itu Tugiyem mulai menceritakan masalahnya. Nampaknya kedatangan Tugiyem memang sudah lama dinanti Saebani. “Waktu itu saya diminta untuk diruwat,” kenang Tugiyem.

 

Biayanya sebesar Rp 140 ribu yang akan digunakan untuk membeli uga rampe ritual peruwatan. Saebani juga meminta uang Rp 50 ribu sebagai uang lelah. Setelah menyerahkan biaya, Tugiyem mulai bersiap-siap pergi.

 

Ketika hendak pamit mendadak tangannya dipegang Saebani. “Kamu tidak boleh pulang sekarang,” kata Saebani dengan alasan acara ruwatan harus dilakukan oleh Tugiyem sendiri selama 7 hari berturut-turut dalam ruang prakteknya.

 

Karena terdorong niat ingin lepas dari persoalan ekonomi, Tugiyem tak berdaya menuruti perintah dukun itu. Setelah mengunci Tugiyem dalam ruang praktek, Saebani lalu menemui Wahyu. Dengan alasan ibunya harus menjalani laku spiritual, Wahyu disuruh pulang.

 

Sepeninggalan Wahyu, Saebani mulai menunjukkan kedok aslinya. “Saya diancam akan dibunuh kalau berani melawan perintahnya,” tutur Tugiyem. Ancaman Saebani ternyata bukan gertak sambal. Malam harinya, Tugiyem dipaksa melayani birahi dukun itu di ruang praktek.

 

Menginjak hari ketiga, perilaku bejad Saebani mulai nampak. Saebani yang biasanya bekerja menggenjot becak setiap harinya memaksa istrinya, Tugirah untuk bekerja. Dia sendiri lebih suka tiduran, makan, ngerokok sambil minta dipijiti Tugiyem.

 

Memang, tidak setiap hari Tugirah memperoleh uang, Pada saat seperti itu Tugirah dipaksa untuk mencari hutangan. “Kalau tidak dapat kami berdua ditendang-tendang kaya hewan,” kata Tugiyem sambil menunjukkan keningnya biru lebam.

 

Saebani juga berang bila masakan istrinya kurang enak. Pria itu sering melempar piring kemuka istrinya. Sambil mengumpat dan menendangi dua wanita malang itu. Selama berminggu-minggu praktis Tugiyem tidak pernah keluar rumah. Bahkan untuk buang hajat saja terpaksa  menggunakan lubang kecil di pekarangan. Di sudut tanpa koridor itu pula, Tugiyem mandi dan ganti pakaiannya. “Kalau sudah seminggu saya baru nyuci pakaian, itupun pada malam hari,” tutur Tugiyem.

 

Kekejaman Saebani semakin tidak terkendali bila Tugiyem meminta keluar rumah. Sambil mengancam akan membunuh suami dan keempat anaknya, Saebani menyiksa Tugiyem hingga nyaris pingsan.

 

UPAYA KABUR--Satu bulan dalam penyekapan, Tugiyem mulai berupaya melarikan diri. Ketika pertama kali mau kabur, Saebani memergokinya. Kejadiannya, malam itu, sekitar pukul 21.00 Wib, Tugiyem yang baru memijit Saebani mencoba kabur melalui pintu belakang. Namun apes, ketika membuka pintu, deritan pintu terdengar sampai Saebani.

 

Mengetahui tawanannya mau kabur, Saebani langsung melabrak. Aksi kejar mengejar sempat terjadi hingga beberapa saat. Tugiyem berhasil disergap. Serta merta Tugiyem langsung diseret masuk rumahnya. Malam harinya, wanita itu nyaris tewas disiksa Saebani.Upaya pelarian itu sempat diketahui warga. Namun ketika warga menanyakan hal itu, Saebani berkilah bahwa korban adalah adiknya.

 

Pada upaya pelarian berikutnya, Tugiyem sempat meminta tolong warga. Namun lagi-lagi, warga mendapat jawaban yang sama. Saebani malah mengancam akan menghabisi warga yang mencampuri urusan rumah tangganya.

 

Upaya pelarian Tugiyem akhirnya berhasil ketika hari Sabtu (19/9) lalu, Saebani sedang keluar rumah untuk narik becak lagi. “Kamu berdua jangan sekali-kali keluar kalau saya belum pulang,” ancam Saebani sambil mengunci pintu dari luar.

 

DIBANTU ISTRI PELAKU--Tugiyem yang sudah nekad, segera bersiap-siap kabur. Dengan bantuan Tugirah dia keluar melalui pintu samping. “Wis yu, saiki ayo ndang mlayu (sudah, kita secepatny kabur-red),” kata Tugirah sambil menggandeng tangan Tugiyem. Atas saran Tugirah, korban ke Mapolsek Bantul untuk melaporkan kasus yang menimpanya.

 

Menerima pengaduan korban, aparat Reskrim Polsek Bantul segera menerjunkan timnya. Tidak lama berselang, polisi yang mengintai rumahnya akhirnya mendapati Saebani melenggang dengan becak menuju rumahnya. Tanpa mengalami perlawanan, Saebani langsung dibekuk.

 

Dengan isak tangis yang tiada henti-hentinya, Tugiyem bertutur tentang kisah tragis yang menimpanya kepada Exo. “Tangan saya dipegang, lalu muka saya dipukulinya,” kata Tugiyem sambil memeragakan penyiksaan itu.

 

Menurut korban, Setiap anak atau suaminya bertanya, Saebani selalu ‘membungkam’ mulut mereka. “Kalau anak saya datang, dia bilang kalau saya pergi melacur ke Parangtritis,” kata Tugiyem. Tercatat sudah 12 kali anaknya mencarinya ke rumah Saebani. Namun, setiap kali keluarganya datang, Saebani selalu berhasil menyembunyikannya.

 

Tentang kebiadaban Saebani yang melebihi binatang ternyata sudah dirasakan Tugirah sejak lama mereka menikah. Waktu itu, sekitar tahun 1991, Saebani yang sudah bercerai tiga kali kembali menikah dengan Tugirah. Dari pernikahan itu mereka mendapatkan dua.

 

Ikhwal kelakuan kasar Saebani mulai kelihatan setelah mereka memiliki anak pertama. “Bapake niku sampun biasa miloro kulo (Bapak itu sudah menyakiti saya - red),” tutur Tugirah saat ditemui Exo di rumahnya. Kelakuan kasar Saebani itu ternyata tidak hanya dilakukan terhadap Tugirah namun juga pada istri pertama dan keduanya. “Istri pertamanya juga minta cerai gara-gara perilaku kasar dia,” terang Tugirah.

 

Namun meski telah menerima perlakuan kasar, Tugirah mengaku hanya bisa pasrah. Dia menyatakan tetap bersedia menerima suaminya setelah bebas dari penjara, dengan syarat Saebani mau bertobat dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. “Sing wis yo wis, ojo dibaleni maneh (yang sudah ya sudah, jangan diulangi lagi - red),” tutur Tugirah.*

 

***

 Bos Eddy, Ketua Paguyuban Paranormal Indonesia

WASPADAI DUKUN PALSU

 

Oleh : Suwandono

 

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan dukun asal Yogyakarta ini tak urung memancing reaksi sejumlah paranormal. Menurut Bos Eddy, tokoh dunia perdukunan yang mengomandani organisasi PPI (Paguyuban Paranormal Indonesia), Saebani dia bukan anggotanya.

 

PPI memang sering dicatut oleh sejumlah orang untuk mengeruk keuntungan pribadi. Hal tersebut terus terjadi diluar sepengetahuan organisasinya. “Namun kalau terjadi kasus, kami yang kena getahnya,” timpal Bos Eddy.

 

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Bos Eddy menyarankan agar masyarakat mempelajari modus operandi kawanan dukun palsu. “Yang paling penting, tanya dulu ijin prakteknya,” tuturnya. Biasanya, paranormal yang memiliki ijin resmi akan menaati kode etik paranormal.

 

Dalam hal biaya, semestinya terjadi kesepakatan terlebih dulu antara si pasien dengan paranormal. Hal lain yang perlu ditekankan adalah tidak adanya unsur pemaksaan dalam hubungan kerjasama antara si pasien dengan paranormal.  “Kalau paranormal seperti itu laporkan saja pada polisi,” tandas Bos Eddy.*

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1