EDISI>>01-02-03-04-05-06-07-08-09-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29- 30-31>>

::LIPUTAN::

::BACAAN PALING EKSOTIS::

::ARTIKEL::

MODUS #06

=> Isu Exo
=> Close Up
=> Intim
=> Gaya
=> Curhat
=> Potret
=> Jelajah
=> Bollystar
=> Exobolly
=> Terawang
=> Modus
=> Blitz
=> Gemar
=> Rona
Aturan
Langganan
Pesan CD
Pesan Bundel
Crew Redaksi
Saran Anda
Tarif Iklan
Colek pantat masuk bui
BELA PACAR DISIRAM AIR KERAS

Oleh : Zul

Toha punya hoby colek pantat, hingga teman-teman satu pabrik memberi julukan monster pencolek pantat. Selasa malam nasibnya apes datang. Saat beraksi, korbannya melapor ke pacarnya. Pertengkaran pun terjadi. Bukannya minta maaf, pria itu malah menyiram lawannya dengan air keras.

Selasa malam (23/9) suasana pabrik sandal PT Kristajaya Indosal, kawasan Gudang 47, Jalan Polgar Kapuk, Cengkareng Jakarta Barat lumayan ramai lantaran karyawan pabrik itu bubaran kerja.

Mereka nampak berdesakan keluar dari mulut pintu pabrik. Tak ketinggalan M. Toha (25), warga Gang Empang RT 1/3 Polgar Kapuk, Cengkareng Jakarta Barat. Bagi Toha, bubaran kerja adalah saat yang paling mengasyikkan.

Duda satu anak ini punya hobi unik, yakni suka menggoda karyawati. Bahkan di kalangan teman-temannya, dia dapat julukan monster pencolek pantat. Hampir tiap bubar kerja, dia selalu memburu pantat. Namun pada Selasa malam, petualangannya berakhir dipenjara. 

Malam itu, seperti biasa Toha membidik karyawati yang hendak diganggu. Sedang asyik memilih calon mangsanya, matanya tertuju pada Rini (19), karyawati yang memiliki pantat lumayan bahenol. Tanpa banyak cingcong, tangannya beraksi mendarat ke pantat warga RT 01/01 Polgar Kapuk, Cengkareng itu.

Merasa ada yang ‘mengganggu’, Rini berteriak. “Heh, kalau lu berani jangan dari belakang. Coba di depan orangnya,” tantang Rini. Mendengar ucapan itu, Toha malah naik pitam.

Sejurus kemudian ia mendatangi Rini. Tanpa diduga, tangannya langsung mencekik leher Rini dan mendorongnya ke kerumunan karyawan lain. Untung saja Rini mampu menahan keseimbangan dengan bergelayut di pundak temannya.

Melihat Toha emosi, Rini tak berani membalas. Ia hanya mampu mengancam akan mengadukan perbuatan Toha pada Uci, pacarnya. Mendengar ancaman itu Toha bukannya takut, malah balik menantang, “Siapa takut,” kata Toha.

Malam itu juga Rini langsung meluncur ke tempat kontrakan Uci di Jalan Jamblang, RT 01/1 No 32 A, Poglar Kapuk, Jakarta Barat. Kepada pacarnya, gadis itu mengadukan perbuatan Toha. “Dia (Toha) juga mencekik dan mendorong saya,” ucap Rini sambil menangis.

Tentu saja pengaduan kekasihnya itu membuat hati Uci panas. Malam itu juga bersama tiga  temannya, Uci mencari keberadaan Toha di warung milik Ulia (43), yang berada di depan pabrik.  Di warung yang biasa di pakai nongrong itu, Toha tidak nampak.

Ihwal Uci mencarinya sempat terdengar oleh Toha. Rabu malam ( 24/9), dengan maksud mau menjelaskan duduk perkaranya, sekaligus mau minta maaf, Toha sengaja datang ke warung Ulia. Kebetulan malam itu Uci kembali datang.

MERASA TERDESAK--Benar saja, malam itu Uci datang. Keduanya bertemu di dekat warung milik Ulia. Wanita setengah baya pemilik warung itu merasa tidak enak dan  memilih menutup warung. Tak lama berselang keduanya terlibat adu mulut. Tak kuat menahan emosi, Uci bermaksud melayangkan tinjunya. Namun dengan sigap, Toha mengeluarkan plastik yang berisi air keras, yang sebelumnya telah dipersiapkan dari rumah. Selanjutnya ia menyiramkan ke tubuh Uci.

Siraman itu sempat ditangkis Uci, hingga akhirnya muncrat mengenai muka dan lengannya. “Saat itu saya tidak merasakan apa-apa. Saya hanya melihat baju dan celana saya kok berlubang,” kenang Uci yang ditemui Exo Jumat malam (26/9). Merasa ada yang aneh Uci mengambil langkah seribu, dan pulang ke kontrakannya.

Ia membersihkan bagian tubuhnya yang kena cairan tadi dengan air. Namun yang didapat kulitnya justru melepuh. “Saya kaget, tiba-tiba tubuh saya melepuh dan membengkak. Rasanya panas dan perih,” lanjut Uci. Melihat ada yang tidak beres, Uci berteriak minta tolong.

Terikannya didengar beberapa warga, yang selanjutnya berdatangan ke kontrakannya. Mereka kaget. Atas anjuran salah seorang warga, Uci akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara.

Sementara warga lain yang tahu naas menimpa Uci, beramai-ramai mencari Toha. Kebetulan pelaku  masih berada di depan warung. Malam itu, Toha jadi bulan-bulanan massa. Untung saja seorang sesepuh kampung mampu mengendalikan amarah warga. Toha akhirnya diserahkan ke Polsek Cengkareng.

IPTU Supriyanto, SH, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng ketika ditemui Exo Sabtu (27/9) membenarkan kejadian tersebut. Kepada petugas yang memeriksanya, Toha mengakui segala perbuatannya. Untuk sementara, jenis air keras yang digunakan menyiram tubuh Uci sedang dalam pengujian.

Kepada Exo yang menemuinya dibalik jeruji besi Polsek Cengkareng, Toha mengaku menyesal. “Saya tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi. Saya kapok mas. Saat itu saya sedang panik, takut dihajar pacarnya Rini,” ungkap Toha sambil menangis.

Ditambahkan bahwa kala itu dirinya tidak bermaksud mencelakakan korban. “Saya bukan mau mencelakai orang. Karena merasa terdesak dan rasa takut yang berlebihan saya bawa air keras itu untuk menjaga diri. Saya orangnya penakut, ” lanjut Toha.

Dengan alasan untuk menjaga diri, laki-laki yang hanya tamatan SD ini mengaku menyiapkan air keras setengah liter di rumah. “Kalau ada yang menganggu, baru saya siram dengan air itu,” tuturnya. Air keras itu sendiri menurut Toha dibelinya dari sebuah toko bangunan sejak tahun 1997.

Kini toha hanya bisa pasrah. Meski demikian ia masih berharap agar hukumannya tidak terlalu berat. Alasannya, apa yang diperbuat hanya untuk membela diri.*

***

Rini (19)
DEMI KEKASIH

Oleh : Zul

Kulit di wajah Uci terlihat masih dipenuhi bercak hitam. Tangan kirinya terbalut perban. Saat  Exo bertandang Jumat (26/9), di rumah kontrakannya, ia masih terbaring lemas. Rini, kekasihnya terlihat setia menemani.

“Waktu itu sebenarnya ingin mengingatkan saja. Nggak tahunya harus menerima kenyataan seperti ini,” papar laki-laki asal Cikandek, Serang, Banten itu. Uci mengaku tidak menyesal. Semua yang dilakukan merupakan pengorbanan untuk kekasihnya.

Malam itu Uci hanya ingin menanyakan kenapa Toha mengganggu Rini. Namun Toha malah membuatnya kesal, sehingga emosinya mendidih. Ia hanya bermaksud memberi pelajaran, namun Toha malah mengayunkan tangannya kewajah Uci. Ia berusaha menghindari pukulan itu.

Toha yang turut emosi lantas mengambil kantong plastik, dan langsung menyiramkan ke tubuhnya. Untung saja ia sempat menangkis, hingga mengenai bagian muka dan lengannya.

Dalam kasus ini, baik Uci maupun Rini, minta agar Toha diberi hukuman seberat-beratnya. “Kalau bisa dia (Toha-red) dihukum seberat-beratnya. Biar Toha sadar bahwa perbuatanya sangat membahayakan orang lain,” lanjutnya.

Rini sendiri, saat dimintai komentar tentang naas yang menimpa kekasihnya, terlihat malu-malu berbicara. “Saya juga minta Toha dihukum seberat-beratnya,” tuturnya Rini. Meskipun demkian, ia mengaku tak mersa dendam dengan Toha.

Lantas bagaiamana mengenai luka yang diderita kekasihnya? “Saya tidak mempersoalkan wajah Kang Uci bagaimana. Yang jelas saya sangat mencintainya,” katanya seraya tertawa.

Bahkan Rini mengungkapkan bahwa keduanya sepakat ingin segera melangsungkan pernikahan setelah lebaran haji tahun depan. “Kami tak mau lama-lama seperti ini,” tambah Rini*

*** 

Ulia (43)
FIRASAT BURUK

Oleh : Zul

Saat kejadian, Ulia (43), pemilik warung sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengakui bahwa Selasa malam atau sehari sebelum kejadian, Uci dan tiga temannya memang mendatangi warungnya untuk mencari Toha. Namun, malam itu kebetulan Toha ada.

“Keempat pemuda itu tanya Toha masuk siang atau malam. Kalau itu kebetulan seharian Toha nggak mampir ke warung, jadi saya bilang nggak tahu. Saya hanya katakan kalau masuk siang  pasti sudah pulang. Tapi kalau masuk malam sekarang sudah masuk kerja,” kata  Ulia.

Setelah diberi penjelasan, mereka pergi. Namun besok malamnya, Uci kembali mencari Toha di warungnya. Kebetulan Toha sedang makan.. Takut terjadi apa-apa, sebelum masuk ke dalam, Ulia langsung keluar warung dan memberitahu Uci dan ketiga temannya bahwa Toha tidak ada.

“Saya punya firasat tidak enak, maka saya bilang sama Tohga agar menghindar. Tapi Toha bukan menghindar, malah menghampiri Uci,” terang Ulia.

Selanjutnya dari kejauhan dia melihat mereka saling tuding. Adu mulut terjadi. Takut terjadi apa-apa Ulia memilih menutup warungnya. “Saya takut, apalagi warga sudah berkerumun di depan warung,” tambah Ulia.

Dari dalam warung, selanjutnya Ulia mendengar ada orang yang dipukul, lantas tak lama kemudian ada suara orang menjerit minta tolong. Ulia sendiri tidak tahu persis, yang jelas suara teriakan tersebut bukan milik Toha, karena ia hafal betul dengan suara Toha.

Tak lama kemudian ia mendengar kembali suara orang dipukuli. Kali ini ia memberanikan diri membuka pintu warungnya. Ia terkejut, kali ini bukan Uci dan Toha yang saling pikul, namun ia melihat Toha tengah dikeroyok warga. “Sambil memukuli, saya lihat orang kampung menyeret Toha ke arah jalan,” kata Ulia.

Warga yang tidak puas terus mengamuk dan memukuli Toha. Aksi mereka baru berhenti ketika petugas dari Polsek Cengkareng datang.*

=> Rilexo
=> Cerbung
=> Noji
=> Cinexo
=> Etalase
=> Gaul
=> Kelambu
=> Exolusi
=> Amor
=> Mbak Dona
=> Horoskop
=> Poster
=>
Bintang Exo
Free Web Site Counter

hubungi redaksi - webmaster - pasang iklan
Copyright 2004 exotica23.tk (pt angkasa media utama) All Rights Reserved

Hosted by www.Geocities.ws

1