EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS #06

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Istri tolak bersetubuh
PUTRI TIRI JADI BUDAK NAFSU

Oleh : Budi

Sungguh bejat kelakuan Dariyanto (33), warga Sungai Tiram RT 10/02, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Lantaran tak diberi ‘jatah’ istrinya, ia ‘menggarap’ anak tirinya. Selama tiga tahun lebih dia berhasil memposisikan korban sebagai budak nafsu.

Semilir angin laut yang berhembus kencang membuat suasana di Jalan Sungai Tiram pertengahan Juli 2001 silam, cukup mencekam. Kondisi tersebut membuat warga sekitar enggan keluar rumah, termasuk Dariyanto, lelaki asal Indramayu yang memutuskan bertahan di rumahnya bersama istri dan empat  anaknya.

Suasana dingin membuat hasrat kelaki-lakian Dariyanto muncul. Kepada Sanah (30), istrinya, ia memberikan kode minta ‘dilayani’. Apalagi ia tahu anak-anaknya sudah tidur lelap. Namun istrinya menolak. Bahkan, selang beberapa saat, ketika dia mencoba lagi mengajak bersebadan, pria itu mendapatkan jawaban sama. Hal itu tentu membuatnya jengkel.

Keesokan harinya, saat Dariyanto minta jatah lagi pada sang istri namun tetap saja ditolak. “Mas, anak kita ini udah banyak, masa kamu mau nambahin terus sih,” kata Sanah saat itu.

Tak tahan menahan hawa nafsunya, Dariyanto melirik Junasih putri sulung berusia 15 tahun buah dari perkawinan Sanah dengan suami pertama.. Kebetulan paras putri tirinya itu cukup cantik. Ditambah tubuh sintalnya yang membuat jakun Dariyanto turun naik.

Puncaknya terjadi ketika Sanah, pergi ke rumah kerabatnya di daerah Karawang. Karena birahinya sudah memuncak, entah setan mana yang merasuki otaknya, dengan sangkur ditangannya, Dariyanto mengancam Junasih dan memaksanya bersetubuh.

Kala itu Junasih hanya mengenakan handuk lantaran baru selesai mandi. Begitu masuk rumah, Dariyanto langsung membekap tubuhnya. Sementara sangkur ditangannya dikalungkan dileher Junasih. Sambil terus membekap mulut putri tirinya, Dariyanto mengancam membunuh jika keinginanya tidak dituruti.

”Kalau kamu nggak mau, saya bacok,” ancam Dariyanto. Lantaran ketakutan korban hanya bisa pasrah ketika tubuhnya didorong ke ranjang. Dengan rakusnya, Dariyanto menjilati dan menciumi tubuh Junasih. Selanjutnya, dalam keadaan tak berdaya, korban diperkosa. Wanita malang itu hanya bisa menangisi saat keperawanannya dijebol pria yang selama ini dihormatinya.

Bagai orang kerasukan setan, Dariyanto tak menghiraukan erangan Junasih. Dia malah terus mengoyang-goyangkan pantatnya hingga berulang kali. Ketika hendak mencapai klimaks, Dariyanto mencabut kemaluannya. Alasannya, agar korban tidak hamil.

Usai memnuntaskan hasrat bejatnya Dariyanto ngeloyor begitu saja. Sebelumnya ia masih sempat memberi ancaman agar korban tak memberitahukan hal tersebut kepada siapapun. Dengan senyum sumringah, pria itu pergi meninggalkan Junasih yang menangis meratapi nasibnya.

Kebejatan Dariyanto tidak berhenti sampai disitu. Pasalnya, setiap ada kesempatan dia selalu memuntahkan hasratnya pada gadis belia itu. Menurut pengakuannya, perkosaan berikutnya, dia tak perlu melakukan ancaman lagi. “Setiap mau ‘begituan’ lagi, saya kasih dia uang. Kadang 50 ribu, kadang 100 ribu,” kata Dariyanto.

Hampir tiga  kali dalam seminggu Junasih harus merelakan tubuhnya ditindih ayah tirinya. Sudah tak terhitung berapa kali Dariyanto melakukan perbuatan nista tersebut. Bahkan saking seringnya, yang awalnya dia melakukan karena dasar nafsu belaka, belakangan Dariyanto mengaku mulai merasakan tumbuhnya benih cinta terhadap korban.

Gilanya lagi, dia berniat menceraikan istrinya agar bisa mengawini putri tirinya itu. Padahal korban sendiri sebenarnya telah memiliki kekasih bernama Iswandi (20) yang juga warga setempat.

Ketika mendengar kabar Iswandi hendak melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius, dengan akal bulusnya Dariyanto menceritakan hal yang telah dialaminya kepada Iswadi dengan maksud agar Iswandi mengurungkan niatnya. Kegilaan Dariyanto tidak sampai situ, dia juga menceritakan hal-hal yang seharusnya menjadi aib bagi dirinya dan keluarga kepada seluruh warga setempat.

TERCIUM WARGA--Sebenaranya tingkah polah gila dari Dariyanto, sudah tercium warga. Sebab, setiap kali korban hendak pergi, Dariyanto selalu menguntitnya. Sepertinya pelaku tak mau kehilangan gadis belia ini. Gerak-geriknya justru semakin mencurigakan warga.

Puncak kecurigaan warga terjadi sekitar pertengahan Agustus 2003. Wati (41) selaku ketua RT setempat memanggil keluarga Dariyanto. Disaksikan warga lain, Dariyanto mengakui seluruh perbuatannya, namun uniknya korban malah tak mengakui semua kejadian yang telah menimpanya.

“Saat itu, mungkin dia merasa takut, atau malu terhadap aib yang telah diterimanya. Maklum anak seusia dia, masih bingung harus menanggung beban dengan masa depan yang telah hancur,” ujar Wati saat ditemui Exo di kediamannya.

Tapi, setelah mendapatn desakan dari sang pacar, akhirnya korban mau mengakui pengalaman buruknya. Dengan isak tangis, korban menceritakan semua yang telah dialaminya kepada kekasihnya. Hebatnya, setelah mengetahui kekasihnya sudah ‘tercemar;, Iswandi tetap bersedia menikahi korban.

Sebaliknya warga yang sudah terlanjur mengetahuinya ulah bejat Dariyanto, tak mau diajak kompromi. Warga berniat mengahkimi Dariyanto. Beruntung Wati dapat menenangkan situasi. Peristiwa ini segera dilaporkan ke Polsek Cilincing. Kini Dariyanto meringkuk di tahanan lantaran melanggar Pasal 285 subsider 294 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

SUDAH MEMPERINGATKAN--Sanah tertunduk lemas ketika kali pertama mengetahui perbuatan suaminya. Namun karena rasa cinta dan keadaan ekonomi yang serba sulit, membuat Sanah mempertahankan Dariyanto sebagai suaminya. Dengan harapan pria itu mau berubah.

Ternyata tidak ada perubahan. Buntutnya pertengkaran pun mengisi hari-hari mereka. “Saya sudah sering memperingatkan dia, jangan suka menggoda Junasih, biar bagaimanapun dia kan anaknya juga,” ujar Sanah.

Dariyanto hanya manggut-manggut saja, ketika mendapat teguran istrinya. Malah begitu tahu kedoknya terbongkar, pelaku mau menceraikan Sanah. Hal itu bukan gertak sambal terhadap wanita berdarah Kerawang yang sedang hamil lima  bulan ini. “Saya sudah terima surat cerai dari dia,” kata Sanah lesu sambil menunjukan surat cerainya pada Exo.

Sanah hanya menerima dengan hati tersayat. Demikian pula saat Dariyanto masuk bui. Wanita malang itu justru yang paling getol membesuknya. “Habis mau diapakan lagi. Saya masih mencintainya. Apalagi kebutuhan saya banyak,” lanjut Sanah yang mengaku tetap bersedia menerima kembali Dariyanto selepas dari penjara. “Dia sudah kapok, dan berjanji pada saya untuk mengubah semua kelakuannya selama ini,” tambah Sanah.

Untuk mengantisipasi kejadian tersebut agar tidak terulang kembali, dalam waktu dekat Sanah akan segera mengawinkan Junasih dengan Iswandi. “Kebetulan Dariyanto juga sudah menyetujui tentang rencana tersebut. Saya tinggal tunggu keputusan dari Iswandi saja. Katanya keluarga Iswandi sudah setuju,” katanya lagi.*

Junasih (15)
DIANCAM SANGKUR

Oleh : Budi

Wajahnya kuyu. Beban berat tampak sedang menyelimuti gadis berkulit putih ini. bagaimana tidak, dirinya harus menanggung derita dengan harga diri dan kehormatannya yang telah direnggut oleh Dariyanto yang notabene ayah tirinya sendiri.

Dengan terbata-bata, Junasih mulai menceritakan kejadian tersebut kepada Exo. “Awal dia melakukannya dengan cara mengancam pakai pisau sangkur, kalau tidak mau menuruti kehendaknya saya akan dibunuh,” katanya pilu.

Setelah peristiwa yang pertama kalinya itu, Dariyanto selalu meminta kepadanya untuk melayani nafsu bejat Dariyanto. “Ancamannya kali ini akan membunuh ibu saya, kalau saya tidak menurutinya,”ungkapnya lagi. Mendapat ancaman tersebut, Junasih hanya bisa pasrah menerima perlakuan terkutuk itu. Dia merasa bingung, harus berbuat apa, berceritapun harus kepada siapa, dia tak tahu.

Akhirnya sudah merasa tak sanggup, menahan beban semuanya, dengan perasaan takut Junasih menceritakan hal tersebut kepada Iswandi. Untungnya, setelah mendengar kejujuran yang tulus dari Junasih, Iswandi tetap mau menerima gadis tersebut apa adanya. Meskipun rela bila kedua orang tuannya tidak merestui hubungannya dengan Junasih.*

>>>Baca juga : TUKANG CENDOL GARAP BOCAH.....
>>>Baca Juga : COLEK PANTAT MASUK BUI....

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1