Page 7 - Ekoteologi-Banjar
P. 7
Pesan: Eksploitasi karst di Kendeng yang mengancam ketersediaan air tanah adalah bentuk
nyata dari perilaku "melampaui batas" (tagha) yang merusak neraca keseimbangan alam.
3. Larangan Berbuat Kerusakan Teguran keras Allah dalam QS. Al-A'raf: 56:
َ
ْ اه ِ ح َ لَ صإ ِ ْ َد عَب ْ ِ ض رلْا يِف ا وُدِسفُت َْ لّو َ
َ
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya."
III. Tuntunan Hadis: Hijau Alam, Hijau Pahala
Keberpihakan Islam terhadap kelestarian lingkungan sangat jelas dalam pesan Rasulullah
SAW. Beliau menekankan bahwa tindakan menjaga alam adalah investasi akhirat.
• Anjuran Menanam (Sedekah Jariyah): "Jika terjadi hari kiamat, sedang di tangan
salah seorang di antara kalian ada bibit pohon, maka jika ia mampu menanamnya
sebelum kiamat terjadi, hendaklah ia menanamnya." (HR. Ahmad).
• Hak Bersama atas Sumber Daya: "Kaum muslimin berserikat (memiliki hak yang
sama) dalam tiga hal: air, rumput (pangan), dan api (energi)." (HR. Abu Dawud).
Pesan: Menutup akses air bagi para petani demi kepentingan korporasi semen adalah
pelanggaran terhadap prinsip syariat yang menjamin hak kolektif umat atas sumber daya
alam.
IV. Implementasi: Jihad Ekologi di Masa Kini
Sebagai penyuluh agama, tugas kita adalah menggerakkan Jihad Ekologi. Ini bukan jihad
dengan senjata, melainkan jihad melawan ketamakan dan kerusakan lingkungan:
1. Menjaga Sumber Air: Sebagaimana tradisi kearifan lokal di Kendeng menghormati
mata air, Islam mengajarkan adab terhadap air (tidak boros saat wudu dan tidak
mencemari aliran air).
2. Menolak Kezaliman Ekologis: Mendukung upaya masyarakat yang
mempertahankan kelestarian tanahnya dari kerusakan permanen akibat pertambangan
yang tidak bertanggung jawab.
3. Gaya Hidup Moderat (Wasathiyah): Mengambil dari alam secukupnya saja sesuai
kebutuhan, bukan sesuai keinginan yang tanpa batas.
V. Penutup
Kesalehan seseorang tidak hanya diukur dari sujudnya di atas sajadah, tetapi juga dari jejak
kakinya di atas bumi. Jangan sampai kita menjadi generasi yang memutus mata rantai
kehidupan bagi anak cucu kita. Mari kita jaga Mizan yang telah Allah tetapkan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

