Page 5 - al kasyfu wa tabyin
P. 5
4 al kasyfu wa tabyin
Maka tidak tepat jika berprasangka bahwa Nabi SAW mengetahui seluruh urusan akhirat
dan dunia melalui malaikat Jibril AS. Asumsi ini bukanlah pengertian yang benar dan
lurus.
Nabi SAW dijauhkan oleh Allah SWT dari hal-hal tersebut, bahkan sesuatu tersebut
membuka tabirnya sendiri hingga kemudian Nabi membuktikannya melalui ‘penglihatan
hati’ bagai tersingkapnya sesuatu yang tidak jelas terlihat hanya dengan melihat dari sisi
luarnya.
- Mukmin Yang Sama Tertipunya Dengan Kafir.
Yaitu. orang-orang mukmin dengan lidah dan keyakinannya yang telah abai terhadap
perintah Allah yakni beramal shalih, dan terperangkap dengan hawa nafsu. Mereka
adalah Orang Mukmin Yang Sama Tertipunya Dengan Orang Kafir.
Kehidupan dunia telah menipu orang kafir sedangkan mereka orang mukmin telah tertipu
bahwa tertipunya orang kafir adalah karena mengingkari Allah.
Ibarat ucapan mereka tentang dirinya sendiri, “Jika Allah membantu kami, maka dengan
itu kami lebih berhak mendapat pertolongan ketimbang orang lain”.
Seperti firman Allah dalam surat al-Kahfi yang berbunyi, “Aku kira kebun ini tidak akan
binasa selama-lamanya. Dan aku kira hari kiamat itu tidak akan datang, dan sekirang aku
dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan Mendapat tempat kembali yang lebih baik
dari pada ini”.
- Faktor Yang Menjadikan Mereka Tertipu.
Ketertipuan tersebut berdasarkan analogi yang dikampanyekan oleh Iblis laknatullah.
Mereka memandang nikmat yang telah diberikan oleh Allah selama di dunia sama
dengan nikmat yang diberikan di akhirat kelak.

