EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS#07

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

sperma muncrat di atas Perut

KULI BANGUNAN GAGAHI ANAK TETANGGA

Oleh : Budi

Baru tiga hari pisah dari istri, seorang kuli bangunan tergiur melihat kemontokan bocah anak tetangga. Korban dikelabui dan diseret ke semak belukar. Pria tak kuat menahan birahi itu menuntaskan hasratnya di atas perut korban.

Dalam kesehariannya, Samsudin (22) berprofesi sebagai kuli bangunan. Akhir bulan September lalu, warga Pamulang, Tangerang ini mendapatkan order merenovasi rumah di Jalan Rambutan RT 04/06, Kampung Baru, Pancoran Mas, Depok.

Lantaran cukup jauh dari rumahnya, Samsudin terpaksa menginap di tempat kerjanya. Sesuai perjanjian, dia dapat honor setiap minggu, pria itu memutuskan pulang ke rumah setelah dapat gaji mingguan. Namun baru tiga hari bekerja, dia tak kuat menahan amuk birahi.

Hasrat lelakinya itu dituntaskan dengan memperkosa seorang bocah yang tinggal tak jauh dari tempatnya bekerja. Kedoknya terbongkar setelah Melati (10) –nama disamarkan--, korban perkosaan itu mengaku terus terang pada Yusup (46), orang tuanya.

Kisah bejat itu berawal ketika Rabu siang (01/10) lalu. Kala itu waktu baru menunjukkan pukul 12.30 Wib, Samsudin baru saja istirahat siang. Usai makan siang, sambil menikmati mangga muda, dia istirahat di depan rumah yang sedang direnovasinya. Tiba-tiba matanya tertuju pada Melati yang tengah main sendirian tidak jauh dari tempatnya.

Meskipun baru bekerja di tempat itu, namun Samsudin sudah akrab dengan  keluarga Melati. Maklum, rumah tinggal Melati tak jauh dari tempatnya berkerja. Sesekali, dia sempat ngobrol dengan Yusup, terkadang juga dia mampir ke rumah  orang tua Melati.

Entah setan mana yang melintas, tiba-tiba libido Samsudin meninggi tatkala melihat Melati. Sejurus kemudian ia beranjak menghampiri bocah itu. Dalihnya minta diambilkan garam dapur untuk makan mangga muda.

Yusup, saat itu tak menaruh curiga terhadap keakraban Samsudin dengan putrinya tersebut. Dia hanya berpikir, rasa kasih sayang Samsudin itu layaknya orang tua terhadap anak.

Setelah mendapatkan garam pemberian Melati, kuli bangunan itu pun kembali menikmati potongan mangga muda sambil menerawang memikirkan sang istri yang sudah tiga hari ditinggalkannya. Otaknya terus diputar. Akhirnya dia tersenyum, seperti mendapatkan jalan keluar.

Samsudin beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri gadis yang baru duduk di klas empat  SD ini. Suasana siang itu terlihat lumayan sepi. Tanpa banyak cing-cong, tiba-tiba Samsudin menarik tubuh Melati. Sejurus kemudian pria itu langsung memangku calon korbannya dan membawanya ke semak belukar di samping rumah yang sedang direnovasinya.

Mulanya Melati hanya diam saat digendong Samsudin. Namun ketika sampai di semak-semak, dia mulai meronta. Apalagi setengah memaksa Samsudin membuka celana dalamnya. Bocah malang itu menjerit. Namun dengan sigap mulut mungilnya dibekap Samsudin.

Dengan beringas, Samsudin menggerayangi ‘isi’ di balik celana dalam korban. Karena tenaga yang kalah jauh itulah akhirnya Melati hanya bisa pasrah sambil terus berusaha meronta.

Samsudin yang sudah terlanjur nafsu, kemudian menciumi pipi, tubuh, serta kemaluan Melati. Setelah puas menciumi, dia langsung memperkosa korban. Baru setengah jalan, tanda-tanda orgasme mulai nampak.

Merasa sadar spermanya akan keluar, Samsudin segera mencabut penisnya. Akhirnya sperma pria itu muncrat di perut korban yang tidak mengerti apa yang baru saja terjadi. Merasa puas, Samsudin segera menyuruh Melati pergi sambil memberikan ancaman dengan pisau agar korban tidak melaporkan hal ini kepada siapapun. “Awas kamu kalau memberi tahu pada orang-orang, akan saya bunuh,” ujar Samsudin saat itu.

Agar lebih aman, Samsudin merayu gadis malang itu dengan memberikan uang Rp. 3000,-. maksudnya agar korban mau tutup mulut. Tapi ternyata, harapannya nihil. Setelah lepas dari tangan Samsudin, Melati berlari sambil menangis. Sesampainya di rumah, dia menceritakan kejadian yang baru dialaminya pada ayahnya.

Mendengar cerita anaknya, Yusup selaku orang tua langsung naik pitam. Tanpa pikir panjang, ia langsung mendatangi Samsudin. Awalnya, pelaku tak mengakui perbuatannya, walau bogem mentah dari Yusup telah beberapa kali mendarat di wajahnya.

Keributan Yusup vs Samsudin menarik perhatian warga. Beramai-ramai mereka mendatangi arah pertengkaran itu. Samsudin akhirnya jadi sansak hidup. Salah seorang warga menyarankan agar urusan tersebut diselesaikan di rumah ketua RW setempat. Setelah mendapat diinterograsi ketua RW dan beberapa warga, akhirnya Samsudin mau mengakui perbuatannya.

“Sebelumnya kami telah membawa Melati ke rumah sakit untuk dilakukan visum, agar semuanya jelas. Ternyata, dari hasil visum, semua itu bisa dibuktikan, dia pun tak bisa mengelak,” ujar Yusup menjelaskan.

Akhirnya, Samsudin di gelandang ke Polsek Pancoran Mas Depok, guna pengusutan lebih lanjut. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, laki-laki asal Pondok Cabe Ilir, Pamulang ini kini mendekam di dalam penjara.

Dalam pengakuannya kepada Exo yang menemuinya Sabtu siang (04/10), dirinya melakukan hal tersebut karena merasa tak kuat menahan hawa nafsu yang menyerangnya. Namun dia juga mengaku khilaf, telah melampiaskan urusan bawah perut tersebut kepada bocah anak tetangga.

Akibat ulah bejatnya, ia merasa malu pada istri dan keluarganya. Hingga kini ia sama sekali belum memberitahuakan kabar tentang keberadaannya pada istrinya. ”Saya betul-betul malu. Makanya, saya belum memberitahu istri dan keluarga saya,” katanya lagi sambil menundukan kepalanya.    

AKP Antonius Sudjito, Kapolsek Pancoran Mas, Depok yang ditemui Exo Sabtu (04/10), membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya dalam pemeriksaannya tersangka mengakui semua perbuatannya.

Ditambahkan bahwa berdasarkan hasil visum dari pihak rumah sakit, selaput dara korban belum mengalami kerusakan. Hanya pada bagian bibir kemaluannya saja yang mengalami lecet. “Karena, berdasarkan pengakuan tersangka pun, dia belum memasukan seluruh alat kelaminnya, jadi baru setengah sudah KO,” kata Antonius sambil tersenyum.

Untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya itu, menurutnya Samsudin bisa dikenakan pasal 295 KUHP, tentang perkosaan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Saryono, Ketua RW 06 , Kampung Baru, Pancoran Mas Depok, terlihat geram. Menurutnya Samsudin adalah orang tak tahu diri. Baru tiga malam bekerja di wilayahnya, sudah membuat aib.

Yang membuat Saryono lebih geram lagi, sebelumnya tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa Samsudin akan tinggal sementara di lingkungannya. “Bagaimana saya tidak kesal, boro-boro untuk menghargai jabatan saya, eh ini malah bikin ulah,”terang Saryono kesal.

Menurut Saryono, selama 1 tahun kepemimpinannya di RW 06, lingkungannya selalu aman. “Selama saya menjabat RW, baru ada dua kasus seperti ini, dan semua pelakunya adalah pendatang,”tambahnya lagi.

Jika sudah begini, Saryono merasa mempunyai beban moral yang harus ditanggungnya, terhadap warga yang mengalami hal seperti itu.”Muka saya mau di taruh dimana ? biar bagaimanapun saya merasa malu karena kondisi lingkungan yang dicemari oleh aib-aib yang justru dilakukan oleh para pendatang,”kata Saryono.*

***

Melati (10)

DIANCAM PISAU

Oleh : Budi

Keluguan yang terpancar di wajah Melati berubah murung ketika dirinya mendapat perlakuan yang biadab dari Samsudin. Dengan polos pula, dia menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada Exo saat ditemui Jumat sore (3/10), di rumahnya, Jalan Rambutan RT 04/06, Kampung Baru, Pancoran Mas Depok.

Menurutnya setelah membawakan garam yang diminta Samsudin, dirinya digendong dan langsung dibawa ke semak belukar yang lokasinya tak begitu jauh dari rumahnya.

Keadaan sekitar kebetulan sedang sepi, hingga tak satupun warga yang melihat aksi bejad dari Samsudin. Meski PuMelati sudah berusaha meronta, tapi karena tenaganya kalah jauh, akhirnya dia hanya bisa pasrah.

“Melati takut, soalnya dia ngancam pake pisau,” terang Melati. Namun lantaran sakit pada bagian kemaluannya, akhirnya ia menceritakan kejadian tersebut pada ayahnya.

Kini korban mengaku sangat ketakutan jika bertemu dengan pria yang tidak dikenal. Bahkan gadis kecil itu tidak mau sekolah lagi.*

*** 

M. Yusup (46)

MERASA PUAS

Oleh : Budi

Hingga kini, Yusup masih merasa bingung dengan masa depan anak bungsunya itu. Yusup mengaku sudah tak tahu harus berbuat apa, agar mental Melatirinya tidak terganggu. “Setelah peristiwa itu, pasti ia masih syok, untuk menjaga agar jiwanya tidak goncang, saya selalu memberikan nasehat kepadanya,” kata Yusup.

Ketika ditanya apakah dirinya memiliki rasa dendam terhadap Samsudin, Yusup tak mau berkomentar. Menurutnya, dia telah merasa puas karena kasus tersebut telah ditangani pihak berwajib. Namun yang dia takutkan justru ancaman dari Samsudin yang akan membunuh Melatirinya.

“Saya malah takut, setelah dia keluar dari penjara akan membunuh anak saya. Soalnya, sebelum tertangkap ia sempat mengancam akan membunuh Melati kalau membongkar semuanya,” sambung Yusup dengan mimik yang sedikit khawatir.

Namun begitu, dirinya merasa tenang dengan dukungan dari warga terutama ketua RW, yang akan menjamin bahwa Samsudin, tidak akan berbuat hal seperti yang dikhawatirkannya. Bahkan untuk masuk ke wilayahnya, jika keluar dari penjara nanti, Samsudin belum tentu berani.*

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws
GridHoster Web Hosting
1