MENU UTAMA ::...
BUDAYA KARO
TUTUR KARO
ALBUM KARO
PEMUDA KARO
KARO RANTAU
EKONOMI KARO
ALBUM KARO
POLITIK  KARO
TECH KARO
HALAMAN MUKA
[email protected]
Klik ! Kirim Kartu Ucapan... KartuCinta...KartuTerimakasih ..KartUltah  dlL ^_^
 

 

 

 

 

 

 

 

   
  ...::: Dapatkan email anda Gratis di Tanahkaro.com dan jangan lupa join di Forum Tanahkaro :::....  
 

• •.
 
.

     

 Komunitas Kalak Karo
  Budaya Karo
 

 

Rebu.

Salah satu yang unik dalam hubungan kekerabatan adat Karo adalah rebu Yang  berarti tidak boleh bercakapan  secara  langsung.  Jadi  jika  ingin berkomunikasi   harus melalui  perantaraan.  Orang - orang yang rebu pada masyarakat karo adalah :

- Mami ras Kela,

Mami adalah panggilan kepada ibu  pengantin perempuan oleh  pengantin laki-laki,   kela adalah panggilan  ibu  pengantin  perempuan  kepada   pengantin   laki - laki.

- Kila ras Permen,

Kila adalah panggilan kepada   ayah   pengantin laki-laki   oleh   pengantin    perempuan,

Permen adalah panggilan kepada pengantin perempuan  oleh   ayah   pengantin  laki-laki.

Orang yang memiliki hubungan erturangku yaitu ibu dari   pengantin perempuan   dengan ayah dari pengantin laki- laki.

Dari hubungan rebu tersebut dapat  kita lihat   betapa   masyarakat   Karo  benar-benar menghargai setiap hubungan kekerabatan dan berusaha untuk menghormati   kerabatnya tersebut. Orang yang memiliki hubungan rebu akanselalu menjaga sikap  terhadap teman rebunya. Seseorang akan mendapat aib  besar jika melakukan sesuatu yang tidak benar di  depan teman  rebunya.

Susah untuk menggambarkan bagaimana seseorang  akan merasa sangat  malusekali  jika melakukan tindakan yang tidak terpuji di hadapan teman  rebunya karena orang -  orang pada jaman sekarang ini hampir - hampir  tidak   punya rasa malu.

Masyarakat   Karo   sekarang banyak  yang  tidak  memakai    hubungan    rebu tersebut karena     terasa    susah   untuk  berkomunikasi.   Kita juga  tidak   boleh   menyalahkan orang yang  tidak   mematuhi   aturan  tersebut    karena   pada  jaman  sekarang  orang memang cenderung  untuk   melakukan  hal - hal  yang   simpel  atau   praktis   sehingga   budaya   yang  dianggap   tidak   cocok  lagi   diabaikan.   Untuk  mengatasi  hal ini kita kembali kepada pribadi kita masing  -  masing.   

Jika kita merasa bahwa budaya  tersebut masih berharga dan berguna maka  kita   akan mematuhinya, tapi jika kita merasa bahwa budaya tersebut sudah tidak cocok  lagi maka kita tidak akan memakainya.

Di pihak manapun kita berada kita tidak dapat saling menyalahkan,karena masing-masing mempunyai hak untuk menentukan sikapnya. Namun satu hal  yang  perlu  kita  renungkan bahwa aturan tersebut dibuat nenek  moyang  kita  dahulu   bukan tanpa  tujuan. Adalah sangat risih jika seorang laki-laki  bergaul akrab dengan  mertua perempuannya ataupun seorang Kila ras Permenna.

Anda   dapat    saja   berkata   bahwa   anda tidak mempunyai niat negatif, tetapi nenek moyang kitadahulu berpikir   lebih   jauh  lagi,   kebetulan kita memang tidak mempunyai niat   negatif,  tapi  untuk   mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka lebih baik dari sekarang dibuat suatu aturan/adat yang dapat mengontrol hubungan kekerabatan dalam masyarakat Karo.


Orang yang rebu bukan berarti tidak boleh berkomunikasi   sama  sekali.  Mereka dapat berkomunikasi tapi melalui perantara. Misalnya si Mami ingin berkomunikasi, Mami dapat menyuruh  anaknya,  kempunya, suaminya  atau  siapa  saja asal hubungannya tidak rebu sebagai perantara,   bahkan    jika   kepepet   sekalipun    jika  tidak  ada   orang  yang  dapat dijadikan perantara kita  dapat memakai benda mati atau binatang atau tumbuhan sebagai perantara.

Karena  sering  terjadi misalnya si Mami  mau ke  rumah keluarga anak    perempuannya, tetapi ketika  tiba     di rumah  yang  ada  cuma  Kelanya  dan  mereka   sudah    sempat  saling melihat. Adalah tidak etis jika  si Mami pergi  begitu saja  meninggalkan  Kelanya tanpa sepatah katapun hanyagara-gara mereka terikat hubungan rebu. Untuk itu si Mami
dapat menggunakan benda mati sebagai perantara untuk berkomunikasi.

Contoh komunikasi antara orang yang rebu:

Komunikasi antara Mami dengan Kela

Misalnya ketika sedang bekerja di sawah ada ibu dan anak perempuannyabernama Mita dengan Kurak   (istri Mita).   Kurak dan   Mita   mempunyai     dua   anak yaitu  Jadiate   (sulung laki-laki) dan Sukat (  perempuan ).  Ketika  hari  siang dan hendak makan Mami berkata:" Enggo ciger ah Mita, iah manken ningen man Kela ena."

Mita           :" O.. Bapa Jadiate ngadiken lebe, man kita lebe nina nande ah."
Kurak         :" Oe..., kentisik nari ningen man Mami ena."

Ketika sedang makan siang i sapo,

Kurak         :" O.. Nande Jadiate, tambahi nakanndu ningen man Mami ena."
Mita           :" Tambahi nakanndu e Nande."
Mami          :" Oe.. ningen man Kela ena, labo aku mbiar."

Komunikasi antara Kila dengan Permen

Suatu hari Bapa Kurak datang ke rumah Kurak untuk mengantarkan nurung
yang didapatnya dari hasil memancing di sungai.

Bapa Kurak  :"O.. Kurak ija ko ndai!"
                    ( Hening sejenak, Mita yang sedang sendirian di rumah berusaha untuk
                     mengenali suara siapa gerangan.)

Bapa Kurak   :"O..Kurak rumah kang engko!"

Setelah Mita yakin bahwa itu suara Kilanya maka iya menyahut:
"O.. begu si mada jabu, la ia rumah ningen man Kila ena"

Bapa Kurak tahu bahwa Mita sendirian di rumah, oleh karena itu ia  berkata:

"O.. begu si mada jabu, enda ndai nurung ulihku engkawil, gule kena ningen man Permen ena."  !

Mita              :"Amparken arah lebe ningen man Kila ena."
Bapa Kurak   : "O.. begu si mada jabu, enda aku lawes ningen man Permen ena."
Mita             : "Bujur melala ningen man Kila ena."

Perhatikan bahwa komunikasi  antara  Kila  dan  Permen  pada  contoh  di  atas   melalui perantara    Begu  si   mada   jabu  yaitu  roh   yang   menjaga   rumah    keluarga Kurak.

Jika kejadiannya terjadi di ladang  maka perantara Begu   simada  jabu  dapat   diganti dengan Batang kayu si meganjang, Lau si  mbelinatau apa saja yang  dianggap    keramat atau memiliki roh.  Komunikasi antara orang yang erturangku.

Suatu hari keluarga Bapa Mita  mengadakan  syukuran  karena  baru  rani page.  Karena yang mengadakan syukuran adalah keluarga dari Mita maka sudah tentu Kurak dan Mita sebagai Anak  Beru  dan dalam  hal ini  keluarga  Bapa Kurak  juga  sebagai  Anak  Beru.

Sebelum   acara  tersebut   dimulai   mereka    harus    datang   terlebih   dahulu  untuk mempersiapkan    segala   sesuatunya    seperti   memasak,   dan    menyediakan   tempat duduk. Sementara   keluarga   yang    duduk   dirumah adalah adalah   Bapa   Mita   dan Nande Mita, anak-anak Bapa   Mita yang laki-laki (termasuk istri dan anak-anaknya jika sudah berkeluarga), sembuyak  Bapa Mita yaitu  saudara laki-laki (  termasuk istri   dan anak-anaknya yang laki-laki)   dan kalimbubuBapa Mita yaitu orang  tua  dari  Nande Mita.

Sebagai penyelenggara syukuran Bapa  Mita harus memperhatikan keadaan   Anak  Beru nya, untuk itu dia akan datang untuk mengontrol  kalau-kalau  ada sesuatu  yang  kurang sambil menawarkan isap kepada yang laki-laki dan Nande  Mita  akan menawarkan  belo ras kuhna kepada yang perempuan.  Bapa Mita berkata kepada Bapa Kurak :" Eh.. ............. ngadiken lebe Silih enda isapta ngisap kam lebe yah."

Bapa Kurak :" Ue.. Silih," berhenti sejenak dan mengambil rokok yang  ditawarkan Bapa Mita.

Bapa Mita   : " Uga kai sikurang, me bias nge gulenta ndai?"
Bapa Kurak : " Bias, bias Silih ula kam mbiar, empat tumba jukut ndai
                     gule kami, lenga ka terites ras tulan-tulanna."
Bapa Mita   : "O...", sambil memperhatikan anak berunya yang lain.
Bapa Mita   : "O.. Kurak ngadiken lebe, ngisap kam lebe endi."
Kurak         : "Oh.. ue Ma, kentisik nari, entaku garai lebe ranting e."

Sesaat kemudian Kurak datang dan duduk di dekat Mamanya sambil
mengambil rokok yang ditawarkan. Di pihak perempuan:

Nande Mita   : "O.. Nande Kurak ngadi kena lebe, man belo kita lebe yah."
Nande Kurak : "Ih.. ue eda, enggo luam nakan ah entaku daringken lebe."
Mita              : "Kai kin si babandu e Nande?"
Nande Mita   : "Enda belo Jandi entabeh kel, kutukur ndai tiga karaben ah,
dilo bibindu ena gelah ras kita man belo."

Mita                : "Bi ngadi kam lebe, man belo ita lebe mari."
Nande Kurak    : "Ue Nakku." datang mendekat dan mengambil belo yang
                         ditawarkan edanya.
Nande Kurak   : "Andiko mejile kel belo ne me eda?"
Nande Mita      : "Bagekin kadih, kutukur ndai bas Nande Lopiga adah."

terjeng ijenda lebe

mejuah-juah man banta kerina


Pa Belo Munte Nari
" Curax surbakti"  [email protected]
--------------------------------------------------------------------------------

Semoga ini sangat Bermanfaat bagi kita semua ! dan Kemajuan Tanahkaro.

 

.

.

 
        ÐñG BÝ Bo¥RàÑ. G´s
  www.tanahkaro.com®
              © 2001 
 
Hosted by www.Geocities.ws

1