|
|
Internet
Masuk Kurikulum di SMK Jaya Wisata
Internet masuk sekolah
mungkin sudah biasa. Tetapi apabila Internet dimasukkan ke dalam
kurikulum pendidikan, barangkali baru SMK Jaya Wisata (Jawis) II
Jakarta yang pertama melakukannya. Bahkan, nilai ulangan siswa
dapat dilihat di Internet. Lab komputer pun berfungsi sebagai
warnet.
SMK Jaya Wisata (Jawis) II, di bawah yayasan Tridaya, yang juga
memiliki program studi Travel dan Hotel tersebut memberikan mata
pelajaran Internet selama dua jam per minggu bagi siswa kelas
tiganya. SMK Jawis II berlokasi di Kalimalang, Jakarta.
Demikian dituturkan Bona Simanjuntak, Kepala Lab Komputer SMK
Jawis II, kepada detikcom, Kamis (5/4).
"Tujuan kami memasukkan Internet dalam kurikulum pendidikan,
agar lulusan Jawis II memiliki nilai tambah. Beberapa institusi
yang membutuhkan lulusan kami kini mulai banyak yang menanyakan
kemampuan Internet yang dimiliki," ujar Bona.
Yang diajarkan kepada siswa kelas tiga tersebut berupa materi
pengenalan Internet, pembuatan website menggunakan MS-Frontpage
dan manajemen pengelolaan suatu website. "Untuk lebih
mendekatkan guru dan siswa ke dunia Internet, kini kami telah
membuat sistem agar nilai ulangan umum maupun ulangan harian
diupload ke Internet. Sehingga baik siswa maupun orang tua siswa
dapat memeriksa nilai tersebut secara online," ujar Bona.
Meskipun Internet telah masuk ke institusi pendidikan Jawis
sekitar tiga tahun yang lalu, Bona dan rekannya yang tergabung
dalam Tridaya Computer Club (TCC) baru berani memasukkan
Internet ke dalam kurikulum Jawis pada Januari 2001. "Beberapa
kendala, antara lain adalah bagaimana memberikan penjelasan
kepada guru lain mengenai pentingnya Internet. Kedua, adalah
bagaimana menyediakan perangkat komputernya," papar Bona.
Beruntunglah, setelah mendapatkan lampu hijau dari Direktur
Dikmenjur Gatot Hari Priowirjanto, maka tim TCC memberanikan
diri untuk menyusun materi pelajaran dan sekaligus mengusulkan
kepada pihak yayasan. Ternyata tidak perlu berlama-lama,
akhirnya pihak yayasan menyetujui usulan tim TCC tersebut dan,
bahkan memberikan sekitar 20-an perangkat komputer.
"Komputer-komputer tersebut diletakkan dalam satu ruangan
lab komputer. Apabila tidak sedang digunakan oleh kelas tiga
untuk mata pelajaran Internet, lab tersebut berfungsi sebagai
warnet. Semua siswa Jawis dapat menggunakannya," ujar Bona
seraya mengatakan bahwa biaya warnet ala Jawis tersebut adalah
Rp 3000 per jam. Akses Internetnya masih menggunakan dial-up. (dbu/i/dtc)
Oleh : Donny B.U.
»»»»»»
Berita
lain .
»
Dotcom San Francisco Hancur Lanjut
!
» Microsoft
Dukung Software Berbahasa Indonesia Lanjut
»
Microsoft
Kerjakan Software Penyusun E-mail Lanjut
!
»
Internet
Masuk Kurikulum di SMK Jaya Wisata Lanjut
!
»
Bagaimana Komputer Saya Dapat Terkena Virus ? Lanjut
!
****
|