... Kebenaran Yang Sejati ...

 

Ayah saya adalah Muslim Sunni dan kepala suku Kurdis. Ibu saya adalah Muslin Shiah dan berasal dari keluarga kerajaan Qajar. Ketika saya berusia empat tahun ayah saya di hukum mati oleh pemerintah.

Pada usia delapan tahun saya mulai bertanya-tanya tentang Tuhan dan penciptaan. Saya akan bertanya kepada ibu saya, "Siapa yang menentukan hidup saya di Bumi ini?" atau "Bagaimana Bumi dan Surga diciptakan?" Ibu biasanya menjawab, "Jika kau dewasa aku akan menjelaskan tentang penciptaanmu, tetapi tentang Bumi dan Surga Tuhan yang tak terlihat menciptakannya.

Ibu saya menyelesaikan pendidikan SLTA di sekolah Katolik bergengsi di Teheran. Dia adalah ibu yang mengaggumkan. Dia juga mencoba hidup menurut syarat-syarat agama Islam. Saya ingin sekali menjadi Muslim yang baik. Ketika saya berusia 12 tahun saya juga mulai memperhatikan sembahyang Islam dan puasa. Saya merasakan kehadiran Allah yang tidak terlihat dengan sepenuh hati saya. Ibu saya telah menginstruksikan saya bahwa jika ingin menjangkau Tuhan dan masuk Surga, saya harus, 1) melakukan ritual sembahyang dan puasa, 2) Jangan menginginkan hal yang buruk terjadi pada orang lain, 3) Jangan mencuri, 4) percaya kepada Muhammad sebagai rasul Tuhan dan kesucian 14 orang (12 imam, Muhammad dan putrinya, Fatemeh), 5) memberi sedekah kepada yang miskin, 6) Naik haji ke Mekkah, kota paling suci bagi umat Muslim. Saya dengan hati-hati mengikuti nasehatnya karena saya ingin masuk Surga. Bahkan saya membaca Quran secara teratur.

Ketika saya berusia 16 tahun saya bertemu laki-laki yang kemudian menjadi suami saya. Dia laki-laki yang sangat kaya. Segera setelah pernikahan kami, saya meminta suami saya untuk menyewa seorang mullah (seorang "pendeta" Muslim) untuk mengajar saya ajaran-ajaran Quran. Selama 2 jam setiap Kamis saya belajar Quran dibawah petunjuk sang mulah.

Ketika berusia 27 tahun kami telah mempunyai 5 anak. Saya juga telah belajar Quran selama 10 tahun. Namun saya merasakan bahwa saya tidak mengenal Tuhan secara pribadi dan saya tidak menemukan kedamaian di jiwa saya. Contohnya, menurut Quran, saya diwajibkan kerudung Islam di hadapan orang-orang yang bekerja di rumah saya setiap hari. Ini terbukti tidak praktis. Bagaimanapun, kontak saya dengan orang-orang ini tidak terhindarkan dan ini sangat mengganggu saya. Pada titik ini saya pikir jika saya pergi naik haji ke Mekah (rumah Allah), mungkin saya dapat menemukan kedamaian tak terpahami yang saya cari.

Suami saya sangat terkejut ketika saya memintanya untuk mengatur kepergian saya naik haji ke Mekah. Tetapi dia menyetujuinya.

Dia menghubungi ayatollah yang terkenal di kota Qum dan segera paspor saya, pakaian khusus nak haji dan keperluan lain diatur. Saya adalah peserta termuda di kelompok (naik haji) saya. Kegembiraan saya tidak terkatakan.
Di Mekah, saya memperhatikan tatacara dengan hasrat untuk belajar; Saya memberikan domba korban untuk dosa saya dan dosa orangtua saya yang telah meninggal dan kakek-nenek saya.
Saya percaya bahwa saya dapat menolong mereka yang telah meninggal untuk masuk Surga. Akhirnya saya berada di pesawat kembali ke Iran dari Mekah.

Saya cukup puas dengan perjalanan saya. Setengah jam sebelum pesawat saya mendarat di Teheran, saya pergi ke kamar kecil dan membuka penutup wajah dan tubuh (kerudung). Saya mengenakan selendang dan sebuah manto (mantel sebatas siku). Sewaktu saya kembali ke bangku saya, mullah yang menjadi pengawas perjalanan naik haji kelompok kami datang kepada saya dan dengan kasar, "Apa yang engkau lakukan Hajjah?" mengapa engkau mengenakan selendang dan manto? Apakah engkau sadar bahwa saya dapat melihat rambutmu di bawah selendangmu? Tahukah engkau bahwa dengan pelanggaran ini engkau langsung menuju Neraka?" Saya memandangnya dengan keheranan dan ketidak-percayaan, dan bertanya kepadanya: "Ajaran macam apa ini? Tidakkah seharusnya Tuhan ada di dalam hati manusia?" mullah itu menjawab, "Tidak! Menurut Quran orang menjadi dekat dengan Tuhan dengan memeperhatikan hijab (tatacara berpakaian Muslim) dan syariah (Hukum Islam) dan bukan dengan keinginan sepenuh hati. Setanlah yang diam di dalam hati manusia, bukan Tuhan!"

Diskusi ini membuat saya merasa putus asa di dalam hati saya. Saya berkata kepada Tuhan, "Mengapa setiap kali saya berusaha untuk lebih dekat dengan Engkau saya malah semakin jauh? Tunjukkanlah jalan untuk mendekat kepadaMu." Segera saya berpikir untuk meninggalkan Iran dan hidup di luar negeri. Saya mendiskusikan kemungkinan itu dengan suami saya. Dia akhirnya mengalah. Dan tahun 1977, suami saya, anak-anak dan saya pergi ke Amerika Serikat (AS).

Suatu hari saya membagikan keinginan saya untuk pergi ke gereja dengan teman Armenian saya. Sebagai hasil Minggu berikutnya saya pergi ke gereja dengannya. Saya meminta kepada pendeta untuk mencarikan kitab Injil bahasa Persia. Dia memberikan kitab Injil tersebut esoknya dan menginstruksikan saya untuk memulai membaca Injil Matius. Saya menuruti apa yang dikatakannya dan ketika saya selesai membaca Kitab Perjanjian Baru, saya tahu bahwa saya telah menemukan Allah yang Hidup, Benar dan Kekal. Dia bukan orang yang telah diceritakan kepada saya sepanjang hidup saya. Saya amengucap syukur kepada Tuhan untuk hal ini dan terus mempelajari Alkitab. Kemudian, saya menaruh iman saya pada Allah yang benar.

Segera setelah kedatangan kami di AS, pemerintah di Iran berubah. Kami mendengar bahwa rumah kami di Iran telah disita. Bahkan beberapa anggota keluarga kami di hukum mati. Kemudian, suami saya dipanggil pulang ke Iran. Setibanya disana dia ditangkap dan dipenjarakan. Karena pukulan-pukulan yang diterimanya, dia kehilangan beberapa gigi dan menderita patah kaki.

Keperdulian terhadap anak-anak saya di AS membuat saya sangat merasa sendiri. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya meyerahkan seluruh kekuatiran saya kepada Tuhan Yesus Kristus. Teman- teman Iran saya, kenalan-kenalan saya dan anggota keluarga berkata bahwa Allah telah menyerang keluarga saya dengan malapetaka-malapetaka ini karena saya telah meninggalkan Islam dan menjadi Kristen! Bagaimanapun, saya yakin bahwa saya telah memilih jalan yang benar dan saya menemukan hubungan yang benar dengan Allah melalui Yesus Kristus. Saya tahu bahwa setiap detil kehidupan saya ada di tangan Tuhan dan terjadi menurut kehendakNya. Oleh karena itulah saya terus berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan.

Pada akhirnya, semua milik kami di Iran disita. Tetapi, puji Tuhan, suami saya dibebaskan dari penjara dan kembali ke bersama kami. Sekali lagi kami memulai hidup kami bersama di AS. Kami berdua bekerja sampai anak-anak kami menyelesaikan pendidikan mereka. Kemudian dua dari anak perempuan kami menikah. Kehidupan berjalan normal, tetapi tiba-tiba kami menderita pukulan lain. Suami saya yang baru berumur empatpuluhan meninggal karena serangan jantung, meninggalkan saya sendirian.

Tetapi saya mempunyai iman, dan itu cukup untuk menguatkan saya. Melalui iman dalam Tuhan kita Yesus Kristus dan melalui kasih karuniaNya anak-anak dan saya secara bertahap mengatasi kesulitan-kesulitan kami. Hidup kembali ke rutinitas normal sekali lagi. Tidak lama kemudian semua anak-anak saya hidup mandiri dan bahagia dan saya adalah nenek dari beberapa cucu-cucu yang cantik/tampan.

Sekarang saya dapat melihat secara jelas bagaimana Tuhan yang pengasih menopang keluarga saya melalui berbagai masalah kehidupan. Dia telah memberkati kami dengan damai dan sukacita yang sebenarnya. Keselamatan adalah kekayaan terbesar saya dan kekayaan tak terbatas ini adalah pemberian Tuhan.

Saya akan mengakhiri kisah hidup saya dengan dua ayat dari Kitab Injil (Perjanjian Baru)

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Kis 4:12)

Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, ... " (Yoh 11:25)

Nadereh

-----------------------------------------------------

 Daftar Kesaksian
 

-----------------------------------------------------


Home For Moslem For Catholic Our Faith Articles Testimony Free eBooks Guest Book Links
Website ini adalah pengembangan dari website : http://www.geocities.com/pencarian5
By : Reza H
Without Copyright (2003-2005)
Dukungan tulisan dari Anda sangat diharapkan.., dengan satu maksud untuk memperluas kerajaan Sorga, Haleluya
Contact me : [email protected]...God Bless Us..
Hosted by www.Geocities.ws

1