|
|
||
|
|
|
|
|
Sumatera Barat |
||
|
MENGHADAPAPI FREKUENSI CROWDED
|
|
|
|
|
|
|
Sebagaimana kita ketahui bahwa banyak sekalistasiun-stasiun yang tidak mempunyai izin berkeliaran di udara. Jumlah mereka tidak sedikit malah kadang-kadang kalau kita perhatikan mereka justru lebih mendominasi, mereka berkomunikasi dengan cara-cara tradisi yang sudah ada sebelumnya dan dengan cara apa saja yang menurut mereka baik, tanpa ada aturan yang mengikat.
Tidak jarang mereka-mereka itu masuk dan bergabung, malah kadang-kadang mengganggu pada frekuensi KRAP. Namun bagi seorang anggota RAPI yang tentunya para operator-operator komunikasi radio terbaik, ia akan dapat menghadapi stasiun-stasiun liar ini dengan bijaksana. Menghadapi mereka yang belum mempunyai Call Sign atau tidak punya sama sekali, apalagi mereka yang tidak berniat untuk mendapatkannya dan hanya ingin mengganggu, merupakan suatu kendala yang sulit bagi seorang anggorta RAPI yang justru beritikad sungguh-sungguh. Untuk dapat menghadapi hal ini dengan bijaksana dibutuhkan kesabaran dan pengetahuan tentang komunikasi radio. Banyak cara yang ditempuh oleh sebagian orang dan tidak jarang mereka menghadapinya dengan cara-cara yang agak keras untuk mempertahankan eksistensi dan melindungi diri.
Memang sulit menghadapi situasi seperti ini, apalagi bila kita sedang melakukan " komunikasi darurat ", umpamanya komunikasi pada kegiatan-kegiatan operasi SAR yang menuntut kita untuk tetap melaksanakan komunikasi pada frekuensi tersebut, dan harus menyampaikan berita secepatnya. Dalam situasi seperti ini dapat saja kita menasehati secara baik-baik, apabila kita yakin itu akan berhasil. Namun jika kita tidak yakin akan berhasil, atau telah dicoba dan tidak berhasil, maka sebaiknya kita pindah pada frekuensi alternatif yang biasanya telah dipersiapkan sebelum kegiatan itu dilaksanakan.
Pada situasi biasa, kita tetap dapat melakukan langkah seperti diatas. Namun karena situasinya tidak darurat / mendesak maka menghentikan komunikasi beberapa saat merupakan cara yang terbaik. Walaupun kita dapat terus berkomunikasi jika stasiun yang mengganggu tidak terlalu kuat dan tidak menghalangi komunikasi kita. Perlu diingat bahwa mereka yang mengangu biasanya akan menjadi bersemangat jika gangguan yang dilakukannya itu berhasil. Namun mereka akan bosan sendiri jika gangguan yang dilakukannya tidak mempengaruhi frekuensi tersebut. Oleh karena itu jika memang gangguan itu kecil kita dapat saja melanjutkan komunikasi dengan tidak memberikan komentar tentang gangguan yang terjadi, seakan-akan tidak ada terjadi apa-apa.
Pada saat terjadi gangguan jangan sekali-kali memberikan kesimpulan tentang, siapa ? dimana ? pihak yang mengganggu. Hal ini akan berdampak buruk, baik terhadap pihak yang mengganggu maupun terhadap rekan-rekan yang sedang bekerja pada frekuensi tersebut. Pihak yang mengganggu akan menganggap kita sok tahu / bodoh jika kesimpulan itu salah, dan rekan-rekan yang berlokasi di sekitar lokasi yang diduga akan merasa dicurigai.
Jika gangguan itu dilaksanakan secara terus-menerus setiap hari maka hal ini seharusnya dilaporkan kepada Pengurus agar Pengurus dapat menyelesaikan gangguan-gangguan itu bersama pihak (instansi) yang berwewenang. Apabila cara ini yang kita tempuh pada akhirnya eksitensi dan citra operator maupun organisasi akan tetap baik.
Tidak efektif dan tidak ada manfaatnya menangani gangguan itu sendiri.
Bertengkar diudara hanya akan membuat citra kita menjadi tidak baik di hadapan rekan-rekan.
oooOooo ________________________________________________________________________ By : JZ 03 AN
|
|