|
PUTRI SALJU
MENGKHAYAL DI MANGGA DUA
Oleh : Wawan
Pada
ajang Nominasi Anugerah Dangdut TPI 2003 yang
diselengarakan di Studio 3 TPI, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),
Jakarta pada Rabu (23/09) lalu, hampir seluruh nominator berusaha
tampil total. Tidak hanya unjuk kebolehan goyang dan bernyanyi,
tetapi juga dalam berpakaian. Meski terlihat wah, toh beberapa di
antara mereka mengaku membeli busananya di pusat grosir dan outlet.
CLASSIC
PUNK-- Penyanyi
dangdut bertubuh seksi Liza Natalia yang hadir sebagai pendukung
acara Nominasi Anugerah Dangdut TPI 2003 malam itu terlihat tampil
beda. Bila sebelumnya dia senang mengenakan gaun terusan, namun kali
ini dia tampil dengan mengenakan celana panjang dan blouse
berwarna senada. Namun begitu, Liza justru tampak lebih seksi dan
terkesan atraktif.
Menurutnya, busana warna merah dengan garis-garis kuning hasil
rancangan Handi Hartono tersebut memang berbeda dengan busana-busana
yang selama ini dikenakannya. “Gimana, ya. Kalau pakai ini, ada
kesan punk, latin, dan klasik yang bikin aku jadi lebih atraktif.
Coba lihat, lebih gaya ‘kan. Tapi yang paling penting waktu di atas
panggungnya aku lebih leluasa bergerak. Kalau mau tahu lagi, baju
ini murah banget, lho. Tapi nggak usah disebutin, ya,” ujar Liza. *
TERLIHAT
LUCU-- Mantan
penyanyi Soneta Femina, Ira Swara mengaku, alasan mengenakan busana
hasil rancangan Handi Hartono adalah karena sudah sejak lama dia
menjadi langganan. “Saya memilih hasil rancangan Mas Handi karena
motifnya beragam. Jadi, saya bisa bebas memilih dan nggak tahu
kenapa setiap busana yang saya pilih selalu cocok saya pakai. Dan
pilihan saya kali ini adalah yang agak etnik, gitu,” terang lajang
kelahiran Jakarta, 16 Juni 1980 ini.
Dan pada malam pesta-nya insan dangdut kali ini, Ira memilih busana
terusan hitam bermotif bunga-bunga tanpa lengan dengan ‘ekor’
menjulur di bagian belakang tubuhnya. Sebagai variasi yang kian
mempermanis penampilannya, Ira sengaja mengenakan sepatu bertali.
“Kesannya mungkin kuno, tapi ini saya anggap sebagai busana terbaik.
Terus terang, saya merasa terlihat lucu dengan busana ini,” ujar Ira
sambil tersenyum. *
MANGGA DUA-- Della
Puspita mengatakan tidak pernah neko-neko dalam
memilih busana yang akan dikenakannya. Dan busana hitam-hitam yang
dikenakannya malam itu, katanya adalah hasil cuci matanya di Pusat
Grosir Mangga Dua, Jakarta. Tidak sia-sia, dia bisa tampil lebih
unik dan menarik. “Dalam berpakaian, orang pasti pinginnya yang
nyaman dan enak dilihat. Tapi yang paling utama, harganya terjangkau.
Dan bentuknya juga nggak jauh beda dengan yang dijual di outlet,”
terang wanita kelahiran Bandung, 6 Agustus 1979 ini.
Dan agar bisa tampil beda meski dengan pakaian dari grosiran, Della
menerapkan satu trik yang cukup jitu, yakni blouse
disesuaikan dengan celana yang akan dikenakan. “Habis itu baru
dipikirkan eksesoris apa yang akan dipakai. Intinya, saya tidak
pernah neko-neko dalam memilih pakaian. Kalau saya lihat bagus, saya
beli. Buktinya banyak pakaian hasil beli di grosiran di rumah saya,”
papar pemilik tinggi 161 cm dan berat 44 kilo ini. *
RANCANGAN
KHAYALAN-- Selain
punya bakat besar dalam hal tarik suara, Iyeth Bustami pun memiliki
bakat lain, yakni pandai merancang busana. Dan pada acara Nominasi
Anugerah Dangdut TPI, Iyeth tampil dengan busana hasil rancangannya
sendiri. “Baju ini saya beri nama Putri Salju, karena warnanya
putih-putih dan ada hiasan bulu-bulunya. Dan hasilnya membuat saya
bangga walau bukan saya yang menjahitnya,” terang penyanyi kelahiran
Riau, 24 Agustus 1974.
Padahal sebelumnya wanita yang belum lama ini memperoleh
penghargaan MTV Asia Versi Dangdut Terbaik 2003 ini tidak pernah
mengira bisa menghasilkan rancangan seperti itu. “Saya tidak belajar
dari mana-mana. Saya cuma mengahayal untuk mendesain busana ini
setelah itu saya diskusikan dengan tukang jahitnya, dan hasilnya
bisa dilihat sendiri,” cetusnya. Kelebihan yang paling dirasakan
Iyeth ketika mengenakan busana tersebut adalah, dia merasa lebih
anggun. “Habis warnanya putih, sih. Jadi membuat saya lebih pede aja,
apa lagi hasil rancangan sendiri,” imbuh pelantun tembang
Laksamana Raja di Laut ini. *
|