Usai melampaui target realisasi KUR, pemerintah siap menambah dana lagi. Namun, rencana tersebut masih menunggu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, anggaran kredit usaha rakyat (KUR) hingga kuartal tiga telah tembus 103% dari target yang telah ditetapkan pemerintah.
Deputi Bidang Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto mengatakan, pihaknya saat ini menunggu keputusan dari Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko) untuk menambah dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai dengan akhir 2011.
Parikesit menjelaskan, untuk realisasi KUR tahun ini per 9 September mencapai Rp20.596,6 miliar dengan sebanyak 1.400.605 debitur atau 103,0% dari target Rp20 triliun, dengan rincian BNI Rp2.270 miliar (90,81%) dengan jumlah 34.862 debitur.
Untuk realisasi tiap bulanannya Parikesit menambahkan, pada Januari Rp1.868,3 miliar (151.758 debitur), Februari Rp1.896,3 miliar (148,010 debitur), Maret Rp2.704,5 miliar (164.650 debitur), April Rp2.389,0 miliar (156,479 debitur), Mei Rp2.444,7 miliar (164.638 debitur), Juni Rp3.272,1 miliar (203.871 debitur), Juli Rp2.714,0 miliar (194.188 debitur) Agustus Rp2.950,4 miliar (200.521 debitur), September Rp177,9 miliar (13.546 debitur).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian atta Rajasa, mengatakan, pemerintah akan terus menambah target Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp30 triliun pada tahun ini.
“Per hari ini sudah Rp19,5 triliun, dana tersebut akan terus ditambah (dana KUR), ya target kita sampai Rp30 triliun. Nanti akan saya rapatin lagi,” ujar Hatta.
Hatta menambahkan, penambahan dana KUR tersebut akan dilakukan berdasarkan kondisi perbankan yang ada. “Pokoknya kalau perbankan kita kuat dan mampu, terus saja (penambahan KUR). Karena debt-nya itu rendah sekitar 3%,” tambahnya.
Hatta berharap, penambahan modal yang diajukan pemerintah sebesar Rp2 triliun untuk Jamkrindo dan Askrindo segera disetujui oleh dewan. Pasalnya, dana tersebut sudah tersedia atau disiapkan di APBN, dimana hingga saat ini masih menunggu penyelesaian dari dewan.
“Saya harapkan segera disetujui dewan, agar penjaminan ini segera berjalan. Saya harapkan dewan cepat merilis itu (KUR untuk Jaskrindo dan Askrindo), kalaupun memang manajemen harus diperbaiki ya kita perbaiki,” ungkapnya.
Hatta menegaskan, pihak manajemen kedua perusahaan BUMN tersebut harus fokus pada bisnisnya, kemudian melaksanakan kegiatan yang prudence dan memperbaiki governance untuk menghindari kesalahan-kesalahan. (*)