BULETIN LENGKONG BESAR  Dari Mahasiswa Untuk Pembebasan
DAFTAR ISI

Editorial
Bongkar Tema
Bongkar Artikel
Catatan Bebas
Bongkar Tokoh

Renungan

Suara Grassroot
Serba-Serbi
Wawancara

[ BPPM HOME ]
[ MEDIA ]
[ PROFIL ]
[ LINK ]

[ LENGKONGBERSATU ]
[ HIBURAN ]

BONGKAR TEMA   EDISI 1 Th.1 1998 -
AKTIVIS :  MAHLUK APA ITU?
Oleh  Redaksi

Aktivitas kemahasiswa untuk konteks FISIP Universitas Pasundan nampaknya belum menemukan titik krgairahan maksimal. Ini terlihat dari agenda-agenda kegiatan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kemahasiswaan, yang ternyata hanya direponi sebagian mahasiswa saja. Penyebabnya barangkali diakibatkan oleh belum tuntasnya transformasi pemahaman dan kesadaran akan eksistensi kemahasiswaan itu sendiri, serta banyaknya visi yang masih terjebak oleh konstruksi NKK/BKK yang diterapkan beberap waktu lalu dan eksesnya masih terasa hingga kini. Selain itu masih rendahnya interaksi intelektual dan ini merupakan tantangn sendiri bagi lembaga-lembaga kemahasiswaan untuk menciptakan formula yang aktual dan inovatif untuk menciptakan kondisi yang mnarik minat dan kesadaran mahasiswa akan ekisistensinya.
Sesungguhnya fenomena kemahasiswaan yang tengah terjadi di FISIP UNPAS, merupakan fenomena yang terjadi ikampus-kampu lain di Indonesia. Beberapa kawan Ketua Senat Mahasiswa FISIP, pernah mengeluhkan tentang kebingungannya dalam mencari sebuah formulasi yang efektif untuk menarik kegairahan mahasiswa terhadap eksistensi mahasiswa terhadap eksistensi lembaga kemahasiswaan, yang hingga saat ini tetap belum beranjak dari posisi stagnasi.
Gambaran tersebut menjadi tantangan serius lembaga kemahsiswaan atau para aktivis kampus, sebab dalam pertimbangan moral, merekalah yang paling menentukan warna kehidupan kampus. Ini harus senantiasa menjadi penentu nasib bangsa. Kampus bukan hanya kumpulan kaum muda yang memiliki kapasitas intelektual, kekuatan moral, dan mobilitas sosial yang sangat tinggi, namun ternyata menjadi pembuka sejarah baru sebuah bangsa. Paling tidak, secara signifikan sejarah bergulir manakala terdapat gerakan mahasiswa yang muncul kepermukaan. 1908, 1928, 1945, 1966, dan yang terakhir 1998 menjadi parameter signifikan yang terasa secara kongkrit bahwa sejarah Indonesia bergulir.
Sampai pada posisi persoalan tersebut, minimal ada kekuatan image bahwa mahasiswa (aktivis) dan kampus akan menjadi sebuah kekuatan sejarah permanen. Sehingga berikutnya harus menjadi pendorong kesadaran untuk para aktivis, bahwa betapa posisi dan peran mereka punya konribusi berarti untuk menentukan bangsa ini, bahkan menentukan "hitam-putihnya" warna bangsa ini.
Dari gambaran diatas, nampaknya dapat ditarik setitik kesadaran bahwa ternyata eksistensi aktivitas dalam konstelasi perubahan sosial suatu bangsa. Maka pemunculan sosok aktivis kualitatif, merupakan tawaran final yang harus dimiliki oleh kampus manapun Lantaran kehadiranya mempunyai imbas an pengaruh yang dasyat terhadap kontribusi negara yang diciptakan.Dengan demikian manakala ditemukan sebuah upaya (desain politik) dari penguasa ataupun dari pihak mana saja, maka merupakan sebuah upaya yang mengkerdilkan kemajuan sebuah bangsa. Fenomena depolitisasi yang berlangsung pada orde baru misalnya, lewat label NKK/BKK yang menyisakan banyak persoalan hingga hari ini, menjadi kontra- produktif dengan harapan pemunculan mahasiswa kualitatif. (Aos/Ira)


.

[ kembali keatas ]

 

Hosted by www.Geocities.ws

1