|
TOLAK BIBIT / TANAMAN GMOs APA ITU Bt/TRANSGENIK BAHAYA & ANCAMANNYA PETISI PARA AHLI FAKTA DI LAPANGAN 'BAHAYA' MONOPOLI PATENNYA KELEMAHAN TEKNOLOGI GMOs PERLAWANAN THD GMOs APA, DIMANA, DAN PENGARUHNYA BAGI KESEHATAN ATAS MAKANAN MODIFIKASI GENETIS ________________________________________________________________________________
|
|
ANCAMAN & BAHAYA BIBIT TRANSGENIK DI INDONESIA (FAKTA DI LAPANGAN - KASUS JAGUNG Bt)
JAKARTA - Meski ditolak kehadirannya di
Eropa dan
Australia, bibit tanaman transgenik diduga sudah ada yang masuk ke Indonesia.
Agen-agen perusahaan multinasional yang menjual bibit tanaman transgenik itu
mulai kampanye memasarkan dagangannya. "Pemerintah harus berhati-hati
meloloskan bibit tanaman transgenik. Sebab, akibatnya bisa sangat fatal, merusak
ekosistem," ungkap Untung Suwahyono, peneliti bidang teknologi bio-industry
BPPT saat jumpa pers seminar nasional Industri Enzim dan Bioteknologi II di
Jakarta Selasa (8/2). Seminar yang membahas berbagai penelitian enzim dan
pemanfaatannya dalam industri oleh para pakar dalam dan luar negeri itu akan
berlangsung 15-16 Februari. Menurut Untung, bila dilihat sepintas, tanaman transgenik atau 'modified living organism (MLO)' sangat menguntungkan. Ia memberi contoh jagung Bt - tanaman jagung yang kromosomnya sudah diganti dengan kromosom bakteri tanah 'Bacillus thuringiensis (Bt)' - yang kini diproduksi AS. Serangga atau ulat yang memakan batang jagung ini, jelas Untung, akan mati. Ini terjadi karena sel-sel jagung transgenik itu mengeluarkan racun. Disamping itu, jagung inipun bisa tumbuh baik di lahan kritis. Dengan keunggulan seperti itu, jagung Bt amat menguntungkan. Petani tak membutuhkan lagi pestisida kimiawi, karena pestisidanya sudah 'inherent' dalam sel-sel tanaman itu. Tapi bila dipikir lebih jauh, kata Untung, justru sifat-sifat jagung Bt seperti itulah yang akan merusak jagung asli dan ekosistem secara luas. "Apa bisa dijamin karbohidrat dan protein yang ada pada jagung itu akan terbebas dari racun Bt," katanya. Menurut Untung, kemungkinan terjadi evolusi perubahan struktur kimia dalam protein atau zat-zat lain yang terkandung dalam jagung Bt sangat memungkinkan. Bila hal itu terjadi, jagung Bt merupakan monster yang akan mengancam manusia. Untung memberi contoh kasus keracunan protein transgenik di AS. "Beberapa orang alergi dan diantaranya ada yang meninggal setelah mengkonsumsi protein dari tanaman transgenik," jelasnya. Karena itu, "pemerintah Indonesia sebaiknya jangan meloloskan dulu bibit tanaman transgenik Bt. Sebaiknya diteliti dulu dari pelbagai aspek secara mendalam," ungkap Untung. Menurut pakar biologi ini, mengendalikan penyebaran jagung Bt sangat sulit. Tepung sari jagung Bt yang terbawa angin akan terbang jauh sehingga perkawinan alami dengan jagung asli sulit dihindarkan. "Jagung-jagung asli yang berada di tempat jauhpun sulit menghindari perkawinan alam dengan jagung alam. Akibatnya dalam jangka panjang, spesies jagung 'indigenous' bisa hilang," paparnya. Masalah itu, kata alumnus Fakultas Biologi UGM itu, bertambah jika tepung sari jagung Bt itu jatuh pada gulma yang sejenis jagung. Gulma itu bisa berkembang cepat karena bisa mudah tumbuh di lahan kritis dan sukar dimusnahkan dengan herbisida. Eropa dan Australia kini melarang penanaman bibit transgenik. Bahkan di Amerika, tanaman transgenik menimbulkan kontroversi. Saat ini, modofikasi gen Bt dalam tanaman baru dilakukan untuk beberapa jenis species seperti jagung, kedelai, kapas, dan kentang. Menurut Meneg LH Dr. Sonny Keraaf, para pecinta lingkungan di Eropa kini sedang memprotes keras masuknya tanaman transgenik. "AS dan Eropa sampai terlibat perang dagang karena kasus jagung transgenik ini," kata Sonny belum lama ini. Di Indonesia, kata Untung, jamur Bt sudah dicoba dimanfaatkan untuk bioinsektisida. "Kami telah mencoba bio-insektisida dengan bahan Bt. Hasilnya sudah memuaskan," ungkap Untung. Bio-insektisida ini disemprotkan ke tanaman dan tidak merusak lingkungan. Selain itu, kata Untung, BPPT sudah mengembangkan bio-fungisida dengan memakai jamur tanah Trichoderma harzeanum. "Jamu ini bersifat 'predator' terhadap jamur hama tanaman dan mengeluarkan enzim pertumbuhan," ungkap Untung. Dalam kebun kacang percobaan yang diberi bio-fungisida di desa Rambipuji Jember, hasilnya 30 persen lebih baik dibanding kebun kacang biasa. "Saya sudah mempatenkan bio-fungisida ini," ungkapnyaBAHAYA HAYATI BIBIT MODIFIKASI GENETIS (KASUS KAPAS Bt) KLIK DISINI
DI AMERIKA, JAGUNG Bt ILEGAL DITARIK DARI PEREDARAN Illegal
GE Corn Found in Taco Shells (Jagung
Rekayasa Genetik (GE) ilegal ditemukan di 'Taco Shells')
didistibusikan kembali oleh Didonk dari email Riza V. Tj.; Source: Genetic Enginering Food Alert press release, September 18, 2000 |