Hati-hati BPR rawan Pencucian Uang
16/06/2011
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengatakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) masih rawan dari tindak pidana pencucian uang (TPPU) lantaran karena jumlahnya yang sangat banyak dan tersebar tanpa didukung oleh sistem teknologi informasi.
Demikian disampaikan Direktur Pengawasan dan Kepatuhan PPATK Subintoro disela Seminar Nasional: "Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) melalui implementasi UU No.3 Tahun 2011 Tentang Transfer Dana" di Jakarta, Senin (6/6/2011).
"Kami PPATK memerlukan proses untuk lebih mengenalkan lagi ke BPR dan dilatih identifikasi mengenai transaksi mencurigakan. Perlu diketahui, tidak semua BPR kan kaya dengan kata lain diperlukan IT pendukungnya," katanya.
"BPR itu kan jumlahnya banyak hingga 1.700-an lebih dan letaknya tersebar di seluruh nusantara. Dari awal PPATK berdiri di 2007, sudah terdapat 70 ribu laporan transaksi mencurigakan yang sebagian besar 80 persen dari bank tetapi BPR jarang sekali," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi praktik tersebut,dia menjelaskan PPATK telah dan akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam mensosialisasikan pelaporan mengenai transaksi mencurigakan ini di BPR. "Kita lakukan terus sosialisasi ke depan untuk menjaga tindak pidana pencucian uang di BPR," pungkasnya.
:: Sumber : http://economy.okezone.com ::
BPR Se-Sumatra Selatan Online melalui Telkom
05/01/2011
Telkom menunjukkan komitmennya untuk bersinergi dengan berbagai institusi pemerintah hingga pelosok Nusantara. Salah satu realisasinya adalah kerjasama Telkom dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) se-Sumatra Selatan (Sumsel).
Kerjasama tersebut menurut Direktur Utama BPR Sumsel Nazirwan bertujuan mendukung operasional antar kantor cabang secara online. Implementasinya dilaksanakan mulai Bulan Desember 2010 hingga Tahun 2011 dengan memanfaatkan Layanan Sarana Transaksi Keuangan atau disingkat SATU dari PT Telkom. Pernyataan tersebut dikutip dalam sambutannya pada acara Grand Opening Kantor Cabang BPR Sumsel di Lahat, Kamis (9/12).
Grand Opening dibuka secara resmi oleh Alex Noerdin yang merupakan Gubernur Sumsel didampingi Bupati Lahat H. Syaifuddin Aswari beserta unsur Muspida Lahat. Selain itu hadir pula Kepala Bank Indonesia Sumsel, sejumlah undangan dari unsur pemerintah, swasta maupun mitra BPR Sumsel. Telkom diwakili oleh Deputy Executive General Manager Divisi Business Service (DBS) Achmad Soegiarto, Deputy General Manager DBS Regional I Sumatra Noufal beserta jajarannya.
:: Sumber : http://www.telkom.co.id ::