Helmalia Putri
UANG KUNO HADIAH PAPA
Oleh : Wawan
Kegemaran Helmalia Putri akan uang kuno berawal ketika ayahnya, Hami
Yusuf memberinya uang kuno keluaran tahun 1858 dengan nilai satu ringgit.
Sejak itu dia mulai berburu uang kuno kertas atau logam. Nilai
nominal koleksinya di brankas khusus kini sudah mencapai puluhan
juta rupiah.
Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Puput –sapaan akrabnya-- sudah
gemar mengoleksi berbagai jenis benda kuno. Meski banyak koleksi
benda kuno, seperti keramik, piring perak, keris, dan lain-lain yang
telah dikumpulkannya, hanya uang kuno yang menjadi favorit.
Alasannya, karena bentuk dan ukuran unag kuno yang berbeda. “Pertama
kali aku punya uang kuno dari Papa. Gimana nggak kuno, uangnya tahun
delapan belas lima delapan. Bentuknya lucu, lagi,” terang Puput
kepada Exo di kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin
(29/09).
Berbagai upaya dilakukannya untuk memperbanyak koleksi, mulai dari
membeli di pasar-pasar hingga dengan cara meminta dari teman-teman
dekatnya. Untung bagi Puput, selain banyak yang memberi, beberapa
fans yang mengetahui hobinya juga ada yang menyumbang dengan suka
rela. “Aku seneng banget karena hobiku didukung banyak orang. Tapi
jeleknya, aku sering maksa orang untuk ngasih kalau mereka punya
uang kuno,” terang gadis kelahiran Aceh, 13 April 1983.
Selama dua belas tahun mengoleksi uang kuno, tak kurang uang kuno
yang berasal dari jaman Belanda, era Soekarno, Soeharto, bahkan dari
negara-negara tetangga berhasil dia miliki. Bahkan uang-uang dengan
nilai 50 sen keluaran tahun 1950 dia miliki.
Koleksinya yang lain di antaranya Rupee India bernilai 10 Rupee
dengan gambar Mahatma Gandhi, 10 sen Dollar Singapura keluaran 1970,
Bath Thailand keluaran tahun 1947, uang Brasil, dan beberapa koleksi
lain. “Kayaknya kalau ngoleksi benda-benda yang ada tahunnya begitu,
aku seperti bisa mengikuti perkembangan nilai uang dari jaman ke
jaman. Ada kepuasan tersendiri setiap memandang bentuk, ukuran,
nilai, dan gambarnya,” terang dara yang memiliki tinggi 170 cm dan
berat 48 kg ini.
Dan untuk menjaganya agar tetap awet, terutama uang kertas, Puput
menyimpannya di dalam brankas. Sekali-kali dia membersihkan uang
logam dengan kain lap dan merapikan letak uang kertas. Hanya Puput
merasa agak berat bila harus menyentuh uang kertas terlalu sering
karena, katanya, bisa cepat lecek bahkan sobek. “Kalau uang
logam ‘kan pasti awet, tuh. Jadi nggak perlu terlalu dirawat seperti
uang kertas,” papar pemeran Sarmila dalam sinetron Melodi Cinta
ini. *
*** |