TOLAK BIBIT / TANAMAN GMOs
 BERAS PUNEL STUDYCLUB (BPSc) www.geocities.com/didonk20

APA ITU Bt/TRANSGENIK   BAHAYA & ANCAMANNYA   PETISI PARA AHLI   FAKTA DI LAPANGAN 

  'BAHAYA' MONOPOLI PATENNYA   KELEMAHAN TEKNOLOGI GMOs  PERLAWANAN THD GMOs  

APA, DIMANA, DAN PENGARUHNYA BAGI KESEHATAN ATAS MAKANAN MODIFIKASI GENETIS 

  KEMBALI KE HOME

________________________________________________________________________________

 

ANCAMAN ATAS BURUKNYA TEKNOLOGI GMOs 

“Referensi tentang Kapas Bt"

 dari dokumen GEDEBATE disusun oleh Roberto Verzola email:[email protected]

 Laporan tentang buruknya performa kapas Bt di Carolina Utara (AS)

Meningkatnya serangan hama ‘stink bug’ dibandingkan dengan saat pengelolaan tanaman dengan semprotan insektisida konvensional. Dapat di lihat di http://www.btinternet.com/`nlpwessex/Documents/btcottonnoprofit.htm

 Kapas Bt meningkatkan epidemi terhadap ‘stink bug’. Laporan lapangan baru-baru ini memperlihatkan bahwa kebun kapas Bt di Carolina Utara dan Georgia terserang oleh Stinks bug yang melahap tanaman kapas Bt.  Bukannya racun Bt tidak membunuh stinks bug, malah hama ini jadi doyan tanaman kapas tersebut.  Rekomendasi dari Monsanto yang disampaikan melalui websitenya, adalah dengan menyemprot stinks bug dengan pestisida termasuk metyl parathion, salah satu bahan kimia mematikan yang digunakan oleh pertanian AS.   Melihat hal ini , terlalu berlebihan mengatakan bahwa dengan kapas bt, petani AS dapat mengurangi penggunaan pestisida. Dalam analisa yang dicatat oleh Biodemocracy News, bahwa  kapas Bt dirancang  untuk membunuh hama seperti- cotton bollworms, pink bollworms dan budworms- yang dikatakan tidak berbahaya sampai penggunaan yang berlebihan dari pestisida (yang dijual oleh perusahaan yang sama)  dan membunuh predator dan parasit alami, dan mereka menjadi hama utama (lihat: Organic View, v.2.n.2, 29 Feb 2000) 

 Dibenarkan juga oleh ilmuwan Georgia dan negara tetangga bahwa masalah stinks bug merebak tidak hanya di Carolina Utara, dan petani disarankan untuk mengembangkan pestisida kimia baru untuk memecahkan masalah mereka. Salah satu artikel dalam situs Monsanto Farmsource  menyarankan:”insektisida organophosphorus seperti icrotophos (Bidrin), methyl parathion, Penncap-M dan acphate (Orthene 90S) memberikan pengendalian yang baik…” Secara umum, penggunaan insektisida disarankan saat ditemukan ada satu serangga hama per enam feet per baris.  Karena biasanya serangga sangat sulit dideteksi, kebanyakan negara bagian kini menyarankan adanya batas untuk perlakukan berdasarkan persentasi- 10 atau 20%- dari kerusakan kapas oleh stinks bugsPyrethroids juga memberikan perlindungan yang cukup baik, tapi tidak cukup baik jika stinks bugs menyerang anda…” http://www.farmsource.com?News_Trends/newsarticles.asp?ID=16099

 Pink bollworms mengembangkan resistensi terhadap Bt, pink bollworms adalah hama kapas utama di ladang kapas Arizona (lihat California Farmer Magazine, pertengahan Januari 1999).

 Tanaman kapas toleran terhadap herbisida, muncul sebagai gulma bagi ladang tanaman lainnya karena menyediakan tempat pengungsian bagi cotton boll weevil, hal ini ingatkan oleh entimologis di Carolina Selatan. Hal ini dapat berarti kembalinya hama utama manjadi masalah bagi masyarakat kapas AS, padahal sebelumnya hama tersebut sudah hilang.  Kini para petani khawatir bahwa hama ini datang lagi, jika petani mengabaikan “gulma” dari kapas rakayasa genetik tumbuh diantara tanaman lainnya.  Peneliti Carolina Selatan pertama melihat hal ini sejak tahun lalu, terjadi di sekitar selusin ladang kedelai transgenik yang sebelumnya ditanami dengan kapas rekayasa genetik.  Baik kapas ataupun kedelai resisten terhadap Roundup, pembasmi gulma milik Monsanto. Sehingga saat petani menggunakan Roundup untuk membasmi gulma diladang yang kini ditanami kedelai rekayasa genetik, tidak memusnahkan sisa-sisa dari tanaman kapas rekayasa genetika yang ditanam terdahulu. (lihat: New Scientist, 15 April 2000, hal. 17, “Pockets of resistance”, Andy Coghlan). 

 Kehadiran racun bt dalam dedaunan tanaman setelah selesai dipanen dapat melekat ke tanah hingga tiga bulan, secara negatif mempengaruhi populasi invertebrata di tanah yang memecahkan bahan-bahan organik dan memegang peranan ekologis lainnya. (lihat: Donnegan, K.K., C.J. Palm, V.J. Fieland, L.A. Porteous, L.M. Ganis, D.L. Scheller dan R.J. Seidler. 1995.  Perubahan dari tingkatan, spesies dan jejak DNA pada mikroorganisme tanah berkaitan dengan pemaparan kapas dengan Bacillus thuringiensis var. Kustaki (-endotoxin. Canadian Journal of Microbiology (in press)).

 INDIA.  Pada 23 Februari 1999, pengadilan tinggi India memberi perintah untuk menghentikan semua uji coba lapangan dari kapas Bt Monsanto.  Pengadilan mengatakan bahwa tidak ada uji lapangan dalam skala luas yang bisa diberikan sampai adanya peraturan dan panduan yang baik untuk menjamin perlindungan terhadap lingkungan, keanekaragaman hayati dan kesehatan manusia. Pengadilan memberikan tanggapan terhadap petisi dari Dr. Vandana Shiva dari Research Foundation for Science, Technology and Ecology, yang juga meminta untuk diadakan moratorium pada uji coba samapai 3-5 tahun. (lihat: Environmental News service, 23 February 1999).

Dr. Will McCarty, spesialis kapas dari Universitas Mississippi mengatakan:”Sebelum menanam varietas transgebik, Anda harus yakin bahwa anda membutuhkan sifat yang memberi nilai tambah. Juga dievaluasi ladang dengan varietas tersebut dengan sifat transgenik yang anda inginkan, pelajari rasio risiko dan keuntungannya. Dengan kata lain, jika dirasakan perlu untuk menanam Bt dan varietas tersebut tidak atau belum memberikan panen yang baik untuk anda atau di wilayah anda, pertimbangkan risiko untuk tidak menggunakannya dan dari pengendalian hama tambahan dengan hasil panen potensial yang hilang karena menanam jenis tersebut.  Hal yang sama dapat dapat diterapkan bagi varietas trangenik yang toleran terhadap herbisida.  Sebelum membayar tambahan bagi kenyamanan penggunaan herbisida diatas tanaman, pastikan bahwa varietas ini cocok di ladang anda dan dapat menghasilkan panen dengan baik…Juga, varietas transgenik bisa saja tidak sebaik inangnya. Karena anda memiliki pengalaman baik dengan beberapa varietas tidak berarti anda akan mendapat hasil yang sama dengan versi transgeniknya.” (Agronomy Notes, 5 Oktober 1999)

Studi yang dilakukan oleh USDA Economic Research Service memperlihatkan bahwa hasil panen pada 1998 secara signifikan tidak ada perbedaan antara tanaman hasil rekayasa genetika dengan non rekayasa dari 12 hingga 18 wilayah.  Dalam 6 kombinasi tanaman/wilayah didapat bahwa tanaman Bt atau yang toleran terhadap herbisida lebih baik, mereka memperlihatkan peningkatan panenan antara 5-30%. Kapas transgenik yang toleran terhadap gliphosphate menunjukkan tidak ada peningkatan hasil panen yang signifikan di wilayh-wilayah yang disurvey. Hal ini diperkuat dalam studi lain yang dilakukan di lebih 8.000 wilayah uji coba, dimanan ditemukan bahwa benih kedelai Roundup Ready menghasilkan panen yang lebih rendah dibandingkan varietas yang disilangkan secara konvensional (U.S. Dept of Agriculture, 1999. Genetically Engineered Crops for Pest management. USDA Economic Research Service, Washington, DC.)

Yunani akan menghancurkan 9.000 acre kapas yang terkontaminasi dengan jenis rekayasa genetik dan akan memberikan kompensasi bagi petaninya, demikian dinyatakan oleh menteri pertanian George Anomeritis. “Keputusan kami adalah menghancurkannya,”jelasnya saat konferensi pers.”Walaupun sekecil apapun, masalahnya nyata.” Uni Eropa melarang semua jenis kapas hasil rekayasa genetik.  Setelah kelompok lingkungan memperlihatkan kepada menteri contoh dari benih yang terkontaminasi, pihak yang berwenang mulai melakukan uji coba secara intensif. “Lebih dari 14.000 ton ditanam, 6,4 ton yang terkontaminasi”ujar Anomeritis.  Kelompok lingkungan mengatakan bahwa tindakan Yunani terlambat dan bahwa tanaman lainnya sudah terkontaminasi. “Kita bahkan tidak mengetahui masalah sesungguhnya. Terjadi penyerbukan silang dan lebah yang memindahkan serbuk sari dari satu ladang ke ladang lainnya,”kata direktur kampanye Greepeace Yunani, Nikos Charalambides.  Dia mengatakan rantai makanan terancam karena produk kapas juga digunakan untuk makanan hewan. (Lihat: “Greece to uproot 9.000 acres of gene cotton”, 8 Agustus 2000, oleh Dina Kyriakidou, REUTERS NEWS SERVICE)

Pengatur masalah Rekayasa Genetika Australia memberi reaksi kecewa dan peringatan keras dengan dicampurnya benih kapas transgenik dengan benih konvensional sebanyak 69 metric ton yang dilakukan Monsanto. Sebelum keputusan bersama NZ dan Australia untuk menerapkan peraturan  label yang ketat terhadap makanan hasil rekayasa genetika. Interim Office dari Gene Technology Regulator yang dipimpin Liz Cain, mengatakan bahwa ”keprihatinan” terhadap pencampuran benih kapas Queensland.  Perdana menteri Australia, John Howard telah mengatakan untuk melakukan pelabelan produk rekayasa genetika; pada 28 Juli. Badan Standarisasi Makanan Australia-NZ malah menyiapkan 0,1 ambang batas, merupakan salah satu yang paling ketat didunia. Kini IOGTR, ditahan sampai badan pengaturnya hadir pada tahun depan, dan melakukan audit pada proses pengendalian internal Monsanto untuk menjamin bahwa “ pelanggaran akan diminimalisasi di masa mendatang ”. Monsanto mengatakan bahwa pada 21 Juni, pengatur interim telah mengumumkan hasil audit  tentang tercampurnya benih terjadi selama proses pengumpulan. IOGTR melaporkan bahwa tidak ada risiko bahwa benih yang terkontaminasi dapat diganti, menempatkan penyebaran bahaya potensial dari tidak diketahui dari tanaman hasil rekayasa genetika.  The Australian Genetic Manipulation Advisory Commite berpendapat bahwa tidak ada risiko yang ditimbulkan baik untuk kesehatan manusia ataupun risiko atas  lingkungan akibat tercampurnya benih tersebut (Lihat: Biotech Cottonseed Mistake in Australia Feeds Fears”’ Progressive Farmer, 7 Agustus 2000).

Petani AS berencana untuk mengurangi luas wilayah yang akan ditanam dengan kapas  dan jagung hasil rekayasa genetik. Di negara bagian utama dari untuk jagung transgenik 33% menjadi 25%, sedangkan kapas transgenik dari 55%menjadi 48%. (Lihat: Agricultural Outlook, Mei 2000, ERS-AO-271, 8 Mei 2000,” Reduction in biotech maize and cotton palnting”) http://usda.mannlib.cornell.edu/reports/erssor/economics/

Sekitar 200 petani kapas di Georgia, Florida dan Carolina Utara menuntut Monsanto karena rusaknya tanaman kapas bt dan Roundup Ready Monsanto.  Dalam tuntutan lainnya, 25 petani kapas di Texas, Oklahoma, Mississippi dan Louisianna juga menuntut Monsanto. (lihat:Augusta Chronicle, Georgia, 25 jan 1999). (end)  

 

Hosted by www.Geocities.ws

1