EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS #11

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Air susu dibalas air tuba

PECANDU LEXOTAN BANTAI TETANGGA

Oleh : Zul

Dengan mata kepala sendiri, Tina menyaksikan suaminya dibantai tetangga. Wanita beranak satu dan tengah hamil tua itu hanya bisa meratap sedih mengiringi ‘hengkang’nya nyawa sang suami akibat tikaman samurai dan keprukan batu.

Sekitar dua bulan lalu Untung Wahyudi (22) mengajak Dede Palaska (27) dan keluarganya tinggal satu rumah di bedeng kontrakan di kawasan Pedongkelan, Pulogadung, Jakarta Timur. Waktu itu, Untung yang kerja serabutan merasa iba melihat Dede. Saat itu Dede  dan istrinya yang tengah menyusui anak mereka yang berusia enam bulan sedang berteduh di emperan Gelanggang Remaja Kuningan, Jakarta Selatan.

Ajakan itu mendapat sambutan hangat keluarga Dede. Mereka kemudian tinggal berdekatan. Keluarga Untung di lantai bawah, Dede dan anak istrinya di lantai atas rumah petak terbuat dari kayu dan seng itu. Dua keluarga itu hidup rukun dan saling membantu. Jika Untung ada ‘proyek’, dia sering mengajak Dede, begitu sebaliknya.

Hanya saja dua kepala rumah tangga ini suka mabuk-mabukan. Kalau tidak nenggak minuman keras, mereka biasa mengkonsumsi pil koplo sejenis lexotan. Gara-gara lexotan itulah, akhirnya dua sekawan ini saling tersinggung. Buntutnya, Dede naik pitam dan membantai Untung.

Perasaan sedih nampaknya terus membayangi Tina (25), istri Untung. Bayangan suaminya dihabisi secara keji oleh Dede di depan matanya sendiri terus mengusik tidurnya. “Dede itu benar-benar orang yang tidak berprikemanusiaan,” katanya pada Exo yang menemuinya Jumat siang (31/10) lalu.

Padahal, saat suaminya sudah sekarat, ia sempat memohon dihadapan Dede agar tidak membunuh suaminya. Alasannya, ia sedang mengandung tiga bulan dan anak pertamanya butuh biaya dari Untung. Nampaknya Dede tak mau peduli dan terus menghujamkan samurainya.

Kurang puas dengan perbuatan sadisnya, untung keluar rumah dan mengambil sebuah batu. Sejurus kemudian menghantam kepala Untung hingga tewas. Tina tak mampu berbuat apa-apa.

Peristiwa naas itu berawal pada Rabu, (29/10) sekitar pukul dua siang. Dede dan Untung saat itu, berniat berangkat bersama dari kontrakannya. Dede saat itu, mengajak Untung bekerja di kawasan Casablanca, Jakarta Selatan. Namun Untung menolak ajakan itu.

Menjelang petang, Dede pulang sendiri dalam keadaan mabuk. Tina yang sedang cemas menunggu suaminya pulang tidak berani menanyakan kepada teman suaminya itu. “Dede itu, kalau sedang mabuk suka ‘resek’. Saya gak berani tanya sama dia,” kata Tina.

Sekitar pukul delapan malam, Dede  keluar rumah. Pria itu baru kembali sekitar pukul sepuluh. Karena penasaran, Tina memberanikan diri menanyakan keberadaan suaminya kepada Dede. Tapi sayang! Dede menjawab dengan ketus.  “Sudah, relakan saja, kalau sampai besok, belum pulang berarti dia udah mati. Kalau nggak, cari aja ke Polsek,” kata Tina menirukan jawaban Dede.

Melihat Dede tak bersahabat, Tina langsung  masuk rumah. Baru menjelang subuh (Kamis 30/10) Untung pulang. Menurut Tina, saat itu suaminya tampak sangat lelah. Kepada istrinya Untung beralasan  butuh istrirahat karena kerja keras hingga malam hari di Stasiun Kereta Senen. “Biasa, dia suka jadi kuli panggul di Senen,” terang Tina.

DIHANTAM BATU--Esok paginya, tiba-tiba Dede mendatangi kamar suaminya yang sedang tidur lelap. Tini waktu itu, sempat memperingatkan Dede agar tidak mengganggu suaminya. Tapi kelihatanya Dede tidak perduli. Ia terus saja masuk kamar membangunkan suaminya sedang tidur pulas itu.

Saat bangun Untung terlihat marah-marah. Pria itu tersinggung karena merasa ada orang yang menginjak-injak kepalanya. “Siapa sih yang nginjak-injak kepala gua tadi,” kata Tina menirukan ucapan suaminya. Ditanya seperti itu, Tina diam saja. “Kamu ya yang injak kepala saya,” hardik Untung kepada Tina.

Karena tidak melakukan perbuatan itu, lalu Tina terpaksa memberitahu bahwa yang membangunkannya adalah Dede. Mendengar itu, Untung menemui Dede di kontrakannya. Tak lama kemusian mereka bertengkar hebat. Lalu terdengar suara orang berkelahi. Saat itu kata Tina,  suaminya tidak membawa  apa-apa. “Dia nyamperin  Dede cuman pake kaos oblong doang,” ungkap Tina.

Tak lama kemudian suaminya turun dari rumah Dede dengan mulut bersimbah darah. Kata Tina, mulut suaminya robek, karena dipukuli Dede. Saat itu Untung menyuruh Tina, membeli plester pembalut luka di warung.

Ketika pulang, Dede dan Untung berkelahi lagi. Dede saat itu membawa  sebilah semurai sepanjang satu meter. Disaksikan Tina, dengan buas  dan sadis Dede menghujamkan semurai itu, tepat di ulu hati Untung. Tak  puas menusuk perut Untung,  Dede menghantam kepala kepala korban dengan batu yang diambil di depan rumah.

Untung tersungkur di lantai rumah kontrakan. Saat itu, Tina tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menangis dan memohon sambil merunduk kepalanya dihadapan Dede. Namun, permohonan sia-sia. Permohonan Tina  tidak digubris.

Di saat genting itu, Tina melihat Ipan (25) yang juga teman dekat suaminya. Nita Tina ingin minta tolong langsung buyar lantaran tanpa diduga, Ipan juga ikut menghajar suaminya dengan kursi kayu. Ipan sempat beberapa kali menghajar tubuh korban dengan kursi.

Ketika Untung yang sudah sekarat bergerak-gerak menahan sakit,  Dede kembali menghantamkan  batu besar itu hingga korban tidak bergerak lagi. Mengetahui korbannya tewas, Dede kabur. “Dia itu benar-benar kejam,” kata Tina saat di temui Exc di kantor Mapolsek Pulogadung, Jumat (31/10) pekan lalu.  

Di hadapan petugas, Tina sempat bersitegang dengan Dede yang mengaku sendirian menghabisi nyawa temannya. “Suami saya dibunuh Dede dan Ipan,” kata Tina. Namun, pernyataan Tina itu dibantah pelaku. “Saya sendiri yang membunuh Untung,” kata Dede.

Penampilan Dede terlihat biasa-biasa saja. “Saya membunuh karena membela diri,” katanya. Saat itu, kata Dede ia sedang menggendong anaknya di depan kontrakan yang disewanya. Tiba-tiba, Untung menghampiri dengan wajah kesal tak bersahabat. “Kamu terlalu menginjak-injak kepala saya,” kata Dede menirukan pernyataan Untung.

Tapi, Dede tak merasa berbuat itu meski mengaku telah membangunkan Untung karena disuruh temannya yang mengajak  main kartu. Namun, Dede menolak, dengan alasan tak biasa main kartu. Karena mereka kurang satu orang, akhirnya Dede memanggil Untung.

Lantaran Untung sedang tidur pulas dan dipangil tidak menjawab. Lalu Dede membangunkannya dengan kaki. “Saya berbuat itu, karena tahu Untung masih mabok lexotan. Saya  nggak nginjak-injak kepalanya, cuman disenggol pake kaki doang,” kata Dede.

Pemuda asal Lubuk Linggau, Sumatra Selatan ini, mengaku berprofesi sehari-hari sebagai pedagang teh botol di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Pernyataan ini, berbeda dengan keterangan Tina Yang mengatakan Dede itu tidak jelas pekerjaannya. Ia juga selalu bikin masalah di lingkungan tempat tinggal mereka.

HANDUK KUNING--Menurut Kanit Reskrim, Polsek Pulogadung, IPTU. MA, Triza, pelaku membunuh diduga karena korban tersinggung ketika pelaku membangunkannya. Pelaku diduga terpengaruh pil lexotan yang biasa diminumnya. Pelaku  menghabisi nyawa korban, dengan cara menusuk perut, tepat di ulu hati. Pelaku juga menghantam kepala korban dengan pecahan semen beton. Setelah menghabisi korban, pelaku  langsung melarikan diri.

Jajaran Polsek Pulogadung berhasil menangkap pelaku ketika ia sedang main dingdong di Pasar Senen, Jakarta Pusat pada  Jumat ( 01/11), pukul dua siang. Informasi itu di dapat dari penjelasan isteri korban.

Ketika dipergoki, pelaku sempat menghindar. Namun, polisi berhasil menangkap tanpa perlawanan. Polsek Pulogadung telah menyita barang bukti, berupa sebilah semurai dan batu beton. Menurut Triza, pelaku bisa dijerat pasal 351 (3) penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun.

Ria (41), ibu kandung korban mengaku sempat mimpi diberi handuk kuning dalam jumlah banyak. Ternyata  mimpi itu sebagai pertanda di rumah anknya dipasang bendera kuning tanda kematian. Ria berjanji akan mengurus keluarga Untung sesuai kemampuannya.* 

>>>Baca Juga : INGIN CARI BERKAH MALAH JADI KORBAN...
>>>Baca Juga : HABIS NYIMENG DIGARAP DI KAMAR MANDI...

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1