... Tuhan Hidupkan Kembali Anak Saya ...

 

Saya perkenalkan diri, nama saya Ananto Subagyo (26 Desember 1956) dengan seorang istri yang bernama Maria Indrawati (18 Oktober 1967) dan saya dikaruniai tiga orang anak, yang pertama adalah Vina Anastasia (10 November 1986), yang kedua adalah Cherry (27 Oktober 1988) dan yang ketiga adalah Pamelia Nathania (30 September 1990) dengan seorang ibu yang baik yang selalu mendampingi saya adalah Ibu Ttrisna Handayani (10 Februari 1931).

Cerita ini diawali dengan suatu peristiwa yaitu tanggal 27 Januari 1997 anak saya yang pertama sakit panas sampai mimisan setelah di cek ternyata trombosit anak saya sangat rendah 30 ribu, (untuk orang normal trombositnya sekitar 300 ribu), ini menunjukkan adanya stadium yang sangat berbahaya, hari itu juga kami bawa ke RS Telogorejo Semarang, pada pukul 9 malam, dokter memeriksa tubuh anak saya yang panasnya saat itu sudah mencapai 40.5 derajat Celcius. Dokter memasukkan selang kedalam hidungnya yang mengarah ke lambung dan ternyata benar bahwa ada gumpalan2 darah yang keluar dari lambungnya, malam itu juga saya telpon kepada gembala sidang saya untuk membantunya dalam doa, dan saya terus pegang janji2 Allah akan kuasanya yang ya dan amin, kemudian hari jumat 31 Januari 1997 setelah diukur ternyata 50 ribu…masih jauh dari yang diharapkan, sementara itu detak jantungnya semakin lemah, angka monitor saat anak saya masuk 100 tetapi kemudian saat itu mencapai angka 50 dan terdengar alarm tut…tut…tut, dokter menyuruh menyediakan 3 donor darah sekaligus di hari jumat, donor darah dari seorang ibu yang sangat sederhana adalah donor yang ketiga, ibu itu berkata Oom… darah saya adalah darah yang terakhir…apa artinya ini, tetapi saya cepat2 menyingkirkan pikiran yang negatif, dan saya mengaminkan semua firman Tuhan bahwa apa saja yang kamu minta percayalah kamu sudah menerimanya (Markus 11:24) saat itu anak saya merintih pi…pi… vina sakit… pada saat seperti itu saya berkata kepada Vina, Vin… jangan takut papi ada bersamamu, saat itu saya ingat akan janji Firman Allah akan senantiasa tidak akan meninggalkan engkau tetapi menyertai orang2 yang bersandar dan berserah kepadaNya (Ibrani 13:5).

Sabtu 1 Februari ternyata setelah dites trombositnya naik lagi sekarang mencapai 106 ribu Puji Tuhan dan sore harinya ternyata anjlok lagi 51 ribu menunjukkan adanya kebocoran di lambungnya itu masih ada, dan kondisi Vina sudah semakin melemah, saat itu dokter meminta untuk 2 orang donor darah, dan saya adalah donor yang terakhir, sebab dokter mengatakan bahwa selama masih ada donor di luar, pakai orang luar, tetapi kalu sudah tidak ada, baru yang terakhir adalah dari keluarganya yang dalam hal ini adalah saya sendiri, ini adalah strategi rumah sakit, sdr… pada saat itu sepanjang malam Vina merasakan sakit kepala yang teramat sangat, dia merintih…pi… sakit pi…ndak kuat…ndak tahan…pi…dia minta didoakan, saya katakana dengan Tuhan Vin…Vina pasti tahan, kepalanya sakit…perutnya sakit…tangannya bengkak (karena infus diganti-ganti tangan kiri ke kanan).
Hari Minggu 2 Februari 1997 pagi2 dites lagi trombositnya, tetapi hanya ada 57 ribu… masih jauh dari yang diharapkan, waktu itu dokter berkata bahwa saya harus siapkan 5 donor darah lagi sekaligus, saat itu saya panik harus mencari kemana, karena saya tidak banyak kenalan, tetapi saya banyak dibantu saudara2 seiman dari GBI Bethany Semarang.
Sementara itu anak saya yang ketiga yaitu Pamela yang menyusul saya di Semarang badannya panasm, dan setelah dites ternyata positif dinyatakan juga terkena demam berdarah, Oh…satu masih dalam keadaan kritis anak ketiga masuk ke RS, sore harinya anak saya yang kedua Chery dia juga badannya kedinginan, dan setelah dites ternyata juga positif kena demam berdarah, tiga2nya semuanya masuk RS, satu di ruang ICU dan yang lain di ruang perawatan, saya sungguh panik dan saya rasakan beban2 ini sangat berat, oleh karena itu saya tidak lagi meperdulikan waktu, saya menangis saya menghubungi gembala sidang kami (Pdt. John Rusli) untuk mendukungnya dalam doa, karena sungguh beban ini sangat berat, tetapi satu perkara bahwa doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya, inilah yang menjadi pengharapan saya yaitu kekuatan doa2 itulah yang menunjang kekuatan kami. Saudara bisa bayangkan saya berlari-lari dari ruang B4 teriak kesakitan, panggil2 papi…papi… sementara Vina di ruang ICU juga tidak mau ditinggal…saat bangun dia menanyakan …papi…(dengan bibir sangat lemah sekali).

Malamnya…monitor menunjukkan angka 50…46…44…42 ini menunjukkan semakin melemahnya janting Vina, saya tidak tidur berhari-hari, saya tidak perdulikan waktu, malam…siang…pagi, selalu kontak telepon dengan gembala sidang kami Bapak Pdt. John Rusli dan teman2 serta saudara2 seiman di Tegal. Mohon dukungan doa. Saya telpon di telepon umum kartu didekat kantin bagian depan RS Telogorejo, penjaga2 kantin sering memperhatikan saya menangis, berlari-lari ke telepon untuk lalu bergegas lagi ke ruang ICU. Sementara di Tegal diadakan doa bersama bahkan doa rantai untuk mendukung imanku. Saya percaya bahwa doa orang benar itu besar kuasanya (Yak 5:16).

Hari Senin 3 Februari 1997 dini hari pukul 02.00 monitor menunjukkan angka 46…44…42…melemah terus…tapi tiba2 naik 50…60…70…80…10…saya tidak sempat lagi perhatikan angka2 di monitor itu yang berdetak cepat dan terus naik. Saya sangka Vina sembuh!! Tapi saya terkejut, Vina yang terbangun matanya melihat ke kiri dan diam saja, saya panggil2…Vin…Vina…liatin papi Vin…tetapi ia tetap diam.

Pada saat itu anak saya sudah tidak sadarkan diri, dan anak saya mengalami kejang2 selama tiga setengah menit, saya merangkul dia…Vina…Tuhan tolong, tolong Tuhan…salah seorang saudara saya yang menyaksikan mengatakan…sudah serahkan saja pada Tuhan…kasihan Vina…tetapi saya berkata Tidak…saya tidak rela, saya percaya akan janji Allah dan saya percaya bahwa anak saya pasti akan sembuh dan saya percaya bahwa saya akan pulang bersama anak saya keluar dari rumah sakit ini dengan sembuh, hati saya hancur…kemudian anak saya tenang kembali, tetapi tidak berapa lama kejang2 lagi, kali ini sudah tidak bisa lagi merintih, sudah tidak bisa lagi menangis, tidak bisa lagi bersuara, malah yang keluar adalah kotorannya dari dubur, saat itu tentu anak saya sangat…sangat menahan rasa sakit, hati saya hancur melihat anak saya yang saya sayangi, dan dalam situasi seperti itulah saya pasrah kepada Tuhan, dan saya katakan Tuhan…sekalipun saya tidak mengerti, tetapi saya relakan anak saya, karena saya tidak tahan melihat penderitaan anak saya. Lalu saya katakan kepada Vina yang saat itu sudah tidak sadar…Vina…kalau Vina lebih senang dengan Tuhan Yesus…papi rela Vin…nanti disana kita ketemu lagi ya Vin…tetapi kalau Vina masih senang dengan papi…bertahan Vin…bersama Yesus Vina harus kuat.

Dokter yang memegang nadinya saat itu bersama suster hanya saling pandang, kemudian dia masukkan selang kedalam mulutnya yang mengarah kedalam paru2nya lalu mereka meninggalkan ruangan itu, walau sempat terdengar suster mengatakan sudah habis, saya tidak mengerti apa yang dikatakannya…paru2nya berkembang kempis karena alat2 yang dikenakan melalui mulutnya, saat itu saya tidak mengerti akan kondisi anak saya, lalu dokter melihat hasil tes scanning…menjadi terkejut, karena hasilnya adalah: TIDAK DIKETEMUKAN KELAINAN APAPUN, dokternya bingung, tes trombosit di laboratorium menunjukkan angka 166 ribu…mendekati normal, sehingga dokter mengatakan Fantastis, saya menghubungi dokter…dok bagaimana keadaan anak saya…kan masih ngga sadar begitu?…Dokternya balik bertanya…Ya mau diapakan lagi. Kita mau kasih obat apa?? Dokter mengatakan ini pasti ngga bener!! Dia menunjukkan foto, sama hasil laboratorium, ini mesti ngga beres, tetapi dengan suatu kekuatan dan keyakinan…saya katakan pada dokter…ini mesti beres, ini mesti bener!! Dokter…memandang saya dan berkata ya syukurlah kalau anda memiliki keyakinan seperti itu. Lalu ia meninggalkan saya dengan menjanjikan untuk membentuk suatu team.

Pagi itu saya tinggalkan Vina yang sedang "Tertidur" Saya meratap kepada Tuhan di kamar istirahat di bagian depan RS Telogorejo. Pagi itu banyak saudara2 saya yang datang memberi saran…sudah pindah saja Rumah Sakit, saya akan hubungi dokter ahli…posisi saya itu sulit sekali sebab kalau saya tidak menghubungi dan menerima saran untuk pindah, bila terjadi sesuatu pada anak saya, mereka pasti akan menuding saya, "Kamu sih tidak turut saran saya dan ambil tindakan" tetapi bila saya pindahkan dan ternyata terjadi sesuatu, paling dokter akan berkata…ya mau diapakan algi, karena kondisi putri anda sudah demikian parah" Juga kalau putri saya pindah RS dan dokter, dan sembuh paling yang dimuliakan adalah dokternya dan bukan Tuhan!! Oleh karena itu saya berdoa agar kalau hal itu bukan kehendak Tuhan…batalkan saja Tuhan…saya hanya mau Engkau yang dimuliakan.

Dan benar…saat itu mereka kembali dengan tangan kosong…dokter tidak mau menerima. Setelah Vina pulih saat itu hari jumat tanggal 7 Februari 1997 masa krisis sudah berlalu, dokter yang tahu betul (Dokter jaga di ICU) berulang kali mendatangi Vina dan selalu berkata…ini Ajaib…ini Ajaib…(sambil geleng2 kepala) Bahkan direksi rumah sakit, pimpinan RS juga tengok setiap hari, karena rupa2nya kasus ini adalah kasus yang khusus, bahkan sampai keluar dari RS saat ini di Telogorejo, bahkan penyakit putri saya belum diketahui secara nyata, saat itu saya tidak tahu apa maksudnya, saya tanya…apa maksudnya dokter?? Siang itulah dokter bercerita, sebenarnya…pada tanggal 3 Februari 1997 anak saya sudah meninggal, dokter yang mengatakan itu adalah dokter yang ahli, lulusan Jerman yang tahu persis tentang keadaan bagaimana orang yang meninggal, saya tahu keadaan orang yang meninggal, jantungnya melemah2 dan denyut nadinya lama2 habis dan hilang, putri Koh waktu itu sudah tidak ada nafasnya, dan kalau dadanya kembang kempis itu adalah hanya merupakan dorongan dari mesin/ alat pacu paru2 buatan manusia. Eh ternyata jam 5 pagi kok bangun! Oh…dia bilang ajaib…ajaib…memang Tuhan Yesus itu ajaib. Yang mengatakan ini bukan saya, tetapi dokter yang tahu betul secara medis. Padahal sebelumnya ia mengatakan mungkin Koh sama putri Koh ini Jiong (Sial). Tapi saya katakan ngga dokter…saya percaya akan kuasa Kristus yang akan dinyatakan. Mujizat Allah masih tetap berlangsung!!! Anak saya mati secara jasmani tetapi sekarang Tuhan sudah bangkitkan, hidup lagi.

Saya ingat waktu itu hari rabu…tekanan darahnya sampai 150, anak kecil tekananya kok 150 sementara ia hidup dari alat buatan manusia…waktu itu dokter berkata ayo Vin nafas Vin…dia nafas…nilainya hanya satu, yang sempurna adalah 12-14 kalau tidak salah, ayo nafas…ternyata tidak bisa. Dan siang itu terjadi sesuatu…mesin yang dipakai untuk menunjang paru2nya bocor, bunyi sesssss…sessss…adik saya yang menunggunya saat itu berkata suster ini kok bunyi, suster pada waktu itu kencengi denagn memutarnya (menutupnya), tetapi pada waktu dikencengi ternyata mesinnya njebuk (Meledak), lalu mereka cepat2 ganti mesin yang baru padahal untuk memasangnya perlu dirakit dulu, pada saat pergantian itu, selang beberapa menit, anak saya seperti terbenam dalam air, dan rupa2nya pada saat tersenggal2 itu ternyata selang yang masuk kedalam paru2, pindah kedalam lambungnya, sehingga pada saat mesin itu baru dinyalakan, bukannya memompa paru2nya tetapi lambungnya yang sedang luka, dan anak saya tunjukkan perutnya, ternyata setelah dokter, suster melihat perutnya, ternyata perutnya besar…mlembung…seperti bola, sehingga selang itu dicabutnya, dan perutnya dikempeskannya, kemudian keluar darah dari mulutnya, tetapi pada saat itulah. Selagi mesin paru2 buatan manusia yang telah diledakkan oleh Tuhan, tidak lagi terpasang dimulutnya, paru2 buatan Allah bekerja sempurna…Dokter melihatnya…lho kok bisa nafas…oh…semua ini karena Tuhan, lalu lambungnya yang dipompa dan berdarah itu dites lagi trombositnya ternyata mencapai 216 ribu…sudah normal.

Sehingga satu demi satu selang itu dilepaskannya karena anak saya mendapat kesembuhan dari Tuhan, demikian pula anak2 saya yang lain semuanya sembuh sempurna sebab Allah kita itu sempurna. Sehingga saya bisa pulang dari RS Telogorejo tanggal 14 Februari 1997 itu dengan penuh kemenangan, ini semua berkat dukungan doa sdr2 semuanya, dan terutama saya ucapkan terima kasih secara khusus kepada gembala sidang saya bapak Pdt. John Rusli yang telah mendoakannya dengan tekun disaat2 anak saya dalam keadaan kritis, juga doa ibu Waridi…Terima kasih atas semuanya, dari pengalaman ini aku mengenal kalau Tuhanku itu adalah Allah El Shaddai…Aku kenal kasih yang melimpah, kasih gembala yang baik kepada dombanya. AMIN.

Catatan :
Vina sejak kelas 1 SD di sekolahannya selalu berprestasi baik.
Setelah Vina pulih dokter masih mengetes syaraf otaknya yang diduga ada sesuatu hal yang kurang beres, tetapi ternyata memang segalanya BERES (Allah yang membereskannya) karena sakit, Vina tidak sekolah kurang lebih satu bulan.
Saat masuk sekolah gurunya memberi pertanyaan kepada semua murid…tidak ada yang bisa menjawab (Ditunjuk), Vina angkat tangan – menjawab, dan benar, sehingga membuat gurunya juga kagum, semua ini adalah karena Allah yang ajaib, bahkan satu tahun kemudian, saat ujian SD, Vina berhasil dengan baik, NEM nya tertinggi untuk Kotamadya Tegal. Allah kita sesungguhnya memang Maha Besar, nyata kuasaNya, nyata pemeliharaanNya…El Shaddai!!!

-----------------------------------------------------

 Daftar Kesaksian
 

-----------------------------------------------------


Home For Moslem For Catholic Our Faith Articles Testimony Free eBooks Guest Book Links
Website ini adalah pengembangan dari website : http://www.geocities.com/pencarian5
By : Reza H
Without Copyright (2003-2005)
Dukungan tulisan dari Anda sangat diharapkan.., dengan satu maksud untuk memperluas kerajaan Sorga, Haleluya
Contact me : [email protected]...God Bless Us..
Hosted by www.Geocities.ws

1