Page 7 - al kasyfu wa tabyin
P. 7
6 al kasyfu wa tabyin
Allah telah berfirman, “Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu
memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia_ berkata, “Tuhanku _ telah
memuliakanku”.
Dan firman Allah, “Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-
anak kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan
kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya”.
Dan firman Allah, “..Kelak akan kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang
tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh,
rencana-Ku sangat teguh”.
Dan firman Allah, “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan
kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka.
Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka,
Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa”.
- Dari Mana Sumber Ketertipuan Mereka?
Akar masalahnya adalah karena mereka tidak mengenal Allah dan sifat-sifatnya.
Sesungguhnya orang yang mengenal Allah mereka selalu waspada dan tidak pernah
merasa aman dari segala tipu daya yang berasal dari Allah. Mereka juga melihat apa
yang telah dialami oleh Fir’aun, Haman, dan kaum Tsamud, bahwa Allah telah memberi
mereka dengan gelimang harta.
Sungguh Allah memberi peringatan melalui tipu dayaNya dalam ayat, “Maka apakah
mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa
aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”.
Dalam ayat lain, “Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun
membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”.

