Lima kali
lubang depan satu kali lubang belakang
TUKANG
CENDOL ‘GARAP’ BOCAHOleh : Afrizal
Sudah
lima bulan
Herman dicuekin istrinya. Setiap ajakan bersetubuh dibalas tendangan
sang istri. Karena hasratnya terbendung, pedagang es cendol itu
melampiaskannya kepada siswi SD. Tragisnya, korban diperkosa hingga
lima kali plus sodomi satu kali.
Hermanyadi alias
Herman setiap hari mangkal menjajakan dagangan es cendolnya di
halaman luar sebuah Sekolah Dasar Negeri di kawasan Berdikari 13
Ilir, Palembang. Semula pria berusia 26 tahun ini tidak tergiur
melihat siswi SD lalu lalang di depannya atau jongkok memamerkan
paha mulus sambil menunggu es cendol. Tetapi, setelah lima bulan
‘absen ngebor’ istrinya, semua itu berubah.
Entah dapat bisikan
dari mana, Herman punya kesimpulan, jika tidak dapat ‘jatah’ di
rumah, kenapa tidak mencoba cara lain. Dan gilanya,dia mengincar
seorang siswi SD itu, sebut saja Bunga (7) yang baru duduk dikelas
satu. Sejak awal September lalu, kelelakian tukang es cendol itu
selalu tergugah jika melihat sosok Bunga yang tinggal di Jalan Ali
Gathmir, Lorong Karang Kuang Rt 3 10 Ilir, sekitar 100 meter dari
sekolah itu.
Pertengahan
September lalu, warga Lorong Lawang Kidul Darat Rt 18, 13 Ilir,
Palembang ini sudah tidak kuat lagi menahan hasrat terpendam. Jumat
siang (19/9) menjelang sore itu, setelah bubaran sekolah dia sengaja
masih mangkal lantaran malas pulang. Apalagi semalam habis
bertengkar dan ditendang istrinya hingga jatuh dari ranjang.
Ketika sedang
melamun memikirkan rumah tangganya yang sudah agak runyam, tiba-tiba
Bunga muncul di hadapannya. Gadis kecil dengan rambut dikuncir dua
itu langsung jongkok di hadapan Herman sambil menyodorkan uang
receh sebanyak Rp. 900,-. Bunga ingin mebeli tiga plastik es cendol,
satu untuk dia, dua lagi untuk temannya yang menunggu di rumahnya.
Sambil melayani,
mata Herman berulang-ulang ‘menyantap’ belahan paha Bunga dan celana
dalam gadis kecil lugu itu. Selesai membungkus tiga plastik, pria
bertubuh sedang itu mulai beraksi. Tangannya yang kotor dan lengket
lantaran kena cairan gula mulai menjamah paha mulus Bunga. Lantaran
masih polos, Bunga diam saja diperlakukan seperti itu.
Herman kemudian
mengembalikan uang bocah itu sambil mengajaknya ke suatu tempat.
Dasar gadis ingusan, dia senang saja mendapat tiga plastik es cendol
gratis. Suasana di sekitar saat itu memang sedang sepi, sehingga
Herman dengan leluasa menggandeng tangan Bunga dan membawanya ke
gudang kosong yang banyak berdiri di dekat sekolah.
Di dalam gudang tak
terpakai lantaran pemiliknya bangkrut Herman semakin gelap mata.
Gadis kecil itu direbahkan di lantai kotor tanpa alas. Tangan pria
itu mulai menyingkap rok seragam sekolah dan menjamah kemaluan Bunga.
Lagi-lagi dasar anak kecil, Bunga tidak sadar sudah berada dalam
‘mulut harimau’, bocah itu diam saja sambil memegangi tiga plastik
es cendol.
Melihat korbannya
sudah pasrah, Herman mulai ‘menguliti’ bocah itu. Baru setengah
bugil, pria itu sudah tidak tahan lagi dan langsung memperkosanya.
Perkosaan brutal dan tak berimbang itu usdah pasti melahirkan derita
bagi Bunga. Bocah malang itu menjerit dan merintih ketika liang
vaginanya yang tidak seberapa besar diterobos ‘rudal’ pelaku.
Sayangnya, jeritan dan rintihan korban tidak didengar orang lain
lantaran terhalang tembok gudang yang tinggi dan tebal.
LIMA KALI-- Ejakulasi yang
dialami Herman berbarengan dengan kondisi korban yang semaput.
Senyum puas pria bejat itu dibayar mahal dengan rasa perih tak
terhingga di selangkangan Bunga. Saat itu kondisi korban drastis
merosot. Jangankan untuk berontak, teriak saja dia sudah tidak mampu.
Bunga tergeletak setengah bugil, sementara darah segar dari
kemaluannya merembes bercampur dengan debu lantai gudang.
Sepuluh menit
kemuidan, Herman terangsang kembali. Korban yang sudah teler itu
disetubuhi lagi hingga ejakulasi. Begitu seterusnya, selang sepuluh
menit pelaku mengulangi aksi perkosaannya hingga lima kali. Bisa
dibayangkan penderitaan Bunga yang kecil itu digagahi hingga lima
kali. Korban terkapar, dan pelaku duduk bersandar kelelahan.
Tragisnya, ketika
kelelakian Herman terusik lagi dan ‘senjata’nya mengacung lagi, pria
itu membalikkan tubuh korban yang sudah tidak berdaya itu. Dasar
manusia berdarah iblis, tidak puas menggarap lubang depan, Herman
akhirnya mensodomi dubur Bunga hingga berdarah-darah. Saat itu
korban benar-benar tidak berkutik lagi. Bahkan hanya untuk
menolehkan kepala dia tidak mampu.
Setelah puas,
pelaku cepat-cepat berpakaian dan berusaha meninggalkan TKP (Tempat
Kejadian Perkara). Bahkan meninggalkan korban begitu saja.
Seolah-olah tidak pernah terjadi pemerkosaan. Herman langsung
mengambil dagangannya. Dan beranjak dari lokasi mangkalnya.
Setelah Herman lari
dari gudang, selang 30 menit kemudian, barulah Bunga sadar dan
bangkit kemudian berusaha membenahi pakaiannya. Korban sempat
termenung sebelum memutuskan meninggalkan tempat terkutuk itu.
Bunga yang masih
merasakan perih di kemaluannya terseok-seok berdiri. Dengkulnya
sangat lemas sekali. Namun dasar anak yang cukup mandiri, dia
berusaha tegar dan segera pulang. Ketika memasuki jalan besar korban
melihat ada orang lewat. Namun dia tidak berteriak. Mungkin dalam
dirinya ada rasa takut.
Sampai dirumah,
korban diam saja. Gadis mungil yang lincah ini tetap berusaha
menyimpan aib yang menimpa dirinya. Rasa sakit di kemaluannya mulai
dirasakannya ketika kencing. Orang tuanya tidak curiga. Kecurigaan
muncul ketika korban tidak sekolah beberapa hari dengan alasan sakit
perut.
Rosa (31) –nama
disamarkan--, ibu kandung korban memberi minyak angin. Sampai Selasa
malam, korban bercerita setelah didesak ibunya yang curiga melihat
langkahnya yang tidak normal saat keluar dari kamar mandi. “Anu (kemaluan-red)
aku dimasuke (dimasuki), cak punyo kawanku tu,” ujar
korban pada ibunya. Mendengar pengakuan anaknya ini Rosa histeris
dan marah besar. Dan bersama tetangganya melaporkan kejadian itu ke
polisi.
Mendengar laporan
ini pihak Mapolsek IT II. mulai mengadakan pengintaian. Selasa siang,
Kanit Reskrim, Ipda Hasanuddin SE dan anak buahnya mencari informasi
keberadaan Herman. Ternyata pelaku masih berdagang es cendol agak
jauh dari sekolah korban. Herman ditangkap di Jalan Sayangan,
Kelurahan 13 Ilir.
Di depan polisi
Herman mengakui semua perbuatannya. Bahkan mengatakan dengan jelas
“Aku puas memperkosa anak itu”. Kapolsek Ilir Timur II, AKP Rakhmad
Setyadi SH Sik, didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hasanuddin SE
mengatakan, tersangka pelaku sudah mengakui segala perbuatannya dan
untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dia ditahan.
Ketika Exo
mendatangi rumah korban, tampak bocah itu sedang bermain bersama
teman-temannya di lorong sempit dan kotor. Setelah kejadian, korban
tetap bersekolah dengan kawalan ketat neneknya.
LIMA
BULAN ‘NGANGGUR’-- ketika ditemui dalam penjara Mapolsek IT II, Herman
terkesan santai “Istri aku galak, marah-marah bila diajak
berhubungan badan,” ujarnya memulai pembicaraannya dengan Exo.
Akibatnya Herman sering berteriak dan melakukan tindakan kasar pada
Nur, sitrinya.
Pertengkaran pasutri ini dipicu masalah ekonomi
keluarga. Nur mengkaitkan penghasilan yang diperoleh Herman setiap
harinya hanya Rp 10 ribu. Menurut istrinya tidak cukup untuk
kebutuhan. Sedikitnya jatah uang menyebabkan Nur sering ribut
dengan Herman. Hal ini sering juga dikaitkan dengan hubungan intim.
Sejak lima bulan lalu jatah hubungan seks tak diberi
sama sekali. Nafsu Herman jadi terkekang. Pikirannya setiap hari
jadi kotor. Untuk menyalurkan pada wanita nakal alias pelacur di
Kampung Baru tak punya uang.
Terkekangnya nafsu sek Herman dan tak punya uang
untuk nyeleweng, membuatnya cari ‘layanan’ gratis. Suatu ketika
Bunga yang sering pulang sendirian itu diincarnya. Dan diperhatikan
ketika pulang sekolah. Hal ini sudah berjalan berbulan-bulan.
Sehingga ketika ada kesempatan dan pada waktu itu suasana sangat
sepi, Herman berusaha menarik korban ke dalam gudang dan
memperkosanya berkali-kali. “Aku khilaf ,” akunya.
Dengan wajah tertunduk lesu Herman terus
menceritakan kehidupannya lagi. Semua ini akibat Nur, jika dia mau
diajak hubungan seks setiap harinya. Pemerkosaan ini tidak akan
pernah terjadi. Herman yang tertunduk lesu dan hanya pasrah menerima
kenyataan, tetap saja tabah.
Akibat kurang harmonisnya hubungan ini akibatnya
Herman cari kesempatan lain. Pria lulusan MTs Negeri Palembang tidak
mampu menahan birahi yang sering mengekang dirinya. Hingga perbuatan
perkosaan pada SW terjadi. “Karena nafsu terkekang selama lima
bulan, aku gawei (diperkosa) Bunga sebanyak lima kali dan
bonusnya sekali (maksudnya disodomi). Aku pasrah bae apo yang
terjadi pada diriku ini, aku terimo hukuman bakal dijatuhi
pada diriku ini,” kata Herman dibalik terali besi.*
>>>Baca
Juga:
COLEK PANTAT MASUK BUI...
>>>Baca Juga:
PUTRI TIRI JADI BUDAK NAFSU...
|