Page 2 - Ekoteologi-Banjar
P. 2
JUDUL PENYULUHAN/CERAMAH : Sesudah kesulitan ada kemudahan
NAMA : Pahrurraji,S.Ag
Jamaah yang dirahmati Allah,
Dalam kehidupan ini, tidak ada seorang pun yang lepas dari ujian. Kadang kita diuji dengan
kesempitan rezeki, masalah keluarga, kesehatan, atau tekanan hidup yang berat. Namun,
Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan kabar gembira kepada kita semua
melalui firman Allah dalam Al-Qur’an:
ْ
ْ
٦ َّ ا ً رْسُي َّ ِ رْسُعلا َّ عم َ َّ نِا ٥ َّ ا ً رْسُي َّ ِ رْسُعلا َّ عم َ َّ نِاَف
َ
َ
Artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)
Ayat ini diulang dua kali oleh Allah, bukan tanpa alasan. Para ulama menjelaskan bahwa
pengulangan ini menunjukkan betapa besarnya harapan dan janji Allah kepada hamba-Nya.
Satu kesulitan tidak akan mengalahkan dua kemudahan, menurut ilmu nahwu” Al-Usr”
adalah isim ma’rifahdisebutkan 2 kali artinya sekali saja, sedangkan “Yusra” itu isim nakirah
artinya disebutka 2 kali memang 2 kali ,jadi ketika Allah memberi satu kesulitan Allah
siapkan 2 kemudahan
Hadirin sekalian,
Kata “ma’a” (bersama) dalam ayat ini menunjukkan bahwa kemudahan itu tidak datang
setelah kesulitan semata, tetapi menyertai kesulitan itu sendiri. Artinya, di saat kita sedang
mengalami ujian, sebenarnya Allah sudah menyiapkan jalan keluar, hanya saja kita perlu
bersabar dan terus berusaha.
Contoh nyata dalam kehidupan Rasulullah ﷺ. Ketika beliau berdakwah di Makkah, beliau
menghadapi berbagai kesulitan: dihina, disakiti, bahkan diusir. Namun, setelah itu datang
kemudahan berupa hijrah ke Madinah, kemenangan Islam, dan tersebarnya dakwah ke
seluruh penjuru dunia.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Kesulitan yang kita hadapi hari ini bisa jadi adalah jalan menuju kebaikan yang lebih besar.
Namun, sering kali manusia terlalu fokus pada masalah hingga lupa bahwa Allah telah
menjanjikan kemudahan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
ْ
َ
رْيَخ ُهلُك ُه َ رمأ َ نإ ْ ،نأمْؤملا ُ أ رْملِ أ اًبَجَع
أ أ
Artinya: “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, semua urusannya adalah baik
baginya…” (HR. Muslim)
Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur. Jika ia mendapat kesulitan, ia bersabar. Kedua-
duanya bernilai kebaikan di sisi Allah.
Hadirin yang berbahagia,

