EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

POTRET#06

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan

Jam istirahat selalu full booking

HOTEL SELINGKUH ORANG KANTORAN

Oleh : Nr

Sebuah bangunan empat lantai bertengger unik. Sekilas hanya mirip rumah tinggal. Namun melongok ke dalamnya 40 kamar tersedia. Bahkan untuk kebutuhan bawah perut, cukup pencet bel di masing-masing kamar

Deru mobil lalu lalang, Sabtu siang pekan lalu sepanjang jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat bersahutan bak konser yang memekakkan telinga. Lalu lintas lumayan padat. Apalagi  perempatan Mada, bersebelahan dengan pusat niaga terbesar di Jakarta Pusat.

Tak jauh dari perempatan tersebut, Jalan K yang  seukuran satu mobil nampak membentang ke dalam. Di pojok jalan tersebut berdiri bangunan tua empat lantai yang difungsikan menjadi dua. Bagian depan yang berhadapan dengan Jalan Gajah Mada, ditandai dengan kaca hitam berukuran lumayan besar yang di sampingnya terdapat pintu masuk selalu tertutup. Menurut mereka yang eprnah singgah, arena permainan itu telah berubah wujud menjadi arena judi.

Sementara bagian samping, hanya terdapat satu pintu menghadap ke jalan. Sekilas dari luar, orang akan menebak bahwa bangunan dengan pintu disamping itu adalah sebuah rumah tinggal. Namun begitu masuk, akan tersaji areal ‘bisnis’.

Masuk dari pintu tersebut, sebuah ruang tamu berukuran sekitar 4 x 6 meter, dengan dinding putih yang mulai kusam, berikut sebuah kursi kayu nampak menghiasi. Persis disamping kanan ruang tamu, tersedia receptionis yang ditunggui seorang wanita bermata sipit, bertubuh agak subur.

Di belakang reseptionis ada sebuah ruangan yang separo dinding atasnya menggunakan kaca hitam. Belakangan diketahui ruangan itu dihuni penyewa bangunan empat lantai tersebut.

Di samping kiri ruang tamu terdapat sebuah etalase yang menjual berbagai keperluan sehari-hari, mulai dari sabun mandi hingga makanan kecil dan minuman kaleng. Sepertinya, penyewa banguna tersebut memfungsikannya sebagai mini store.

Mungkin bagi mereka yang belum pernah menginjakkan kakinya ke tempat tersebut akan bingung, tempat apa gerangan. Sebab tak secuilpun papan nama tertempel di dinding depan apalagi di dalamnya. Sepertinya penyewa tempat tersebut sengaja mendisain tempat tersebut agar tidak banyak diketahui orang yang mungkin tidak sehati dengan diperuntukkannya bangunan tersebut.

Usut punya usut, belakangan diketahui bahwa tempat tersebut adalah sebuah penginapan. Namun melihat kondisi didalam dan diluarnya, agaknya aneh bila tidak ada ‘misteri’ dari keberadaan penginapan tersebut.

Saat Exo bertandang Sabtu siang pekan lalu, suasana penginapan yang lebih dikenal dengan nama W 63 itu  lumayan lengang. Jarum jam menunjuk angka 11.00 wib. Seorang wanita yang duduk di meja receptionis yang masih kerabat dari pemilik W63 itu langsung menyambut kedatangan Exo dengan senyum ramah. “Ada yang bisa dibantu,” tanya wanita tadi.

Setelah tahu maksud kedatangan Exo ingin menyewa kamar, wanita tadi lantas menyebut beberapa tipe kamar berikut tarifnya. Harga kamar di sana tergolong murah, yakni hanya berkisar Rp. 35-85 ribu untuk short time alias per 12 jam.

Berdalih sedang menunggu seorang teman, Exo menunggu di ruang tamu yang tersedia. Ajaib. Ketika jarum jam menunjuk angka 12.00, alias saatnya jam makan siang, tamu yang datang di sana mulai ramai. Umumnya mereka datang berpasangan. Namun tak sedikit yang sendiri.

Lewat seorang karyawan yang tugasnya mirip bell boy, Exo dapat ‘bocoran’. Ternyata W63 ramai dikunjungi saat jam istirahat kantor. Kebanaykan tamunya adalah orang kantoran, yang ingin menuntaskan keperluan bawah perutnya.

Umumnya mereka datang bersama pasangan yang rata-rata kabarnya adalah teman kantornya atau pasangan selingkuhannya. Sementara bagi mereka uang datang sendiri, tujuannya adalah sama, yakni ingin ‘bobo siang’.

Untuk pasangannya, tidak usah khawatir. Sebab menurut petugas, tadi bahwa di W63 bisa membantu mencarikan pasangan untuk ‘bobo siang’. Terkait masalah ini, karyawan tadi tidak mau banyak komentar. “Kalau Bapak mau kita bisa mengambilkan. Tergantung pesanan, maunya seperti apa,” terang petugas yang mengenakan kemeja warna putih dipadu celana hitam tadi.

Ditambahkan bahwa di sana tersedia wanita-wanita muda hingga setengah tua. Untuk tarifnya, dengan agak malu-malu karyawan tadi menyebut angka antara Rp. 150-200 ribu untuk short time, tidak termasuk sewa kamar.

Sementara bagi tamu W63 yang ingin sekedar dipijat, tersedia pula wanita-wanita pemijatnya. Tarifnya tidak mahal, berkisar antara Rp. 50-75 ribu. Melongok tarifnya, memang sesuai dengan ukuran pijat, namun tidak menutup kemungkinan mereka siap diajak ngeseks. Tentu saja tarif yang dipatok bukan tarif pijat lagi. 

PULUHAN KAMAR--Bila melihat ukuran ruangan di lantai satu memang tak begitu luas. Namun di lantai atas tak kurang dari 30 kamar tersedia. Tiap lantai terdiri dari sepuluh kamar yang berukuran tak lebih dari  3 x 3 meter. Rupanya W63 memanfaatkan bangunan di atas areal permainan yang telah berubah menjadi areal judi tadi untuk kemudian ‘disulap’ jadi kamar-kamar sewaan.

Di dalam kamar yang lumayan sempit tersebut hanya ada satu ranjang, sebuah meja kursi sederhana dan sebuah kamar mandi yang hanya ditutupi plastik. Untuk tarif di atas Rp. 50 ribu ditambah dengan fasilitas AC dan sebuah televisi 14 inci.

Mungkin lantaran keberadaannya hanya diperuntukkan untuk mesum, ruang kamarnya di disain hanya untuk keperluan tersebut. Dengan demikian jelas bahwa di W63 memang sengaja bukan diperuntukkan untuk tempat istirahat.

Lalu lalang suara langkah kaki orang yang lewat, yang terdengar hingga ke dalam kamar nyaris tak pernah sepi. Mungkin saking banyaknya tamu yang datang sekedar ‘buang hajat’, untuk kemudian ganti tamu yang lain, yang jelas untuk jam-jam istirahat kantor di sana sangat sibuk.

Menyoal wanita yang katanya siap didatangkan untuk keperluan ‘bobo siang’, kabarnya W63 mempunyai jaringan dengan seorang germo di daerah Mangga Besar. Sementara untuk wanita pemijatnya, ‘dirumahkan’ tak jauh dari lokasi W63.

Menurut sumber Exo yang kerap menggunakan fasilitas W63, wanita-wanita tersebut sebenarnya berada di W63 alias ditampung dalam satu ruangan di lantai tiga. Memang sulit untuk mendeteksinya. Apalagi pengelolanya hanya membolehkan member atau langganan tetap yang boleh melihat wanita koleksinya.*

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1