|
Istri tolak bersetubuh
PUTRI TIRI JADI BUDAK NAFSU
Oleh :
Budi
Sungguh
bejat kelakuan Dariyanto (33), warga Sungai Tiram RT 10/02,
Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Lantaran tak diberi ‘jatah’
istrinya, ia ‘menggarap’ anak tirinya. Selama tiga tahun lebih dia
berhasil memposisikan korban sebagai budak nafsu.
Semilir angin laut yang berhembus kencang membuat
suasana di Jalan Sungai Tiram pertengahan Juli 2001 silam, cukup
mencekam. Kondisi tersebut membuat warga sekitar enggan keluar rumah,
termasuk Dariyanto, lelaki asal Indramayu yang memutuskan bertahan
di rumahnya bersama istri dan empat anaknya.
Suasana dingin membuat hasrat kelaki-lakian
Dariyanto muncul. Kepada Sanah (30), istrinya, ia memberikan kode
minta ‘dilayani’. Apalagi ia tahu anak-anaknya sudah tidur lelap.
Namun istrinya menolak. Bahkan, selang beberapa saat, ketika dia
mencoba lagi mengajak bersebadan, pria itu mendapatkan jawaban sama.
Hal itu tentu membuatnya jengkel.
Keesokan harinya, saat Dariyanto minta jatah lagi
pada sang istri namun tetap saja ditolak. “Mas, anak kita ini udah
banyak, masa kamu mau nambahin terus sih,” kata Sanah saat itu.
Tak tahan menahan
hawa nafsunya, Dariyanto melirik Junasih putri sulung berusia 15
tahun buah dari perkawinan Sanah dengan suami pertama.. Kebetulan
paras putri tirinya itu cukup cantik. Ditambah tubuh sintalnya yang
membuat jakun Dariyanto turun naik.
Puncaknya terjadi
ketika Sanah, pergi ke rumah kerabatnya di daerah Karawang. Karena
birahinya sudah memuncak, entah setan mana yang merasuki otaknya,
dengan sangkur ditangannya, Dariyanto mengancam Junasih dan
memaksanya bersetubuh.
Kala itu Junasih
hanya mengenakan handuk lantaran baru selesai mandi. Begitu masuk
rumah, Dariyanto langsung membekap tubuhnya. Sementara sangkur
ditangannya dikalungkan dileher Junasih. Sambil terus membekap mulut
putri tirinya, Dariyanto mengancam membunuh jika keinginanya tidak
dituruti.
”Kalau kamu nggak
mau, saya bacok,” ancam Dariyanto. Lantaran ketakutan korban hanya
bisa pasrah ketika tubuhnya didorong ke ranjang. Dengan rakusnya,
Dariyanto menjilati dan menciumi tubuh Junasih. Selanjutnya, dalam
keadaan tak berdaya, korban diperkosa. Wanita malang itu hanya bisa
menangisi saat keperawanannya dijebol pria yang selama ini
dihormatinya.
Bagai orang
kerasukan setan, Dariyanto tak menghiraukan erangan Junasih. Dia
malah terus mengoyang-goyangkan pantatnya hingga berulang kali.
Ketika hendak mencapai klimaks, Dariyanto mencabut kemaluannya.
Alasannya, agar korban tidak hamil.
Usai memnuntaskan
hasrat bejatnya Dariyanto ngeloyor begitu saja. Sebelumnya ia masih
sempat memberi ancaman agar korban tak memberitahukan hal tersebut
kepada siapapun. Dengan senyum sumringah, pria itu pergi
meninggalkan Junasih yang menangis meratapi nasibnya.
Kebejatan Dariyanto
tidak berhenti sampai disitu. Pasalnya, setiap ada kesempatan dia
selalu memuntahkan hasratnya pada gadis belia itu. Menurut
pengakuannya, perkosaan berikutnya, dia tak perlu melakukan ancaman
lagi. “Setiap mau ‘begituan’ lagi, saya kasih dia uang. Kadang 50
ribu, kadang 100 ribu,” kata Dariyanto.
Hampir tiga kali
dalam seminggu Junasih harus merelakan tubuhnya ditindih ayah
tirinya. Sudah tak terhitung berapa kali Dariyanto melakukan
perbuatan nista tersebut. Bahkan saking seringnya, yang awalnya dia
melakukan karena dasar nafsu belaka, belakangan Dariyanto mengaku
mulai merasakan tumbuhnya benih cinta terhadap korban.
Gilanya lagi, dia
berniat menceraikan istrinya agar bisa mengawini putri tirinya itu.
Padahal korban sendiri sebenarnya telah memiliki kekasih bernama
Iswandi (20) yang juga warga setempat.
Ketika mendengar
kabar Iswandi hendak melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih
serius, dengan akal bulusnya Dariyanto menceritakan hal yang telah
dialaminya kepada Iswadi dengan maksud agar Iswandi mengurungkan
niatnya. Kegilaan Dariyanto tidak sampai situ, dia juga menceritakan
hal-hal yang seharusnya menjadi aib bagi dirinya dan keluarga kepada
seluruh warga setempat.
TERCIUM
WARGA-- Sebenaranya tingkah
polah gila dari Dariyanto, sudah tercium warga. Sebab, setiap kali
korban hendak pergi, Dariyanto selalu menguntitnya. Sepertinya
pelaku tak mau kehilangan gadis belia ini. Gerak-geriknya justru
semakin mencurigakan warga.
Puncak kecurigaan
warga terjadi sekitar pertengahan Agustus 2003. Wati (41) selaku
ketua RT setempat memanggil keluarga Dariyanto. Disaksikan warga
lain, Dariyanto mengakui seluruh perbuatannya, namun uniknya korban
malah tak mengakui semua kejadian yang telah menimpanya.
“Saat itu, mungkin
dia merasa takut, atau malu terhadap aib yang telah diterimanya.
Maklum anak seusia dia, masih bingung harus menanggung beban dengan
masa depan yang telah hancur,” ujar Wati saat ditemui Exo di
kediamannya.
Tapi, setelah
mendapatn desakan dari sang pacar, akhirnya korban mau mengakui
pengalaman buruknya. Dengan isak tangis, korban menceritakan semua
yang telah dialaminya kepada kekasihnya. Hebatnya, setelah
mengetahui kekasihnya sudah ‘tercemar;, Iswandi tetap bersedia
menikahi korban.
Sebaliknya warga
yang sudah terlanjur mengetahuinya ulah bejat Dariyanto, tak mau
diajak kompromi. Warga berniat mengahkimi Dariyanto. Beruntung Wati
dapat menenangkan situasi. Peristiwa ini segera dilaporkan ke Polsek
Cilincing. Kini Dariyanto meringkuk di tahanan lantaran melanggar
Pasal 285 subsider 294 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
SUDAH
MEMPERINGATKAN-- Sanah tertunduk
lemas ketika kali pertama mengetahui perbuatan suaminya. Namun
karena rasa cinta dan keadaan ekonomi yang serba sulit, membuat
Sanah mempertahankan Dariyanto sebagai suaminya. Dengan harapan pria
itu mau berubah.
Ternyata tidak ada
perubahan. Buntutnya pertengkaran pun mengisi hari-hari mereka.
“Saya sudah sering memperingatkan dia, jangan suka menggoda Junasih,
biar bagaimanapun dia kan anaknya juga,” ujar Sanah.
Dariyanto hanya
manggut-manggut saja, ketika mendapat teguran istrinya. Malah begitu
tahu kedoknya terbongkar, pelaku mau menceraikan Sanah. Hal itu
bukan gertak sambal terhadap wanita berdarah Kerawang yang sedang
hamil lima bulan ini. “Saya sudah terima surat cerai dari dia,”
kata Sanah lesu sambil menunjukan surat cerainya pada Exo.
Sanah hanya
menerima dengan hati tersayat. Demikian pula saat Dariyanto masuk
bui. Wanita malang itu justru yang paling getol membesuknya. “Habis
mau diapakan lagi. Saya masih mencintainya. Apalagi kebutuhan saya
banyak,” lanjut Sanah yang mengaku tetap bersedia menerima kembali
Dariyanto selepas dari penjara. “Dia sudah kapok, dan berjanji pada
saya untuk mengubah semua kelakuannya selama ini,” tambah Sanah.
Untuk
mengantisipasi kejadian tersebut agar tidak terulang kembali, dalam
waktu dekat Sanah akan segera mengawinkan Junasih dengan Iswandi.
“Kebetulan Dariyanto juga sudah menyetujui tentang rencana tersebut.
Saya tinggal tunggu keputusan dari Iswandi saja. Katanya keluarga
Iswandi sudah setuju,” katanya lagi.*
Junasih (15)
DIANCAM SANGKUR
Oleh : Budi
Wajahnya
kuyu.
Beban berat tampak sedang menyelimuti gadis berkulit putih ini.
bagaimana tidak, dirinya harus menanggung derita dengan harga diri
dan kehormatannya yang telah direnggut oleh Dariyanto yang notabene
ayah tirinya sendiri.
Dengan terbata-bata,
Junasih mulai menceritakan kejadian tersebut kepada Exo. “Awal dia
melakukannya dengan cara mengancam pakai pisau sangkur, kalau tidak
mau menuruti kehendaknya saya akan dibunuh,” katanya pilu.
Setelah peristiwa
yang pertama kalinya itu, Dariyanto selalu meminta kepadanya untuk
melayani nafsu bejat Dariyanto. “Ancamannya kali ini akan membunuh
ibu saya, kalau saya tidak menurutinya,”ungkapnya lagi. Mendapat
ancaman tersebut, Junasih hanya bisa pasrah menerima perlakuan
terkutuk itu. Dia merasa bingung, harus berbuat apa, berceritapun
harus kepada siapa, dia tak tahu.
Akhirnya sudah
merasa tak sanggup, menahan beban semuanya, dengan perasaan takut
Junasih menceritakan hal tersebut kepada Iswandi. Untungnya, setelah
mendengar kejujuran yang tulus dari Junasih, Iswandi tetap mau
menerima gadis tersebut apa adanya. Meskipun rela bila kedua orang
tuannya tidak merestui hubungannya dengan Junasih.*
>>>Baca
juga :
TUKANG CENDOL GARAP BOCAH.....
>>>Baca Juga :
COLEK PANTAT MASUK BUI....
|