EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

GAYA#06

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan
PUTRI SALJU MENGKHAYAL DI MANGGA DUA

Oleh : Wawan

Pada ajang Nominasi Anugerah Dangdut TPI 2003 yang diselengarakan di Studio 3 TPI, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta pada  Rabu (23/09) lalu, hampir seluruh nominator berusaha tampil total. Tidak hanya unjuk kebolehan goyang dan bernyanyi, tetapi juga dalam berpakaian. Meski terlihat wah, toh beberapa di antara mereka mengaku membeli busananya di pusat grosir dan outlet.

CLASSIC PUNK--Penyanyi dangdut bertubuh seksi Liza Natalia yang hadir sebagai pendukung acara Nominasi Anugerah Dangdut TPI 2003 malam itu terlihat tampil beda. Bila sebelumnya dia senang mengenakan gaun terusan, namun kali ini dia tampil dengan mengenakan celana panjang dan blouse berwarna senada. Namun begitu, Liza justru tampak lebih seksi dan terkesan atraktif.

Menurutnya, busana warna merah dengan garis-garis kuning hasil rancangan Handi Hartono tersebut memang berbeda dengan busana-busana yang selama ini dikenakannya. “Gimana, ya. Kalau pakai ini, ada kesan punk, latin, dan klasik yang bikin aku jadi lebih atraktif. Coba lihat, lebih gaya ‘kan. Tapi yang paling penting waktu di atas panggungnya aku lebih leluasa bergerak. Kalau mau tahu lagi, baju ini murah banget, lho. Tapi nggak usah disebutin, ya,” ujar Liza. *

TERLIHAT LUCU--Mantan penyanyi Soneta Femina, Ira Swara mengaku, alasan mengenakan busana hasil rancangan Handi Hartono adalah karena sudah sejak lama dia menjadi langganan. “Saya memilih hasil rancangan Mas Handi karena motifnya beragam. Jadi, saya bisa bebas memilih dan nggak tahu kenapa setiap busana yang saya pilih selalu cocok saya pakai. Dan pilihan saya kali ini adalah yang agak etnik, gitu,” terang lajang kelahiran Jakarta, 16 Juni 1980 ini.

Dan pada malam pesta-nya insan dangdut kali ini, Ira memilih busana terusan hitam bermotif bunga-bunga tanpa lengan dengan ‘ekor’ menjulur di bagian belakang tubuhnya. Sebagai variasi yang kian mempermanis penampilannya, Ira sengaja mengenakan sepatu bertali. “Kesannya mungkin kuno, tapi ini saya anggap sebagai busana terbaik. Terus terang, saya merasa terlihat lucu dengan busana ini,” ujar Ira sambil tersenyum. *

MANGGA DUA--Della Puspita mengatakan tidak pernah neko-neko dalam memilih busana yang akan dikenakannya. Dan busana hitam-hitam yang dikenakannya malam itu, katanya adalah hasil cuci matanya di Pusat Grosir Mangga Dua, Jakarta. Tidak sia-sia, dia bisa tampil lebih unik dan menarik. “Dalam berpakaian, orang pasti pinginnya yang nyaman dan enak dilihat. Tapi yang paling utama, harganya terjangkau. Dan bentuknya juga nggak jauh beda dengan yang dijual di outlet,” terang wanita kelahiran Bandung, 6 Agustus 1979 ini.

Dan agar bisa tampil beda meski dengan pakaian dari grosiran, Della menerapkan satu trik yang cukup jitu, yakni blouse disesuaikan dengan celana yang akan dikenakan. “Habis itu baru dipikirkan eksesoris apa yang akan dipakai. Intinya, saya tidak pernah neko-neko dalam memilih pakaian. Kalau saya lihat bagus, saya beli. Buktinya banyak pakaian hasil beli di grosiran di rumah saya,” papar pemilik tinggi 161 cm dan berat 44 kilo ini. *

RANCANGAN KHAYALAN--Selain punya bakat besar dalam hal tarik suara, Iyeth Bustami pun memiliki bakat lain, yakni pandai merancang busana. Dan pada acara Nominasi Anugerah Dangdut TPI, Iyeth tampil dengan busana hasil rancangannya sendiri. “Baju ini saya beri nama Putri Salju, karena warnanya putih-putih dan ada hiasan bulu-bulunya. Dan hasilnya membuat saya bangga walau bukan saya yang menjahitnya,” terang penyanyi kelahiran Riau, 24 Agustus 1974.

Padahal sebelumnya wanita yang  belum lama ini memperoleh penghargaan MTV Asia Versi  Dangdut Terbaik 2003 ini tidak pernah mengira bisa menghasilkan rancangan seperti itu. “Saya tidak belajar dari mana-mana. Saya cuma mengahayal untuk mendesain busana ini setelah itu saya diskusikan dengan tukang jahitnya, dan hasilnya bisa dilihat sendiri,” cetusnya. Kelebihan yang paling dirasakan Iyeth ketika mengenakan busana tersebut adalah, dia merasa lebih anggun. “Habis warnanya putih, sih. Jadi membuat saya lebih pede aja, apa lagi hasil rancangan sendiri,” imbuh pelantun tembang Laksamana Raja di Laut ini. *

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1