Peristiwa yang tidak dapat aku lupakan sampai saat ini adalah ketika aku berusia 16 tahun, pada waktu itu aku mengalami sakit usus buntu. Penyakit ini nampaknya ringan dan semua orang yang mengalaminya tidak menganggap penyakit yang membahayakan. Namun berbeda dengan apa yang kualami, penyakitku ini membawaku ke meja operasi di RS Elizabeth Medan ; dan setelah mengalami operasi aku dinyatakan mati oleh Dr Tan, sebab orang bilang aku tidak sadarkan diri dan tidak bernafas dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.
Namun sebaliknya apa yang terjadi padaku sangat berbeda, rohku terangkat dan aku menyaksikan tubuhku tergeletak tak berdaya, aku terangkat naik bersama Tuhan Yesus Kristus. Aku menyaksikan pemandangan yang sangat indah, rumput hijau terbentang luas dan rumput hijau itu memiliki ketebalan yang tidak pernah aku saksikan dimuka bumi. Pemandangan bunga dan air mancur yang begitu indahnya, terasa aku tidak akan ingin kembali ke bumi ini, dan aku juga menyaksikan domba-domba yang memiliki bulu putih seperti salju dan sangat bagus.
Aku menyaksikan banyak orang yang berjubah putih tak terhitung jumlahnya mereka sedang memuji-muji Tuhan dengan pujian Gloris dan Haleluya dengan bahasa bumi, disertai dengan tepuk tangan yang gegap gempita. Aku berpikir rupanya apa yang dilakukan anak-anak Tuhan, ketika memuji dan menyembah Tuhan di gereja tidak berbeda dengan apa yang terjadi di balik sana.
Pada waktu itu Tuhan Yesus membawaku untuk bertemu Bapa Abraham, namun karena ketidakmengertianku maka aku tidak begitu tertarik kepadanya, hanya perkataannya yang aku ingat bahwa ia berkata: "Engkau lihat anakku begitu, indah ciptaan Bapa disurga."
Tidak lama sesudah aku berjumpa dengan Abraham, Tuhan Yesus membawaku kembali ke dunia tempat jazadku berbaring. Pengalaman rohani yang pertama ini tidak membuatku lebih tenggelam ke dalam pelayanan dan kasih Tuhan serta rajin ke gereja, aku masih juga belum bertobat, kalau aku boleh memikirkannya saat ini betapa bodohnya aku dulu.
Namun Tuhan sangat mengasihi dan bersabar kepadaku, seringkali Ia hadir dalam kasihNya yang luar biasa, bahkan tidak jarang Ia memberitahukan kepadaku perkara-perkara yang akan terjadi. Ia memberitahukan kepadaku siapa yang akan menjadi suamiku ( Gabriel Herbert Pesik ) Bahkan anak-anakku pun (Rosana Christine, Angela Loise, Federika Elizabeth, Jeanette Caroline, Catherine Agustine, Margaretha Cornelia.) lahir dengan selamat karena anugerah Tuhan. Aku cukup puas dengan enam anak perempuanku.
Rasanya aku sudah cukup memiliki enam tersebut tetapi Tuhan berkehendak lain. Ada banyak cara yang Allah bicara, Ia menuliskan di dinding rumahku di ruang makan di jalan Melawai Raya (Sekarang kantor BDN) tahun 1970 dengan tulisan " Engkau akan mendapat anak lak-laki tahun depan."
Semula aku tidak peduli dengan tulisan itu karena memang aku termasuk orang yang tidak tertarik perkara-perkara rohani, atau memang sebagai orang yang keras kepala tidak mau mendengar suara Tuhan. Baru sesudah ketiga kalinya tulisan di dinding dengan tulisan yang sama maka aku baru percaya bahwa aku akan mendapat anak laki-laki. Apa yang Allah sudah nyatakan tidak pernah meleset, benar tahun depan aku hamil dan mendapat seorang anak laki-laki dan aku menamakannya Hein Herman Musa. Nama Musa sengaja aku taruh sebab aku percaya bahwa anak ini berasal dari Tuhan.
Kesembuhan dari berbagai penyakit
Iblis tidak senang atas kebanggaanku memiliki anak laki-laki, maka dengan trik jahatnya, anakku yang kecil itu yang baru berumur tujuh bulan terserang muntaber dan sakit panas. Dokter Suhasim dan Dokter Markum dokter anak, menanganinya. Kedua dokter itu sudah mengultimatum bahwa jika malam ini belum sembuh juga, maka anak ini harus dirawat dirumah sakit. Namun aku memiliki keyakinan yang kuat bahwa Tuhan yang mengangkatku kesurga bersamaNya sanggup menyembuhkannya. Aku angkat anakku dan aku berkata: Tuhan anak ini Engkau yang memberi, jika Engkau akan mengambil maka aku menyerahkannya anak itu kembali kepadaMu, namun kalau Engkau ingin menyembuhkan maka Engkau dapat menyembuhkannya sekarang juga. Pada waktu itu juga anak itu sembuh dan dua dokter yang sudah mengklaim untuk masuk ke rumah sakit Sumber Waras, tidak dapat berbuat apa-apa karena memang anak itu sudah sembuh!!
Hari bertambah hari Tuhan membawaku ke dalam pengenalan akan Dia dengan caranya sendiri. Kurang lebih tahun 1975 aku mengalami pendarahan hebat, penyakit yang belum pernah aku alami. Sesudah mengalami pemeriksaan darah maka ukuran HB hanya 70, dokter yang memeriksaku (Dokter Sukarman diCikini Raden Saleh) mengatakan harus tambah darah. Aku mengalami fisik yang sangat lemah, jangankan menggerakkan tubuh, membuka mata saja rasanya sangat berat. Aku berfikir bahwa aku sedang berada di ambang kematian. Sebab aku merasakan tubuhku sudah dingin bagaikan mayat, kutatap kuku jemariku sudah membiru. Aku bingung takut dan tidak tahu apa yang harius aku perbuat. Ketika aku membuka mata sedikit, suster sudah membawa sekantong darah untuk menambah darah dalam tubuhku. Dengan suara perlahan aku menolaknya, karena aku sudah memiliki keyakinan bahwa darah Yesus melebihi darah siapapun juga. Dengan keberanian yang ada, aku menyuruh para suster dan dokter yang merawatku kuusir keluar, agar aku dapat berteriak minta pertolongan dari atas. Para suster dan dokter hampir-hampir tidak percaya ketika mendengar bahwa aku menolak mereka, namun demikian mereka menurut dan pergi dari kamarku. Dengan kekuatan yang masih tersisa, kuangkat tanganku dan aku berkata: "DarahMu Yesus, mengalir dalam tubuhku."
Kata-kata ini kuucapkan dengan suara lantang sekalipun dalam kelemahan, aku yakin bahwa darah Yesus di atas Golgota mengalir dalam tubuhku. Saat ucapanku berhenti maka aku merasakan aliran panas berawal dari telapak kakiku ke seluruh tubuhku, sehingga aku begitu merasakan kehangatan yang belum pernah aku alami. Aku sembuh, dengan iman aku sembuh, dan aku merasakan kesembuhan yang sempurna bukan dari transfusi dari darah suster tetapi transfusi darah Yesus yang mengalir dengan kehangatan kasihNya. Iblis juga tidak tinggal diam, ia masih mengejarku dengan cara yang sangat licik. Lagi-lagi aku diserang penyakit yang sangat menakutkan. "Kanker otak". Mendengarnya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri, tetapi itu fakta yang kualami, aku dinyatakan sakit kanker oleh dokter Tobing, (RS Cikini) yang semula tidak pernah memberitahukan kepadaku. Aku mengalami sakit yang luar biasa di kepalaku, tidak boleh mendengar benturan apapun juga, tubuhku yang sudah kurus kering, dan lemah itu masih digerogoti dengan pandangan mata yang tidak menentu seakan-akan mata ingin copot dari tempatnya, terkadang aku tidak mampu menahan sakit kepalaku, dan seringkali membenturkannya ke tembok berulang-ulang kali. Ketika aku tidak tahan lagi dan kutanya dokter yang tidak mau memberitahu penyakitku. Aku memaksanya, karena dokter pikir aku akan takut kalau mendengar jenis penyakit yang kualami tetapi aku yakinkan bahwa sakit apapun juga aku terima. Ketika dokter Tobing mengatakan aku sakit kanker otak, maka dengan iman kuangkat tanganku dan aku tidak pernah takut mati, sebab aku sudah menyaksikan surga yang begitu indahnya.
Kuangkat tanganku dan aku berkata:" Tuhan cabut nyawaku, sekarang aku siap jika Engkau ingin mengambilnya." Aku tidak ingin terkapar di meja operasi dan menyusahkan suami dan anak-anakku. Aku percaya Tuhan yang kupercayai memiliki kuasa yang tidak pernah berubah."
Kuteriakkan kata-kata penyerahanku, tetapi Tuhan belum waktunya mengambil nyawaku, Ia membebaskanku. Hari itu juga aku muntah-muntah dan aku melihat apa yang kumuntahkan bukan makanan yang aku makan. Aku tidak tahu apa jenisnya, tetapi aku lihat beraneka ragam dan beraneka warna, dan aku meyakini bahwa apa yang kumuntahkan itu adalah penyakit kanker otakku. Puji Tuhan, Yesus Kristus menyembuhkanku secara total. Beberapa hari kemudian aku datang kepada dokter yang memeriksaku dan setelah dilakukan scan ulang, dokter itu terperanjat dan berkata, bahwa tidak ada lagi daging dalam otak yang menjadi biang kerok "Kanker otakku". Haleluyah aku sembuh. Dokter inipun terheran-heran dan bertanya kemana perginya kanker tsb. Maka dengan spontan kujawab, Tanyakan saja kepada Tuhan bahwa Ia yang sudah menyembuhkanku.
Aku menyaksikan neraka
Iblis memang biang keladi dari semua penyakit dan kesusahan, belum puas ia mencercaku dengan berbagai macam penyakit, ia masih memberi bonus penyakit kanker pankreas, dan penyakit jantung. Penyakit ini tidak membuat keluargaku termasuk suamiku percaya. Baru sesudah aku jatuh dan tidak sadarkan diri baru mereka percaya. Ketika aku terjatuh dan tidak sadarkan diri, kembali Tuhan membawaku bersamaNya. Wajah dan kepribadian Tuhan Yesus yang aku saksikan jauh berbeda dengan wajah siapapun di muka bumi ini. Kusaksikan tanganNya yang berlobang paku, dan lambungnya yang tertusuk tombak, namun demikian luka itu tidak mengurangi keagungan pribadiNya yang luar biasa dan suaraNya yang lemah lembut menyapaku dan berkata: "Jangan berpaling dan bertobatlah, jika engkau berpaling dari padaKu, engkau akan seperti orang-orang itu."
Sembari Ia menunjukkan tanganNya dan membawaku ke neraka yang penuh manusia-manusia yang disiksa. Di sana aku menyaksikan mertuaku laki-laki.
Aku berkata kepada Tuhan : "Tuhan, itu mertuaku, tolong ampuni dia"
Tuhan menjawab "Tidak anakku, semasa hidupnya dia tidak mengenal Aku. Aku sudah berulang kali mengirimkan hamba-hambaKu namun ia tetap tidak percaya sampai akhir hayatnya, ia tidak mau bertobat. Dan tempat itulah yang layak baginya sampai selama-lamanya."
Aku dibawa berjalan-jalan di tengah-tengah neraka, aku menyaksikan lorong-lorong, sumur-sumur neraka yang gelap gulita, panasnya api neraka, melelehkan tubuh mereka. Aku mendengar mereka berteriak-teriak, Tuhan ampuni aku…Tuhan ampuni aku....Tuhan ampuni aku.....ketika menyaksikan apa yang mereka perbuat, aku berkata kepada Tuhan...Ampunilah mereka. Tuhan berkata Tidak anakku, apa yang mereka perbuat di dunia itu, itulah hukumannya.
Yesus berjalan tanpa menengok mereka, namun kulihat air mataNya mengalir. Jumlah orang-orang di neraka sangat banyak. Mataku menyaksikan betapa menderitanya mereka. Anak-anak remaja dan pemuda yang hidup dalam dosa, membunuh, memperkosa, perempuan-perempuan yang berzinah, para pelacur sangat disiksa dan mereka meraung-raung minta pengampunan. Dosa-dosa mereka aku ketahui dari Yesus sendiri, bahwa Yesus tahu apa yang setiap orang perbuat. Kalau saudara sedang membaca tulisan ini, jangan sekali-kali berbuat dosa, sebab akibatnya sangat fatal yakni neraka yang kekal, dan kusaksikan sendiri dengan mataku dalam alam roh, penderitaan mereka sangat.....sangat sengsara sekali.....bertobatlah.
Aku tidak sedang menakut-nakuti, atau sedang berkhayal tentang neraka, sebab sampai saat ini tidak pernah satu kalipun buku tentang neraka aku baca, orang yang pernah menyaksikan neraka akan tahu betapa dasyat penderitaan di sana. Aku menyaksikan ada air dan api, menjadi satu dan tidak terpisahkan, sampai sekarang jika aku membayangkannya lagi, merinding bulu romaku. Sebab air panas itu untuk para pemuda dan remaja, para pezinah yang berada dalam penjara-penjara di sana.
Aku tidak menyangka bahwa yang ku saksikan bukan saja rakyat jelata, tetapi aku juga menyaksikan beberapa tokoh spiritual, dan para pejabat orang kaya yang pernah ku kenal dibumi ini. Rupa-rupanya doa-doa yang dinaikkan untuk orang mati itu tidak ada artinya sebab mereka yang ada di neraka adalah vonis terakhir dari Tuhan dan itu tidak dapat diganggu-gugat! Aku bertanya kepada Tuhan untuk orang-orang yang aku kenal, sebab aku mengenal mereka yang ada di bumi nampaknya bukan orang jahat bahkan orang baik.
Aku tanyakan itu kepada Tuhan:"Tuhan mengapa mereka ada disana??
Tuhan menjawab : "AnakKu, memang mereka memberi orang miskin, mereka memberi bukan dari jerih lelahnya tetapi dari harta orang lain. Dengan hartanya mereka sanggup melakukan apa saja. Tetapi mereka berpaling daripadaKu, bahkan mereka pernah menyuruh membunuh orang lain demi kepentingannya sendiri, Aku tidak kenal mereka. Enyahlah dari padaKu."
Sementara ia berkata seperti itu maka di tutupnya pintu penjara bagi mereka yang berada dalam keadaan gelap gulita dan kertak gigi.
Saudara yang kekasih, aku ingin memberitahukan, jangan sekali-kali masuk neraka, penyesalan seumur hidup dan tidak pernah ada pengampunan. Harta dan doa-doa manusia seluruh duniapun tidak akan sanggup mengangkat seseorang dari lobang neraka yang paling dalam.
Dengan tangisan yang mendalam seorang yang ada di neraka menjumpaiku, dengan ratapannya, ia katakan kepadaku: "Ibu beritahukan kepada keluargaku dan selamatkan mereka, supaya mereka tidak masuk ditempat ini.
Ku jawab: bahwa aku tidak memiliki kemampuan untuk itu, sebab kita berbeda tingkat sosial yang sangat jauh. Aku juga menyaksikan mertuaku laki-laki dengan wajah ketakutan dan telanjang, menanti giliran penyiksaan. Sampai sekarang aku dibuat ngeri oleh pemandangan itu. Aku beritahukan ini kepada suami dan anak-anakku supaya tetap tinggal di dalam Yesus, dan setia kepadaNya, jangan sekali-kali murtad. Sebab bila murtad tidak ada lagi pengampunan, seperti yang aku dengar langsung dari Tuhan sendiri. Jangan sekali-kali berbuat dosa agar tidak masuk dalam neraka yang kekal. Itulah kisah yang membuatku mengasihi Tuhan lebih sungguh sungguh, masih banyak kesaksian yang Tuhan berikan, mungkin kesempatan lain aku dapat menceritakannya lagi.
Namun setelah Tuhan membawaku ke neraka, Ia dengan penuh kasih juga menuntunku kembali ke bumi di mana aku menjumpai tubuhku yang sudah menjadi mayat beberapa jam, dan aku hidup kembali sebab pada waktu bersama Tuhan, Tuhan menunjukkan kepadaku dua buku yakni buku kehidupan dan buku kematian. Ketika Tuhan ingin membawaku ke bumi aku menolaknya sebab aku sudah merasakan indahnya bersama Tuhan. Namun Tuhan menunjukkan kepadaku buku kematian dan di sana tidak tertulis namaku, dan ketika Ia menunjukkan buku kehidupan maka Tuhan menunjukkan kepadaku sebuah nama disana dibuku kehidupan "MARGARETHA YOHANA ELIZABETH" Itulah namaku.
Aku bergirang penuh suka cita, aku tidak pernah mau kembali sebab namaku sudah ada di buku kehidupan. Aku menyaksikan pintu sorga yang begitu indahnya. Ketika aku ingin memegangnya Tuhan berkata: Jangan sentuh pintu itu anakKu sebab engkau belum waktunya. Apabila waktunya tiba Aku akan memberitahukan kepadamu, bulan sepuluh, tanggal sepuluh, jam sepuluh, tetapi Ia tidak pernah mau memberitahukan tahunnya!.
Pada waktu itu Ia memberiku sebuah tongkat namun tidak penuh, hanya separuh saja, Ia berkata selamatkan suami dan keluargamu. Sesudah perkataan Tuhan itu, Ia membawaku kembali ke bumi dan aku kembali bangun dari jasad yang sudah kaku. Ajaib Tuhan menyembuhkan penyakit itu tidak pernah datang kembali. Puji Tuhan aku sehat dan hidupku milikNya, segenap keluarga dan orang-orang yang kukasihi ada dalam kasihNya. Bila saudara tergolong orang yang belum percaya, jangan biarkan diri saudara masuk dalam neraka yang kekal. Cinta Tuhan Yesus Kristus yang sudah mati diatas kayu salib dan dapat dipastikan bila kita setia padaNya, maka kita mendapat Sorga yang memiliki keindahan yang tidak pernah tertandingi oleh gemerlapnya dunia ini. Amin.
Dikutip dari Majalah Tiberias Edisi V/ Thn II